kebohongan terbongkar

292 19 0
                                        

Detik terus berjalan, disinilah Rosè dihadapkan dengan tuduhan itu bukan hanya sebuah tuduhan yang Tiffany katakan adalah kebenaran. Semua yang di katakan ibu mertuanya memang benar.

"Apa kamu selingkuh dari aku Rosè,? Apa yang dikatakan mamah itu benar adanya! Jawab aku Rosè kenapa kamu tega mengkhianati aku! " Bentak Eunwoo terhadap Rosè

"Iya aku memang selingkuh dari kamu, aku ngelakuin itu karena aku bosan, kamu hanya mementingkan pekerjaan. Bahkan waktu buat aku ajah kamu gak pernah ada buat ngeluangin kebersamaan kita, dalam hidup kamu hanya ada uang uang dan uang hanya kerja kerja dan kerja. Aku capek pah, aku juga pengen diperhatiin sama kamu" Air mata Rosè keluar

Euwooo memijat kening "  Siapa laki-laki itu Rosè "

"Sehun, sahabat kamu"

Eunwoo gak nyangka jika sahabatnya kini mengkhianati dirinya, dia tega berselingkuh dengan istrinya.
"Berapa lama? " Ucap eunwoo dengan nada dingin
Rosè tersenyum " 1 tahun lamanya "

Tak habis pikir selama itu rosè mengkhianati dirinya.

"Kurang ajar kamu, berani sekali kamu mengkhianati anak saya, dasar wanita tidak berguna. Seharusnya saya dulu menentang hubungan kalian. Lihatkan eunwoo! Seandainya kamu dulu dengerin kata mamah untuk tidak menikah dengan wanita sialan itu" Mamah Tiffany marah besar dia tidak Terima jika anak semata wayangnya tersakiti seperti ini.

Eunwoo memejamkan mata kepala terasa berat sekali, apa salah dari dirinya sehingga Rosè bisa bertindak seperti itu, mengkhianati cintanya.

"Aku mau cerai sama kamu Rosè, aku akan urus semuanya" Ucap final eunwoo. Mamah Tiffany tersenyum kemenangan inilah yang ditunggu dari awal memisahkan Rosè dari euwooo.

"Baiklah, tapi aku mau gak asuh Haram dan Rora jatuh ke tangan aku mas, aku gak butuh harta kamu yang aku butuhkan hanya Haram dan Rora"

"Tidak bisa Haram dan Rora akan tetap tinggal bersama aku disini."

"Apa kamu bisa merawat mereka. Mereka masih butuh aku mas butuh kasih sayang seorang ibu"

"Ada mamah yang mau merawat Haram dan Rora"

Rosè yang ga Terima jika tak asuh anak berada dalam eunwoo.

"Aku akan tetap mempertahankan Haram dan Rora, kita tunggu dipengadilan. Dan akan aku pastikan mereka berdua  jatuh ditangan aku mas" Kata Rosè penuh dengan keseriusan dia akan memperjuangkan hak asuh anaknya.

"Hahahaha.... Kita lihat ajah, kamu gak akan bisa melawan keluarga Alexander Rosè" Bukan euwooo melainkan Tiffanylah yang menjawab Rosè.

"Mamah sama papah beneran akan cerai, kenapa mah pah,? Apa karena Haram membuat kesalahan. Tolong mah pah kalian jangan cerai Haram gak mau kalo kalian cerai" Tangis pecah Haram mengetahui orang tuanya akan cerai.

"Haram, ini udah keputusan mamah dan papah. Mamah dan papah udah gak cocok lagi makanya kita bercerai. Mamah harap Haram ngerti posisi mamah dan papah sekarang" Sentuhan lembut Rosè menghapus air mata Haram namun ditepis oleh Haram.

"Ngertiin, kenapa harus Haram yang ngertiin kalian. Kenapa gak kalian ajah ngertiin Haram. Haram benci kalian. Mamah dan papah gak pernah sayang sama Haram" Ucap Haram pergi kekamarnya dia butuh ketenangan untuk saat ini

Eunwoo dan Rosè memandang Haram penuh. Ini baru Haram yang mengetahui gimana jika Rora mengetahui juga apa dia akan hancur seperti Haram. Tapi keputusan mereka tetap akan bercerai. Itu jalan terbaik bagi mereka

"Kak berhenti dialfa dulu ya... Aku mau beli beberapa cemilan dulu buat stok dirumah" Ucap Rora
Jaemin tersenyum dan mengangguk

"Oke"

Sampai dialfa Rora langsung cari cemilan buat dirumah.

"Udah segitu belinya" Kata jaemin
"Heheh udah kak. Jangan banyak-banyak gak baik buat kesehatan" Cengir Rora.

Saat mereka menuju kasih ada seorang pria menyapa Rora.

"Hai, kamu pasti Rora kan? "

" Kok om tau, aku Rora " Tanya Rora. Orang tersebut tersenyum.
"Kenalin nama om Sehun, teman papah kamu dan mamah kamu"

"Oh, ya Rora baru tau kalo om itu temannya papah dan mamah"

Rora menyambut uluran tangan sehun dan sehun tersenyum, dia akan mengambil hati Rora agar dia bisa menerima dirinya sebagai papah tirinya nanti.

" Oh ya maaf om gak bisa lama ngobrolnya. Om tinggal dulu ya bye Rora cantik, " Ucap om sehun pergi meninggalkan Rora.

"Khemm, gue dikancingin nih ceritanya. Mentang-mentang ada om-om ganteng". Sindir jaemin

Rora tersenyum " Apaan sih kak"

Setelah itu mereka berdua membayar belanjaannya dan pergi meninggalkan alfamart tadi.

Next LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang