semakin membenci

274 22 1
                                        

Digudang belakang sekolah, disini Haram dan teman-temannya ngumpul bersama. Tak habis pikir kenapa adeknya Pharita sangat ingin membela Rora. Dia gak tau apa-apa tentang dirinya yang kenapa bisa dia membenci adiknya itu. Rasa benci didalam diri Haram kini semakin besar terhadap Rora, ternyata didunia ini masih ada yang peduli dengan Rora. Ya dia semakin membencinya

"Ram, maafin kelakuan adek gue ya. " Ucapan kata maaf keluar dari mulut Pharita dengan gak enak ajah sama Chiquita yang tadi menjambak rambutnya Haram .

Haram melirik Pharita dan berdehem" Hemm, udah gue maafin. Mungkin Chiquita ngelakuin itu karena disuruh sama Rora. Rora itu jahat dia selalu membuat gue menderita"

Asa yang mendengar itu merasa tak setuju dengan ucapan Haram. Rora tidak seperti itu dia gadis baik, sangking baiknya dia rela lakuin apapun demi orang yang dia sayang. Asa yakin itu pemikiran Haram terhadap Rora salah besar. Yang Asa dengar dari cerita adiknya Ahyeon bahwa Rora gadis yang baik namun sangat menderita dia. Itulah yang diceritakan Ahyeon padanya.

"Gue rasa Ram loe jangan terlalu benci adek loe deh" Kata Asa sambil melangkah pergi meninggalkan Haram.
Ruka dan Pharita heran kenapa Asa bilang kaya gitu.
Haram bingung " Maksud loe apa Sa?" Tanya Haram bingung.

Asa berhenti sejenak dan berkata sambil tersenyum ngeliat Haram "loe bakal tau. Tapi setelah loe kehilangan dan nyesel selama hidup loe, jadi mulai sekarang jangan terlalu membencinya itu saran gue" Ucap Asa dan pergi ninggalin mereka bertiga yang masih mencerna omongan Asa tadi.

"Maksudnya apa sih, jelas-jelas Rora itu jahat. Apa jangan-jangan Asa udah dipengaruhi oleh Rora" Kompor Ruka. Ruka itu orang suka memanas-manasi.

"Udahlah biarin ajah"  Kata Haram dia lelah sungguh hati kecil Haram ingin damai dengan Rora namun pikiran dan jiwanya seakan menolak itu. Mungkin karena rasa benci kini sudah terkumpul dalam jiwa Haram.

Disisi lain Jaemin mencari keberadaan Rora. Dia menemukan Rora bersama Ahyeon dan Chiquita Diroottop.

"Chiq, kenapa loe ngelakuin ini buat gue. Gue gak suka kalo loe kya gini. Gue yakin Kak Haram pasti tambah makin benci gue chiq. Gue harus apa sekarang? " Tangis Rora pecah saat itu juga Chiquita yang melihat itu pun menyesal apa yang dia lakukan malah membuat temannya menangis. Sungguh ini bukan kemauan Chiquita tapi hatinya lah yang ingin berbicara dengan Haram.

"Maafin gue Ra, gue gak tau gue cuma ikutin apa kata hati gue. Maaf karena gue buat loe nangis Ra" Permintaan maaf Chiquita kepada Rora.

Ahyeon tau semenderita apa temannya. Dia tau tapi apa yang bisa dilakukan dirinya hanya bisa mendampingi dan memberi semangat kepada Sahabatnya.
"Udah Ra gue tau perasaan loe, gue yakin kok suatu saat kak Haram akan ngakuin loe adiknya"

"Bisa gue bicara sebentar sama Rora. " Ucap jaemin mengagetkan mereka bertiga. Kedua sahabatnya itu mengangguk.
" Gue titip Rora ya kak. Bilangin sahabatnya ini minta maaf atas kesalahannya " Ucap Chiquita kepada jaemin dan ngeliat ke Rora berharap Rora tersenyum padanya.

"Iya" Ucap jaemin.
Mereka berdua pergi meninggalkan jaemin dan Rora

"Kenapa gak bilang?. Berapa lama bokap loe mukul loe 2,3 atau 4jam ? Gue kira saat gue nerima persyaratan bokap loe untuk ngejauhin loe dia gak akan mukul lagi. Tapi ternyata salah, seharusnya gue gak pergi ninggalin loe waktu itu. Semua ini salah gue ra, kalo ajah gue gak pergi waktu itu loe gak akan kesakitan kaya gini ra, " Tiba-tiba airmata jaemin turun. Dia akan nangis jika ngeliat Rora sakit kaya gini.
Jaemin tersenyum "pukul gue sesuka loe ra,disini gue yang salah" Tangis pecah jaemin menangis karena dia gagal untuk jadi pelindung Rora.
Baru kali ini Rora ngeliat kak jaemin sesakit ini. Cuma karena dia gagal ngejaga gue dari amukan papah. Rora memeluk kak jaemin menenangkan dalam dekapannya Rora gak tega jika ngeliat kak jaemin hancur karena dirinya.

Next LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang