Happy Reading!!!
Vote + Komentar
Waiz menaiki motor Vespa berwarna putih mengantar Fitri pergi ke tempat tes . Fitri menatap kanan kiri yang sangat indah , namun hatinya gelisah karena takut jika tes kalo ini juga gagal "Waiz , takut" Waiz tersenyum "engga boleh takut , kan belum di coba " . Sesampainya di tempat tes , Waiz menggenggam tangan Fitri erat "hamasah , semoga lulus dan jangan takut" Waiz menunggu di lantai bawah gedung tempat Fitri di tes.
"Waiz " Waiz berbalik dan melihat Ridha yang juga ada disana , Waiz duduk di sebelah Ridha . "Lagi anterin siapa?" Waiz menjawab jika dia mengantar Fitri sedangkan Ridha juga ikut menemani Andra untuk tes ditempat yang sama dengan Fitri.
"Ridha" Waiz merengek , dia menunjukkan puppy eyes nya pada Ridha membuat Ridha gemas "kenapa Waiz?" Waiz menunjuk ke arah penjual es krim "mau es krim strawberry , Ridha beliin" wajah Ridha seketika datar ketika mendengar kata beliin . "Waiz yaa Allah , Ridha ga bawa uang" Waiz memicingkan matanya menatap curiga ke arah Ridha "kalo engga bawa uang , kenapa ada uang biru di casing gadget Ridha" Ridha tersenyum agak lain , dalam hatinya perempuan itu sangat malu karena telah berbohong pada sahabat nya itu .
"Iya deh , iya maafin yidha . Yaudah ini " Waiz tersenyum bahagia , laki laki itu segera membeli es krim di seberang jalan . Kembali dari membeli es krim Waiz membawa sekantung es krim , Ridha hanya bengong menatap Waiz yang membeli es krim sebanyak 20 . "Buset kok banyak banget , buat siapa?" Waiz menggaruk tengkuknya yang memang gatal "Anak anak dijalanan , aku Ama kamu" Ridha bingung saat Waiz memberikan ranting kayu pada Dirinya , "pegang ini , aku tarik tangan kamu" Waiz pergi bersama Ridha dan membagikan es krim yang sudah ia beli di penjual es krim tadi . "Hai kalian , yang bisa hafal surah An nas dapat es krim" Anak anak itu langsung berlari menghampiri Waiz dan Ridha . Mereka mulai mengantri sambil menghafal An Nas membuat Waiz tersenyum " Ternyata hal hal sederhana bisa ciptain senyuman di wajah seseorang" .
Lama dan lama , Fitri telah selesai tes begitupun dengan Andra . Keduanya tiba tiba berpapasan di luar gedung "Lu nyari apa?" Tanya Andra pada Fitri , Fitri yang terkejut dengan kehadiran Andra langsung menetralkan wajahnya datar. "nyari adek gua , lu ?"
"Lagi nyari Indri " Fitri memutar bola matanya malas , tiba tiba kedua manusia itu fokus melihat dua orang perempuan dan laki laki yang sedang diborong anak anak kecil . Keduanya kompak mengucapkan nama kedua orang tersebut "Waiz , Ridha" ."Waiz " Fitri menghampiri Waiz dan memeluk laki laki tersebut , Waiz yang terkejut dengan kehadiran kakaknya langsung membalas pelukan Fitri . "Waiz?" Ridha yang masih heran dengan Fitri memeluk Waiz , Andra datang dan berdiri disamping nya "Kakak , kenalin ini Ridha . Sahabat kecil aku sampai sekarang" Fitri berjabat tangan dengan Ridha , sedangkan Waiz berjabat tangan dengan Andra "gua abangnya Ridha sekaligus Calon Kakak ipar lu" Waiz menunjukkan wajah cengo nya , Ridha segera mencubit lengan Andra membuat laki laki itu meringis keras .

KAMU SEDANG MEMBACA
LET'S FLY TOGETHER ( My Impeccable Captain ) || END
Short Story"Ayo kita keenam negara , nanti aku yang jadi kaptennya" . . . Waiz Aifdil Wahid , laki laki dengan segudang keceriaan yang ditunjukkan pada semua orang . laki laki yang sangat menyukai susu strawberry , laki laki yang sangat menyukai roti cokelat...