LET'S FLY TOGETHER || Kepergian Kapten menuju Keabadian

41 3 0
                                    

Selamat membaca di ujung cerita
Vote Komentar mu adalah semangat author , Pororo

Selamat membaca di ujung ceritaVote Komentar mu adalah semangat author , Pororo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Kebaikan dilakukan dengan ikhlas ,bukan dengan keterpaksaan "
- authornim

.

.

.




Mereka yang baik adalah mereka yang bertemu dengan orang lebih baik  , Waiz Aifdil Wahid laki laki itu sekarang kini berumur 23 Tahun . Waiz laki laki dengan paras yang tampan dan selalu ceria itu kini berdiri di depan Istrinya , Darna Bahira Hafa Dhanurendra .

" Ai , kamu ga kenapa kenapa kan ? Muka kamu pucat gitu sayang " Darna memegang badan Waiz dan sama saja dingin , suhu tubuh laki laki tersebut sangat dingin .

" Gapapa Darna , saya baik baik aja kok " laki laki itu mencium pipi Darna dan memeluk Darna erat .

" Darna " Waiz menggenggam tangan Darna erat dan erat , menghirup aroma parfum vanilla dari jilbab istrinya  .

" Darna , ada banyak banget hal yang ingin saya sampaikan ke kamu salah satunya ketika saya menikah dengan diri kamu . Saya menemukan kesederhanaan yang membuat saya bahagia "

" Saya terima kasih banget karena kamu udah mau terima saya sebagai suami untuk kamu . Terima kasih nyonya Wahid karena telah meluangkan waktunya pagi hari ini bersama saya , Waiz Aifdil Wahid "

" Sama sama sayang " Waiz mendekatkan wajahnya ke arah wajah Darna , disana laki laki itu mengecup sekilas bibir istrinya dan tersenyum manis .

" Darna , saya mau sore ini kita ke rumah mama boleh ?" Tanya Waiz dibalas anggukan oleh Darna sebagai jawabannya .

" Darna , sesak " Darna yang melihat Waiz kesulitan bernapas segera memasangkan oksigen untuk Waiz .
" D .... Darna ... S... sesak"  Darna yang panik segera menelpon Devan .

" Devan cepat kesini , Waiz pingsan " .

Alhasil Waiz dibawa lari ke rumah sakit besar , laki laki itu terlihat sangat pucat dari ujung kepala sampai di ujung kaki  .laki laki itu segera dibawah dokter ke ruang tindakan medis untuk dipasangkan Oksigen besar serta Alat medis EKG .

" Ai harus kuat , ai anak hebat " Darna mondar mandir di depan Pintu ruang tindakan , selang beberapa detik Uwais datang bersama Shafiyah juga ketiga kakak Waiz .

Jangan lupakan ada Andra , Devan , Indira dan juga Ridha yang khawatir dengan Waiz di dalam ruang tindakan .

" Mas hiks " Uwais memeluk Shafiyah erat , dia membisikkan kata-kata semangat untuk sang istri " anak kita kuat in syaa Allah , Waiz bakal tetap disini sayang " .

LET'S FLY TOGETHER ( My Impeccable Captain ) || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang