06. Family Vacation (2)

9.6K 847 71
                                        

Hanan tidak mengerti kenapa Angga tiba-tiba seperti anak yang sedang tantrum saat cakram itu sudah ada digenggamannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hanan tidak mengerti kenapa Angga tiba-tiba seperti anak yang sedang tantrum saat cakram itu sudah ada digenggamannya. Kini keluarga Mahendra sedang menjalankan kegiatan liburan dadakan di belakang rumah. Tadinya mau ke pantai, tapi karena Radev baru saja kambuh kemarin, akhirnya mereka memutuskan untuk di rumah saja. Toh sayang juga kalau rumah sebesar itu tidak dimanfaatkan setiap sudutnya.

"Kak Hanan kan tim aku, kok cakramnya malah diambil?! Kan kita jadi kalah," ucap Angga menggerutu. Hanan hanya tertawa kikuk menanggapinya, sejujurnya ia sendiri tidak tahu cara bermain frisbeeㅡbegitupula Jovan dan Mahendra yang berada di tim lawan. Tapi, karena Angga yang memaksa, akhirnya mereka tetap main.

"Ah, gak asik! Ganti aja deh permainannya."

Angga kemudian memanggil ART untuk membawakan raket, daripada terus emosi karena timnya dan tim lawan sangat payah, Angga memilih untuk bermain badminton saja.

Ngomong-ngomong tentang Radev, anak itu sedang duduk dengan tenang disamping Ratih. Memperhatikan keributan didepannya itu dan ikut tertawa, walaupun tidak diizinkan untuk turun bermain, tapi Radev tetap menikmati liburan dadakan ini.

"Kali ini yang kalah harus traktir McD selama satu bulan full bebas pilih menu tanpa maksimal budget," ucap Angga dengan santainya membuat peraturan untuk permainan kali ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kali ini yang kalah harus traktir McD selama satu bulan full bebas pilih menu tanpa maksimal budget," ucap Angga dengan santainya membuat peraturan untuk permainan kali ini.

"Lu meras apa gimana?" Kini Jovan yang bersuara, gelak tawa tercipta setelahnya, namun Angga benar-benar serius akan ucapannya itu. Dia akan jadi sangat kompetitif kali ini. Demi traktiran McD.

Permainan badminton dimulai oleh tim Angga dan Hanan, shuttlecock mulai melambung menuju area tim lawan. Jovan dengan sigap menggerakkan raketnya dan berhasil memukul balik bola kecil itu, Angga yang berada di posisi depan langsung saja membuat perlawanan. Ini adalah permainan tim ganda, tapi Hanan dan Mahendra seolah pajangan semata karena tidak mendapatkan giliran untuk menunjukkan bakat mereka.

"Kak Hanan, servis!"

Bukannya langsung memukul shuttlecock, Hanan malah menoleh kearah Angga dengan wajah polosnya, "Servis maksudnya apa?"

Sacrifice: Askara Devan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang