"Ayo kita keenam negara , nanti aku yang jadi kaptennya"
.
.
.
Waiz Aifdil Wahid , laki laki dengan segudang keceriaan yang ditunjukkan pada semua orang . laki laki yang sangat menyukai susu strawberry , laki laki yang sangat menyukai roti cokelat...
" Kebahagiaan itu tidak ada tanpa menghadapi ujian "
Let's Fly Together
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang laki laki berperawakan tinggi mendekati seorang perempuan yang sedang asyik menatap indahnya langit malam dengan bintang yang bertaburan di langit .
" Karna t'lah ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu " perempuan itu tersenyum bersandar di bahu suaminya , perempuan itu memenjamkan matanya menghirup udara malam yang sangat dingin .
" Saya kira kamu kalah , ternyata kamu menang sayang " Waiz mencium kening Darna sambil memenjamkan matanya .
" Kalau saya kalah , kamu sama siapa di dunia ? Saya tidak rela meninggalkan kamu cantik ku " Waiz menggenggam erat tangan Darna dan mencium nya berkali kali .
" Maaf di mimpi saya waktu itu kamu pergi dan kalah ... " Waiz meletakkan telunjuk nya di bibir Darna , tersenyum kecil .
" Saya tidak pulang , saya disini " Darna berdiri diikuti oleh Waiz , laki laki itu menatap manik mata istrinya dalam lalu memeluk Darna sangat erat .
" Ana Uhibbuki Fillah Istrinya Waiz "
" Ana Uhibbuki Fillah Suaminya Darna "
Waiz kemudian memperbaiki Hoodie Darna yang bertuliskan ' Istri Waiz ' sedangkan Waiz lelaki itu memakai Hoodie bertuliskan ' Suami Darna ' . Laki laki itu kemudian mengeluarkan tripod untuk mengabadikan momen momen tersebut bersama sang istri .
Sejak mimpi lima bulan lalu , Darna masih tidak menyangka bahwa kepulangan sang suami itu mimpi . Bagaimana tidak , mimpinya itu sangat sangat nyata bagi dirinya dan juga bagi orang orang terdekat Waiz yang entah kebetulan mereka memimpikan hal yang sama .
" Mas Suami " Darna memeluk Waiz erat , perempuan itu memanyunkan bibirnya.
" Kenapa cinta ?" Tanya Waiz , sepertinya mode bucin kedua pasangan muda itu sedang aktif . Darna menunjuk ke arah bulan yang sangat terang malam itu " Bulan itu mirip mas suami "
" Kok bisa ? " Tanya Waiz penasaran .
" Sama sama bercahaya bagiku " Blush , pipi Waiz seketika mengeluarkan semburan merah . Darna mencubit gemas pipi waiz dan mencium nya .
Cup ..
" Yuk tidur , ngantuk " Waiz membentuk tangannya hormat lalu menggendong tubuh Darna ala bridal style menuju kamar mereka .
Di tempat lain Seorang perempuan memakai jas dokter dengan jilbab biru navy baru saja memasuki rumah nya , wajahnya nampak kelelahan akibat banyak nya pasien hari ini .
Bukan akibat , tapi justru hari ini dia bahagia karena banyak pasien yang ia temui hari ini dengan sakit serta cerita berbeda beda .
" Humairahku , cintaku , sayangku , istriku " Altaf memeluk Ridha erat , mencium pipi kanan dan kiri Ridha .