Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum!
apa kabar? semoga selalu baik dan kalian selalu berada didalam lindungan Allah yaa!
aku up lagii nih
Jangan lupa Vote and komennya, semakin banyak vote dan komen semakin cepet aku up nya!!
Maaf kalau ada typo, dan kesalahan penulisan dan lain-lain. Tolong dikoreksi jika ada yaa
Selamat Baca semua!!
Tanpa sadar tangan Iaesha bergetar, Arfathan yang sadar itu pun memasang raut wajah khawatir.
"Ada apa, Echa?" Tanya Arfathan dengan nada khawatir.
Arfathan memegang bahu Iaesha ketika tidak ada jawaban,"Echa?"
Iaesha menatap wajah Arfathan dengan air mata yang sudah bercucuran, Arfathan menghapus air mata Iaesha.
Arfathan menarik Iaesha kedalam pelukannya, tangis Iaesha saat itu juga pecah. Arfathan mengelus kepala Iaesha dengan lembut.
"Irkan..." Kata yang Iaesha keluar lirih. Namun, Arfathan masih bisa mendengarnya.
"Kenapa, kamu kenapa, Echa?"
"Nenek meninggal," Bibir Iaesha bergetar saat mengatakan itu.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," Lirih Arfathan, Arfathan melepaskan pelukannya lalu memasang senyum tipis di wajahnya.
"Kita ke rumah mama papa," Ajak Arfathan.
Iaesha menggeleng,"Sebentar lagi adzan magrib, kamu belum buka puasa," Tolak Iaesha.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Iaesha terdiam,"Udah Adzan," Iaesha mengelap air mata yang tersisa.
"Ayo, kamu buka puasa dulu."
•✧ω✧•
Iaesha melangkah menuju rumahnya hingga ia berhadapan dengan abangnya, Izdihar yang berada didepan rumah.
"Mama papa mana, Bang?" Tanya Iaesha pelan kepada Izdihar.
Izdihar menghela nafas,"Setelah tau kabar itu, Mama papa langsung ke solo lagi," Jawabnya.
"Aku gak bisa ke sana, gapapa kan ya? kuliah aku gak bisa di tinggal," Iaesha resah, apakah baik jika ia tidak kesana untuk melihat neneknya untuk terakhir kalinya.
Izdihar tersenyum,"Gapapa, nanti abang bantu ngomong, ya?"
Iaesha menganggukkan kepalanya, Izdihar menatap Arfathan yang berada dibelakang Iaesha.
Izdihar mendekatkan wajahnya ke telinga Iaesha,"Gimana? enak gak?" Bisik Izdihar.
Iaesha menatap Izdihar bingung,"Enak apa?Iaesha meminta untuk Izdihar menjelaskan maksud dari pertanyaan dengan tatapan mata.
Melihatnya adiknya seperti tidak mengerti maksud pertanyaan membuatnya menghela nafas pasrah lalu menggeleng pelan.
Baiklah.
KAMU SEDANG MEMBACA
A UNTUK I
Novela Juvenil[Hargai karya orang lain dengan memberi vote,dan jika suka dengan tulisannya follow] Seorang perempuan yang bernama Iaesha Valeryna Xavia, baru mengetahui suatu pernyataan yang membuat hidupnya detik itu juga berubah perjodohan Kata yang menurutnya...
