AUI-Chapter Dua Enam

932 18 3
                                        

Assalamualaikum semuaa, aku update hehe. Terima kasih atas vote dan dukungannya.

Selamat membaca🤍🤍
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Seorang perempuan sedang mencari-cari handphonenya yang hilang entah kemana, karena perempuan itu lupa menaruh dimana.

Perempuan inisial IVX itu berdecak sebal ketika barang yang ia cari tidak kunjung ketemu.

"Ya Allah, handphone aku kemana, ya?" gumam Iaesha bertanya.

"Tadi aku taruh dimana, Iaesha kamu ceroboh banget," gerutu Iaesha pelan. Merasa kesal dengan diri sendiri.

Inilah sebabnya karena ia pelupa dan ceroboh sehingga apa yang dicari tidak ketemu. Terkadang barang memang seperti itu, saat dibutuhkan tidak ada. Tetapi, jika tidak di butuhkan maka ia akan terlihat tanpa dicari.

Seorang laki-laki yang berstatus suami dari Iaesha itu turut membantu gadis itu, ia menyingkap sebuah kain yang berada di ranjang lalu menggelengkan kepalanya ketika melihat handphone istrinya tergeletak di ranjang dengan kain yang menutupi handphone tersebut.

"Ini." Arfathan menyerahkan benda persegi itu kepada si pemilik.

Betapa senangnya pemilik benda tersebut ketika melihat benda yang dicari-cari akhirnya ketemu.

"Terima kasih, Irkan," ucap Iaesha berterima kasih kepada Arfathan– si penemu handphonenya.

Tanpa sadar senyum Arfathan mengembang sempurna, telapak tangannya reflek mendarat sempurna di puncak kepala Iaesha dan mengusapnya pelan.

"Sebisa mungkin kalau taruh sesuatu di ingat-ingat, ya? Biar kamu gak susah nyarinya," nasihat Arfathan.

Senyum Arfathan membuat senyum Iaesha ikut mengembang, Istri Arfathan itu pun anggukan kepala paham.

Membentuk gerakan hormat dengan senyum yang masih mengembangkan Iaesha berkata."Oke, Irkan. Siap."

Arfathan terkekeh geli, ia merasa bahagia karena pikirannya tentang Iaesha yang tidak akan menerima pernikahan mereka kini perlahan sirna. Ia menarik Iaesha kedalam pelukannya, dan dibalas pula oleh Iaesha.

Iaesha mendusel-dusel pelan kepalanya untuk mencari tempat ternyaman dan Arfathan tidak mempermasalahkan itu. Karena Arfathan juga nyaman dengan posisi mereka saat ini.

Hingga akhirnya salah satu dari mereka harus melepaskan pelukannya karena adzan ashar sudah berkumandang.

"Sholat dulu, yuk," ajak Arfathan.

Iaesha menyeritkan dahinya, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Kamu duluan aja deh, aku terakhir aja. lagian baru adzan kan? masih ada waktu," tolak Iaesha.

Arfathan tersenyum tipis, "Kamu tau, Echa? orang yang menunda-nunda sholat termasuk orang celaka–"

"Seperti hadits yang dibawakan oleh Ummu farwah,

قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ فِى أَوَّلِ وَقْتِهَا »

Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)."

"Lagi pula orang yang sedang melakukan sesuatu saja di titahkan untuk menghentikan sementara dulu pekerjaan, setelah selesai sholat baru boleh melanjutkan pekerjaan. Dan apakah kamu sedang melakukan pekerjaan berat, Echa?"  lanjut Arfathan.

Iaesha menundukkan kepalanya, merasa bersalah. dengan perlahan ia menggelengkan kepalanya.

Tangan Arfathan terulur untuk mengelus puncak kepala istrinya,"Jadi jangan menunda-nunda sholat, ya?" Iaesha mengangguk sebagai jawaban.

Arfathan menjawil hidung Iaesha,"Pintar sekali, istrinya siapa ya ini?" tanya Arfathan mencoba mencarikan suanasa.

Iaesha menggedikkan bahunya,"Gak tau," jawabnya bercanda.

"Heh."

Iaesha tertawa lalu memeluk tubuh Arfathan yang ada di depannya,"Iya-iya, aku Istrinya Irkan."

Arfathan ikut tertawa lalu mencium puncak kepala Iaesha.

๑✿๑✿๑✿

Kini mereka sedang bersiap-siap untuk menuju acara. Alhamdulilah nya malam ini cerah, dan semoga saja tidak hujan.

Iaesha dan Arfathan menggunakan pakaian senada berwarna hitam. Iaesha dengan khimar berwarna hitam.

Arfathan melangkah menuju dimana Iaesha sedang mengoleskan sedikit lip balm di bibirnya.

"Jangan memakai itu terlalu banyak, Echa."

Iaesha mengangguk,"Iya, ini gak menor kok. Biar bibir aku gak pucat aja," balasnya.

Arfathan dengan perlahan menutupi setengah wajah Iaesha dengan sebuah kain hitam.

"Untuk kali ini kamu pakai cadar, ya?" bujuk Arfathan, kepalanya ia sandarkan di bahu kiri Iaesha.

Iaesha mengangguk,"Boleh, deh. Aku mau coba, siapa tau nyaman," jawab Iaesha setuju.

"Terima kasih, sayang."

Pipi Iaesha memanas dan sedikit memerah, ia sedikit menundukkan kepalanya,"iya."

Arfathan yang mengetahui Iaesha yang sedang malu itu terkekeh pelan, dan mengaitkan tangannya dengan tangan Iaesha.

"Ayo." Iaesha mengangguk sebagai jawaban lalu berdiri dari duduknya dan mulai melangkah mengikuti Arfathan.

Kebetulan Umi dan Abi sedang tidak ada di ndalem, Umi dan Abi sedang menghadiri acara teman lama Abi. Keadaan pesantren pun tidak terlalu ramai. Dan mereka berangkat menggunakan mobil.

"Disana nanti aku ngapain?" tanya Iaesha kepada Arfathan.

"Terserah kamu, yang penting gak jauh-jauh dari saya," jawab Arfathan.

"Ya masa aku harus di sebelah kamu mulu?"

Arfathan mengangguk setuju,"Ide bagus, nanti kamu duduk di sebelah saya."

Iaesha menggelengkan kepalanya,"Gak mau!"

"Harus mau."

"Ih, gak mau, Irkan."

"Mau."

"Gak ma– Eh udah sampai?" Iaesha bingung, menatap sekitar, sangat ramai.

Tanpa kata Arfathan keluar dari mobil dan memutari mobilnya, kini ia berada di depan pintu penumpang depan–tempat yang di duduki Iaesha. Arfathan membuka pintu lalu menggenggam tangan Iaesha untuk menuntun Iaesha keluar, tangan kirinya berada di atas menahan kepala Iaesha agar tidak terbentur.

Iaesha tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suaminya itu.

[To Be Continued]

Semoga suka, yaa

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, jaga kesehatan kalian!!

Selasa, 24 September 2024
•author inba

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 24, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A UNTUK I Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang