AUI-Chapter Empat Belas

1.1K 56 34
                                        

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum!

apa kabar? semoga selalu baik dan kalian selalu berada didalam lindungan Allah yaa!

Jangan lupa Vote and komennya, semakin banyak vote dan komen semakin cepet aku Up nya!!

Maaf kalau ada typo, dan kesalahan penulisan dan lain-lain. Tolong dikoreksi jika ada yaa

dan terima kasih juga yang sudah bersedia membaca cerita inii🙏🙏

Selamat Baca semua!!

Iaesha tampak gugup ditengah keluarga dirinya dan keluarga Arfathan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Iaesha tampak gugup ditengah keluarga dirinya dan keluarga Arfathan. Setelah dua hari ia meminta untuk Ijab ulang Keluarga mereka langsung berkumpul, kedua keluarga langsung menuju Jakarta.

Ahmad menganguk,"Yo wes, dua minggu lagi saja, bagaimana?" Tanya Ahmad memberi saran.

Kedua orang tua Iaesha menganguk setuju,"Sepertinya baiknya memang seperti itu," Jawab Issam setuju.

Iaesha hanya diam, dirinya mengikuti apa saja.

"Semua biar kita yang urus, Nduk. Kamu gak usah khawatir," Ucap Ira kepada Iaesha.

Iaesha menganguk kaku,"Iya, Umi."

Arfathan melirik Iaesha lalu tersenyum,"Saya harap kamu tidak terpaksa melakukan ini, Iaesha," Batinnya.

Iaesha melihat kedua orangtuanya mengobrol dengan tua Arfathan dengan gembira, seolah hari ini adalah hari yang paling mereka tunggu, dan mereka bahagia.

Ahmad menatap Iaesha dengan tersenyum,"Abi pulang dulu ya, Nak? nanti in syaa Allah kita ketemu lagi," Ujar Ahmad kepada Iaesha.

Iaesha membalas senyum Ahmad,"Iya, Abi," Balas Iaesha.

"Jaga kesehatan loh, nduk," Sahut Ira.

"Iya, Umi. Pasti."

Ahmad dan Ira pulang sedangkan Arfathan masih duduk ditempat yang sama.

"Arfathan, Jika sudah kamu sudah mengucapkam Ijab kabul ulang, nanti kalian akan tinggal dimana?" Tanya Arlyn kepada Arfathan.

Arfathan tersenyum,"In syaa Allah kita akan tinggal dirumah saya, Namun. Bisa saja Abi dan Umi menyuruh kita menginap beberapa hari, Ma," Jawab Arfathan.

"Iaesha sudah tau rumahnya?" Tanya Arlyn lagi.

"Sudah, maaf jika saya lancang tidak Izin dahulu."

"Eh, tidak apa-apa."

Issam tersenyum bangga,"Bagus itu, Than."

"Alhamdulillah, Pa."

Issam menganguk, Issam menjadi lega jika begini.

Arfathan berdiri dari duduknya,"Saya pamit pulang, Ma, Pa," Pamit Arfathan.

"Hati-hati, Than," Peringat Issam.

A UNTUK I Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang