Lembar Sembilan Belas

851 90 18
                                        

" Emangnya gak capek, Po? "

" Enggak, lebih tepatnya belum sih "

" Emangnya gak sakit liat kak Mile sama pacarnya? "

" Ya sakit "

" Nah udah jelas kan? Kenapa masih dideketin? "

" Soalnya dia ngasih gua harapan "

" Harapan apa? "

" Dia selalu bales chat gua. Suka nelfon dan ngajak gua main "

" Mungkin itu sikap ramah dia ke adik kelas satu ekskulnya "

Apo terdiam, dirinya sudah lama memikirkan hal itu jauh sebelum Biu mengatakannya. Namun apa boleh buat? Ia tidak bisa menemukan pria dengan senyum yang lebih baik dari Mile.

" Cinta itu harus diperjuangkan Biu "

" Berjuang sih berjuang tapi gak jadi PHO juga kali "

" Jadi PHO pun boleh lah asal imbalannya kak Mile "

" Apo, Apo... gua cuma gak mau lo sakit hati ujungnya "

" Gapapa seenggaknya gua udah berusaha merjuangin dia biar gak ada penyesalan dikemudian hari "

Biu mengulum bibirnya, menahan untuk tidak mengatakan sesuatu yang mungkin bisa menyakiti perasaan Apo lebih dalam lagi.

" Kalo butuh sesuatu telfon gua ya Po, sebisa mungkin gua bantu "

Apo tersenyum sangat lebar. Ia tahu sejak pertama melihat bocah pendek bernama Biu ini, mereka akan berteman baik. Apo memiliki firasat baik pada Biu dan Biu sendiri menguarkan aura positif yang tidak bisa ditolak siapapun.

" Gak usah terharu gitu mukanya "

" Hohoooo peluk gua Biu peluk gua "

" Hahaha sini sini "
Dengan senang hati Biu merentangkan kedua lengannya untuk Apo, membiarkan Apo memeluknya di koridor sekolah.

" Lo baik wajar sih kak Jeff naksir banget sama lo "
Ujar Apo ditengah pelukannya.

" Sotoy banget "

" Serius, dia sering nyeletuk gitu tiap kumpul basket "

" Ekhm, dilarang pacaran di sekolah woy! "
Apo tersentak mendengar suara itu dan langsung melepas pelukannya pada Biu. Sedangkan Biu terlihat biasa saja karena ia hafal betul siapa pemilik suara itu.

" Yee siapa yang pacaran sih "

" Lah itu peluk pelukan maksudnya apa? "

" Gemes gua sama adek lo kak, kenapa? Gak boleh juga? Semua aja gak boleh, emang Biu cuma punya lo doang deh puas? "
Biu tertawa melihat wajah dongkol Apo pada kakaknya.

" Yaelah jangan sensi sih Po, bercanda tau. Lo ngapain masih di sekolah? "

" Nemenin Biu, kasian kali dia nungguin lo sendirian "

" Oh, Mile juga belom balik paling bentar lagi anaknya nongol "

" Seriusan? "
Bible mengangguk dan tidak lama setelah itu Mile muncul dari balik koridor.

" Bib! "

" Nah kan, panjang umur dia Po "

" Mampus auto dugem jantung gua kak "
Lirih Apo saat dirinya dan Mile beradu tatap.

" Belum balik? "

" Ini mau balik cuma kasian nih si Apo belum dapet tebengan "

" Lah? "
Apo menunjuk dirinya sendiri saat Bible mengatakan hal tersebut terhadap Mile.

ComplicatedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang