Hukuman

366 31 0
                                        

Jaemin menghentikan motornya didepan rumah Rora, sebenarnya ada rasa takut karena mempulangkan Rora pada pukul 9 malam.

Rora mengetahui bahwa kak Jaemin merasa takut saat ini. Rora berusaha menenangkan
"Kakak, gak perlu khawatir. Ini kemauan gue sendiri untuk pulang jam segini, jadi kak loe gak perlu khawatir" Tenang Rora .

Jaemin menghela " Gue gak takut kalo bokap marahin gue ra, yang gue takutin bokap loe marahin loe dan berujung ngehukum loe ra. Gue gak sanggup kalo loe terluka ra" Ya jaemin mengkhawatirkan keadaan Rora disaat dirinya pergi, dia yakin 100% bahwa papahnya Rora pasti akan menghukum Rora. Seperti memukul Rora sampai tangan Rora penuh lebam.

Jaemin tidak tega meninggalkan Rora sendirian.

Prokk... Prokk... Prokk...

Suara tepukan tangan menggema di udara. Rora dan jaemin menengok kebelakang melihat siapa yang bertepuk tangan itu.
"Bagus Rora Roseanne, pulang dari sekolah bukannya langsung pulang malah pergi dengan anak sialan seperti dia" Eunwoo berucap entah alasan apa eunwoo membenci jaemin.

Rora memandang papahnya penuh kemarahan. Kenapa papahnya begitu jahat memanggil kak jaemin dengan sebutan anak sialan. Ya Rora sangat marah dia tidak Terima jika kak jaemin dikatakan anak sialan.

"Berhenti manggil nama kak jaemin dengan sebutan anak sialan pah, aku gak suka papah bilang kaya gitu. Papah gak tau apa-apa tentang kak jaemin, jadi stop bilang kak jaemin anak sialan" Amarah Rora kini memuncak dia sudah muak dengan sifat papahnya.

"Kamu berani bicara dengan nada keras seperti itu Rora, apa karena anak sialan ini. Sudah berapa kali papah bilang jauh dia Rora, papah gak suka jika kamu masih berteman dengan dia" Bentak papah eunwoo dia kini sangat marah besar.

"Masuk kedalam rumah Rora" Suruh papah eunwoo namun tak ditanggapi oleh Rora.
Sekali lagi eunwoo berteriak " Kamu tuli Rora. Papah bilang masuk kedalam rumah. Masuk Rora " Amarah papah kini memuncak.

"Jika aku masuk kedalam, papah akan mukul ka jaemin. Begitu kan? Tidak pah Rora tidak akan biarin papah mukul kak jaemin kaya waktu itu. " Teriakan Rora mampu membuat seisi rumah keluar.

"Ayok Rora kita masuk" Papah menyeret Rora namun pergelangan tangan eunwoo ditahan oleh jaemin

"Om saya mohon jangan sakitin Rora" Mohon jaemin kepada eunwoo.

"Saya tidak akan menyakiti Rora, asalkan kamu jauhin anak saya Rora" Tegas eunwoo membuat Rora menbulatkan mata tak Terima.

"Maksud papah apa? " Sahut Rora tak Terima
Jaemin kini pasrah dia harus menerima syarat dari om eunwoo. Untuk menjauhi Rora asalkan Rora tidak akan dipukul lagi karena jaemin tidak tega jika Rora harus terluka.

"Baik om saya akan jauhi Rora, tapi jika saya melihat Rora masih dihukum atau dipukul saya gak akan segan-segan bawa pergi Rora jauh dari kehidupan keluarga kalian. Ingat om kata-kata saya tidak pernah main-main" Ancam jaemin kepada eunwoo

Eunwoo memandang tajam jaemin " Kamu mengancam saya"
Jaemin menyeringai " Saya sedang tidak mengancam, tapi saya sedang melindungi orang yang saya sayang. Baiklah om saya pamit pulang " Pamit jaemin meninggal kan eunwoo.

Kenapa semuanya begini itu yang ada dipikiran Rora. Kenapa kak jaemin ninggalin dia. Rora kini semakin membenci kehidupannya. Haruskah Rora mengakhiri segalanya sekarang. Dia benar-benar lelah sekarang, orang yang dia harapkan meninggalkan dirinya sendirian. Haruskah kini saatnya dia harus pergi.

Tuhan Rora lelah. Sampai kapan ini berakhir apakah kehidupan selanjutnya dia akan bahagia. Rora hanya ingin menikmati rasa bahagia meski sebentar Tuhan.

Rasanya dia tidak layak untuk hidup sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rasanya dia tidak layak untuk hidup sekarang.

Next LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang