Setelah malam yang agak panjang dan gila, Biu pikir dirinya akan baik-baik saja. Kesulitan berjalan setelah hard sex itu hanya mitos bukan?
Nyatanya tidak.
Biu yakin analnya tidak lecet sedemikian parah namun entah mengapa setiap kali ia melangkah rasanya ngilu sekali. Seperti milik Bible masih tertancap di dalam sana, padahal sebenarnya tidak.
" Biu stop mondar mandir kaya gitu "
Bible ikut meringis melihat wajah kesakitan adiknya sendiri.
" Terus gimana Biu sekolah kak? Biu pasti diketawain orang orang kalo jalannya pincang pincang kaya gini "
" Sini dulu "
Biu akhirnya menyerah lalu kembali berbaring dengan sang kakak di atas ranjang.
" Yang nyuruh kamu sekolah siapa? Hari ini istirahat dulu lagian semalem kurang tidur juga kan "
" Maksudnya bolos? "'
" Izin lebih tepatnya, kamu kan lagi sakit "
" Gak sakit sih-- "
" Sakit, itu nya sakit udah mending kamu bobo lagi kakak temenin "
" Kakak jangan ikutan bolos juga "
" Kakak gak mungkin ninggalin kamu sendirian, jangan gila deh Biu "
" Iihh kakak udah kelas dua belas. Gak boleh ketinggalan pelajaran "
" Terus kamu gimana... kakak pengen begini aja "
Bible memeluk tubuh polos sang adik. Ingin sekali ia merayu Biu agar bisa membolos barang satu hari saja. Namun Biu tetaplah Biu, ia mewarisi sembilan puluh persen gen bundanya yang begitu disiplin.
Lantas kemana hilangnya sepuluh persen yang seharusnya tersisa?
Bible sudah mencuci sisanya dengan tabiat buruk yang sengaja ia tularkan pada Biu.
" Mandi sana kak nanti telat "
" Baru jam enam sebentar lagi "
Biu menatap kedua mata sang kakak yang juga menatapnya dengan begitu teduh. Rasanya seperti ia bisa melihat cuplikan kegilaan mereka berdua dari sorot mata Bible.
Mengerikan.
Benar-benar diluar akal sehatnya selama ini. Biu bertanya-tanya dalam benaknya, akankah ia menyesali apa yang sudah terjadi?
" Jangan terlalu dipikirin "
Biu menghela nafasnya, mau bagaimana pun ini bukanlah sebuah kecelakaan melainkan bentuk kegagalan mereka berdua dalam memerangi nafsu.
Cara Biu memandang dunia telah berubah dalam semalam. Bible membuat semuanya terasa samar dan abu-abu, lantas bagaimana Biu harus menjalani hidupnya setelah ini?
Tetap menjadi adik kecil Bible dan menganggap semua ini tidak pernah terjadi?
Tidak, jangan konyol.
Biu tidak akan pernah bisa melakukan itu.
" Saling jaga satu sama lain ya, kakak disini. Berbagi kesulitan sama kakak, jangan dipikirin sendiri "
Biu menyembunyikan wajahnya di dada Bible. Tidak bisa ia pungkiri pelukan kakaknya ini memang terasa seperti rumah yang hangat.
" Abis ini kita gimana kak? "
" Hidup harus terus berjalan, Biu. Kamu tetep adeknya kakak dan kakak tetep kakaknya kamu. Bedanya sekarang kita punya ikatan yang gak dimilikin adik kakak lain diluaran sana "
Mendengar jawaban Bible malah membuat Biu semakin pusing. Sudahlah, lagipula semua sudah terjadi. Mau bilang apa lagi? Nikmati saja keadaannya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated
Fanfiction" Biu suka sama kakak! " " Goblok! Kita sodara! " Bagaimana jika aku menyukai mu? Tapi kita saudara. ×•×•×•×•×•×•×•×•×•× 🌜Bible x Build🌛 📍Boys Love 📍Harsh Words 📍Not Children 📍Sex #Rank : #1 bible #5 biblebiu #165 wattpad
