31[Hide Me]

104 20 3
                                        

[Hide Me]

Sinar jingga menyorot dari arah barat, memasuki celah jendela membuat seorang pria terpaksa mengalihkan pandangannya.

Mentari yang telah lama tak ia jumpai sinar jingganya, langit luas yang semakin membuatnya rindu akan kebebasan yang selalu ia impikan

"tuan haknyeon?"

Haknyeon menatap keasal suara, hampa adalah hal yang menimpanya karena fakta nya suara suara asing nan percakapan aneh masih terus  berputar dikepalanya

"Perkenalkan saya yeonjun dan ini istri saya soobin, tuan."

"apa tuan bisa mendengarku?" tanya soobin saat melihat orang yang diajak bicaranya hanya diam dan memandang sekitar bingung

"sayang biarkan dia istirahat dulu, kita jelaskan nanti saja" ucap lelaki tinggi satunya

Soobin mengangguk, mereka merawat haknyeon hingga lelaki itu pulih kembali. Saat dirasa yang berkaitan sudah siap mengetahui fakta maka mereka tak dapat menahannya lagi

"begini, sebelum malam kejadian  saya dan suami saya kebetulan saat itu tengah dalam perjalanan pulang. Kami bertemu lelaki yang berlari tergesa ke arah kami. Dari jauh kami sudah tahu orang itu membutuhkan bantuan, yang kami tak tahu adalah jika bantuan yang butuhkannya adalah menyelamatkan dirimu" ucap soobin

"saat itu ayah mu datang, ia berkata jujur jika ia adalah tahanan yang kabur. Tahu jika keluarganya akan dibantai dia meminta kami untuk menolongmu, awalnya tentu saja menolak namun mendengar alasannya aku tak bisa untuk tak membantu. Sebelum kembali kerumah ayah mu menitipkan surat ini" yeonjun memberikan sepucuk kertas yang terlipat rapi

Dengan gemetar haknyeon membuka kertas dengan torehan tinta hitam, membaca nya terbata karena isak mulai menganggu konsentrasinya

Lee haknyeon anak ku, ayah harap kau selamat nak. Maaf karena telah menyembunyikan fakta selama ini. Maaf ayah tak bisa membanggakan mu dan maaf karena harus membiarkanmu hidup mandiri setelah ini.

Ayah ingat sekali saat pertemuan kita dirumah bordil, tempat mu diasuh dulu. Entah bagaimana bisa anak suci sepertimu harus tinggal disana.

Apa kau ingat reaksi ibumu, saat ayah bilang ingin mengambil hak asuh atas dirimu? Ekspresinya sangat lucu dia marah bahkan mengamuk, mogok makan berminggu minggu tapi pada akhirnya dia luluh akan pesona mu nak.

Meski ibumu terkesan jahat dan tak peduli namun tanpa kau ketahui, ia sering memperhatikan mu diam diam. Egonya terlalu tinggi ia malu untuk berinteraksi

Aish mengapa jadi membahas perihal ibumu, haknyeon maaf menyembunyikan fakta ini. Meskipun kau bukan anak kandung kami tapi kau sudah kami anggap seperti anak sendiri.

Haknyeon maaf telah gagal melindungimu, melindungi ibumu, melindungi keluarga kita, melindungi para pekerja kediaman kita. Ayah orang yang payah- ayah tau jadi tolong untuk itu lupakan dendam ini

Ini salah ayah, biarkan kau hidup tanpa dendam ini nak. Rawatlah cucuku dengan baik

Haknyeon. . Ayah menyayangimu

Ah satu lagi, lingkaran dari logam dengan ukiran phoenix ditengahnya ayah rasa itu bisa menjadi petunjuk mencari keluarga asal mu nak.

[Hide Me]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang