" Bagus gak Bel? "
Bible tersenyum memperlihatkan sebuah kotak berisi gelang yang sudah dipesannya beberapa hari yang lalu.
" Cantik "
" Abis ini mau kemana? "
" Brunch dulu? Hehe laper Bib "
Kamu merasakan usapan halus di belakang kepala mu. Bible pelakunya, aahh dia juga tersenyum manis sekali.
Hari ini akan jadi hari mu dengan dia. Bible bahkan membayar semua makanan-- tapi dia memang selalu membayar dan menolak uang mu meski kamu memaksa. Kalian membicarakan banyak hal meski topiknya random sekali. Dan sepertinya kali ini kamu menyadari sesuatu.
Ternyata Bible seribu kali lebih manis saat tertawa.
" Bel mau nonton gak? "
" Lo mau nonton? "
" Enggak juga, ya nanya aja. Cewek biasanya suka nonton kan kalo jalan? "
" Berpengalaman banget sama cewek ya Bib? "
Bible tertawa lalu menggeleng. Menatap mu dengan wajah yang tenang namun tatapannya terlihat begitu yakin.
" Enggak kok, mantan gua cuma satu "
Memang benar. Bible tidak punya banyak pengalaman dengan perempuan. Lebih banyak pengalaman dengan Biu, si adik laki lakinya sendiri.
" Eumm, gak deh. Lagi gak ada film yang pengen gua tonton akhir akhir ini "
" Terus mau kemana? "
" Kalo boleh anterin ke perpusnas hehe gua lagi cari referensi Bib "
Diluar dugaan mu Bible tersenyum lebar. Dia terlihat bersemangat.
" Ayo ayo! "
Ternyata Bible suka membaca buku. Baiklah, kau akan mengingat itu dengan baik. Kalian menghabiskan banyak waktu di sana hingga tidak terasa hari mulai malam. Bible menawarkan diri untuk mengantar mu pulang.
" Boleh bentaran lagi gak Bib pulangnya? Mama masih di rumah tante soalnya. Gua males sendirian di rumah "
" Gapapa sih, tapi emangnya papa lo gak nyariin? Gua gak enak bawa anak gadisnya pergi sampe malem "
Kamu tersenyum lalu menggeleng pelan.
" Papa udah di surga "
" Abel ... sorry "
" Gapapaaa gak usah melas gitu dong mukanya hahaha "
" Yaudah beli jajan aja ya? Muter muter sampe mama lo pulang "
Kamu tersenyum, oh ... Bible baik sekali. Meski niat awalnya hanya mengantar Bible mengambil hadiah untuk adiknya tapi Bible benar-benar menepati ucapannya. Dia membawa mu pergi jalan-jalan menghabiskan waktu berdua. Bible sebenarnya tidak banyak bicara diawal tapi ternyata nyaman sekali berlama-lama dengan dia.
" Sampein salam gua buat adek lo ya "
Bible tertawa pelan lalu diam-diam menatap mu yang juga menatapnya.
" Salam dari siapa bilangnya? "
" Dari Abel temennya Bible lah, siapa lagi? Tiap gua nitip salam sama Biu pasti lo nanya gitu "
Bible tersenyum dan kamu tidak mengerti apa makna dari senyumannya itu. Sekitar pukul delapan malam Bible mengantar mu pulang. Berpamitan dengan ibu mu dan sepertinya Bible menciptakan kesan pertama yang baik.
" Rumah temennya jauh Bel? "
" Gak tau bu "
" Sopan anaknya "
Kamu mulai mempertimbangkan apa ibu mu baru saja memberi lampu hijau? Aahh, berpikir apa kamu Abel ...
Bible itu hanya teman.
Sementara itu Bible pulang ke rumah dengan senyum yang seolah tidak mau luntur dari bibirnya. Bagaimana tidak? Ia sudah mendapatkan hadiah terbaik untuk Biu. Bible akan meminta adiknya itu untuk memakai gelang pemberiannya setiap saat. Jadi kemanapun Biu pergi, Biu akan terus mengingat Bible.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated
Fanfic" Biu suka sama kakak! " " Goblok! Kita sodara! " Bagaimana jika aku menyukai mu? Tapi kita saudara. ×•×•×•×•×•×•×•×•×•× 🌜Bible x Build🌛 📍Boys Love 📍Harsh Words 📍Not Children 📍Sex #Rank : #1 bible #5 biblebiu #165 wattpad
