06[Hide Me]

163 27 1
                                        

[Hide Me]

Tuan lee menatap langit dengan sorot mata lelah dari balik jendela, tanganya terasa bergetar lemah mengingat apa yang telah ia lakukan pada anak nya

Lee haknyeon

Tuan lee menyesal ia merasa begitu kesal pada putranya yang tak pernah mendengarkan perintahnya

ia menyesal karna tak bisa mengontrol emosinya hingga dengan lancang tangan yang mulai keriput itu berani mencambuk anak kesayanganya

Bahkan kata kata yang keluar dari mulutnya pun ia terus sesali pada setiap kata yang menyakiti batin sang anak

"mmaaf haknyeon...maaf"

kelopak mata itu kini berembum siap memuntahkan penyesalannya dalam bentuk cairan

Menatap rembulan yang bersinar terang tuan lee terus meminta maaf

"sayang m-maaf, suami mu ini gagal... gagal menjaga haknyeon..gagal mendidik anak itu"

Tanganya terulur menyentuh bulan dari kejauhan, orang bilang seseorang yang telah meninggal akan menjadi bintang?

Tuan lee percaya itu namun bukan bintang melainkan rembulan, mendiang sang istri menyukai cahaya bulan

Selain itu bagi tuan lee,sang istri memang lebih cocok di umpakan sebagai rembulan karna ia hanya satu dan cukup satu seseorang yang dapat mengisi hati nya

menghela nafas panjang tuan lee kembali bergumam ia berjanji pada dirinya sendiri

Untuk menjaga haknyeon dan mendidik anak itu dengan baik sebelum ia akan melepaskan paksa tanggungjawabnya pada sunwoo, menantunya

[Hide Me]

Pagi menjelang siang haknyeon terbangun dengan suasana yang sepi,biasanya saat saat seperti ini beberapa pelayan sudah mulai merusuh dikamarnya (merusuh dalam artian beberes dan membangunkan paksa sang pemilik kamar)

Tak ambil pusing haknyeon beranjak pergi ke ruang makan dengan setelan pakaian tidurnya

Memangnya kenapa? toh itu kediamannya sendiri meskipun keturunan bangsawan ,bocah itu tipikal anak nakal yang tak suka aturan

Haknyeon mengitip sedikit dari balik pintu ruang makan, sepi
Bahkan beberapa ruangan yang ia lewati juga sepi

Kemana orang orangnya pergi?

"tuan muda?" bisikan lirih terdengar tepat disamping telinganya

"AISH!JINJJA!! bibi park kau mengagetkan ku!!"

"uhmm maaf tuan muda"

"haish, dimana yang lain bi?aku tak melihat siapapun sedari tadi"

"ahh mereka sibuk dibelakang tuan, beberapa pelayan juga sibuk membeli seserahan serta keperluan pernikahan tuan muda--"

"--lalu ayah?"

"tuan besar pergi ke pusat kota membeli hadiah langka--

--untuk pernikahanku juga??"

Bibi park mengangguk, memang betul tuan lee itu pergi pagi pagi buta untuk melakukan perjalanan jauh ke pusat ibu kota mencari hadiahh mahal untuk calon menantunya

Sungguh pengorbanan yang luar biasa, haknyeon merasa bersalah atas sikapnya kemarin

Walau sang ayah mencambuk dan memarihinya, namun ia tau betul lelaki tua itu sangat menyanyanginya

[Hide Me]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang