"Ayo kita keenam negara , nanti aku yang jadi kaptennya"
.
.
.
Waiz Aifdil Wahid , laki laki dengan segudang keceriaan yang ditunjukkan pada semua orang . laki laki yang sangat menyukai susu strawberry , laki laki yang sangat menyukai roti cokelat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"boleh berharap tapi jangan berlebihan. Ingat sifat awal manusia , tidak ada yang abadi"
Nur Akhna
.
.
.
Waiz membuka pelan matanya , jam menunjukan pukul satu malam . Saat akan membuka oksigen , dia sadar jika tangannya digenggam oleh seseorang "Akhna" wajahnya tersenyum kecil melihat wajah Akhna yang terlihat kelelahan .
Laki laki itu segera membuka oksigen nya , Akhna yang menyadari itu segera membuka matanya dan betul saja Waiz tersenyum ke arahnya "akhna sini" Akhna duduk di dekat Waiz , ia naik di kasur dan duduk .
"Maaf" Waiz memeluk erat akhna , Akhna dengan cepat membalas pelukan Waiz . Ketika mata mereka berdua bertemu , Akhna menatap Waiz cukup lama sebelum akhirnya perempuan itu kembali berbicara.
"Tolong, jangan lakuin hal yang sama seperti kemarin . Saya ga suka kamu gitu , kamu itu adik kakak bukan orang lain dan mungkin kamu udah dengar penjelasan mama . Kakak juga punya urusan sendiri dan kamu harus bisa ngertiin kondisi kakak Waiz"
"Kakak ga marah sama waiz , tapi berubah Waiz . Kakak cuman butuh perubahan kamu dan itu yang semua orang butuhkan , kamu udah dewasa. Berubah ya sayang" Akhna mengusap pipi Waiz , sedangkan Waiz merenung.
Egois ? Iya , mungkin itulah yang dirinya juga rasakan . Tapi dia tidak bisa untuk bersikap seperti itu karena semua pasti punya urusan masing masing dan tidak ada satupun orang yang tidak memiliki urusan , semua sibuk pada waktunya
"Aku gamau kakak minta maaf , disini aku yang salah . Maaf karena sikap childish aku , kamu pantas tampar aku kemarin karena aku mungkin udah keterlaluan '
"Beri waktu Waiz buat berubah , Waiz bakal buktiin" Akhna membawa Waiz ke dekapan nya , terkadang sikap childish yang membuat kita egois sedangkan kita tidak berpikir jika semua orang pasti mempunyai hal masing masing .
"Kakak disini , bareng kamu tapi jangan terlalu berharap kakak ada sama kamu" Entah kenapa Waiz yang mendengar itu merasa sesak , apa dia tidak boleh berharap Akhna tidak ada disampingnya?
"Boleh berharap tapi jangan berlebihan ,Ingat sifat awal manusia . Ga ada yang abadi " Waiz mengangguk.
"Kak , Waiz tidur di pelukan kakak aja ya?" Akhna tersenyum kecil , perempuan itu mengangguk dan mengusap punggung tegak adiknya itu.
"Nanti jam tiga bangun ya , kita sholat tahajjud bareng abis itu kamu jadi imam nya" Waiz mengangguk. Tak perlu waktu lama laki laki itu kembali tertidur di dekapan Akhna.