[Hide Me]
Tuan lee menatap langit dengan sorot mata lelah dari balik jendela, tanganya terasa bergetar lemah mengingat apa yang telah ia lakukan pada anak nya
Lee haknyeon
Tuan lee menyesal ia merasa begitu kesal pada putranya yang tak pernah mendengarkan perintahnya
ia menyesal karna tak bisa mengontrol emosinya hingga dengan lancang tangan yang mulai keriput itu berani mencambuk anak kesayanganya
Bahkan kata kata yang keluar dari mulutnya pun ia terus sesali pada setiap kata yang menyakiti batin sang anak
"mmaaf haknyeon...maaf"
kelopak mata itu kini berembum siap memuntahkan penyesalannya dalam bentuk cairan
Menatap rembulan yang bersinar terang tuan lee terus meminta maaf
"sayang m-maaf, suami mu ini gagal... gagal menjaga haknyeon..gagal mendidik anak itu"
Tanganya terulur menyentuh bulan dari kejauhan, orang bilang seseorang yang telah meninggal akan menjadi bintang?
Tuan lee percaya itu namun bukan bintang melainkan rembulan, mendiang sang istri menyukai cahaya bulan
Selain itu bagi tuan lee,sang istri memang lebih cocok di umpakan sebagai rembulan karna ia hanya satu dan cukup satu seseorang yang dapat mengisi hati nya
menghela nafas panjang tuan lee kembali bergumam ia berjanji pada dirinya sendiri
Untuk menjaga haknyeon dan mendidik anak itu dengan baik sebelum ia akan melepaskan paksa tanggungjawabnya pada sunwoo, menantunya
[Hide Me]
Pagi menjelang siang haknyeon terbangun dengan suasana yang sepi,biasanya saat saat seperti ini beberapa pelayan sudah mulai merusuh dikamarnya (merusuh dalam artian beberes dan membangunkan paksa sang pemilik kamar)
Tak ambil pusing haknyeon beranjak pergi ke ruang makan dengan setelan pakaian tidurnya
Memangnya kenapa? toh itu kediamannya sendiri meskipun keturunan bangsawan ,bocah itu tipikal anak nakal yang tak suka aturan
Haknyeon mengitip sedikit dari balik pintu ruang makan, sepi
Bahkan beberapa ruangan yang ia lewati juga sepi
Kemana orang orangnya pergi?
"tuan muda?" bisikan lirih terdengar tepat disamping telinganya
"AISH!JINJJA!! bibi park kau mengagetkan ku!!"
"uhmm maaf tuan muda"
"haish, dimana yang lain bi?aku tak melihat siapapun sedari tadi"
"ahh mereka sibuk dibelakang tuan, beberapa pelayan juga sibuk membeli seserahan serta keperluan pernikahan tuan muda--"
"--lalu ayah?"
"tuan besar pergi ke pusat kota membeli hadiah langka--
--untuk pernikahanku juga??"
Bibi park mengangguk, memang betul tuan lee itu pergi pagi pagi buta untuk melakukan perjalanan jauh ke pusat ibu kota mencari hadiahh mahal untuk calon menantunya
Sungguh pengorbanan yang luar biasa, haknyeon merasa bersalah atas sikapnya kemarin
Walau sang ayah mencambuk dan memarihinya, namun ia tau betul lelaki tua itu sangat menyanyanginya
KAMU SEDANG MEMBACA
[Hide Me]
Fantasyapa itu kehidupan? bagi haknyeon hidup itu hanyalah proses perjalanan menuju akherat tak ada yang begitu istimewa dihidupnya hanya anak dari sebuah keluarga bangsawan yang terbuang anak yang tak diharapkan dan berasal dari keluarga penghianat hidup...
![[Hide Me]](https://img.wattpad.com/cover/327799946-64-k556499.jpg)