Geosentris, Radev pernah mendengar tentang kata itu. Walaupun dibimbing dalam naungan rumpun matematika dan sains, tapi Sipil membawa Radev mengenal banyak istilah baruㅡyang terkadang erat kaitannya dengan rumpun sebelah, sosial humaniora.
Dalam artikel yang pernah Radev baca, geosentris menyinggung perihal bumi yang dianggap sebagai pusat alam semesta. Sedangkan jauh di halaman lain, heliosentris justru menganggap matahari adalah inti dari segala inti. Dimana diperjelas dengan hasil report dari NASA, yang entah sudah berapa kali menjelaskan bahwa bumi adalah salah satu dari sekian banyak planet yang merotasi mengelilingi matahari.
Baiklah, pemikiran barusan sepertinya sudah terlalu jauh. Radev harus sadar dimana dirinya berada saat ini, bangunan yang tak asing di mata, juga aroma yang sudah terlampau akrab di indera penciuman. Rumah Sakit, satu dari sekian banyak destinasi yang tidak pernah ingin Radev kunjungi.
Sedihnya, asma yang sudah berkembang menjadi sesuatu yang lebih merepotkan itu membuat Radev mau tak mau harus rutin memeriksakan diri. Apalagi setelah hari dimana dirinya kambuh berkali-kali.
Radev ingat bagaimana paniknya Raka saat membawa tubuh lemasnya ke Klinik, peralatan yang masih belum lengkap disana membuat Radev kesulitan sendiri. Hingga pada akhirnya, Ardhi memutuskan agar Radev tidak perlu mengikuti jalannya Mabim sampai selesai, namun tetap mendapatkan sertifikat.
Terdengar tidak adil, bukan? Tapi, mau bagaimana lagi? Mengulang kegiatan yang sama tahun depan juga tidak menjamin Radev akan lebih baik dari tahun ini. Mungkin saja lebih buruk?
"Selain rasa nyeri di bagian dada saat menarik napas, ada keluhan lain?" Tanya Farid, dokter itu tetap sibuk mencatat banyak hal disaat bibirnya tak henti mencecar Radev dengan berbagai pertanyaan.
"Itu saja, dok."
"Baiklah." Farid membenarkan letak kacamata yang dikenakannya, "Kalau nyerinya masih di batas wajar, gak apa-apa. Tulang rusuk kamu sempat retak karena kejadian tempo hari, asalkan rajin periksa dan kompres berkala, seharusnya 2 bulan lagi sudah kembali normal. Tapi, kalau nyerinya lebih dari itu, Radev mau ya buat diperiksa menyeluruh?"
"Ada indikasi lain selain asma dan penggumpalan darah?" Tanya Radev to the point, ia tidak suka basa-basi. Jika memang ada sesuatu yang salah, bukankah lebih baik untuk dikatakan langsung daripada Radev harus menduga-duga dulu?
Mengenai diagnosa penggumpalan darah yang sempat disampaikan Faridㅡdengan berkonsultasi dengan dokter neurologi sebelumnya, Radev hanya perlu rajin meminum obat, menjaga pola hidup, dan menjalani beberapa rangkaian pengobatan sekaligus memantau parameter kesehatannya.
Walaupun demikian, tetap saja masalah yang terjadi pada bagian kepala tidak bisa diremehkan. Ya, setidaknya Radev beruntung karena cidera yang didapatkannya tidak sampai membuat kepala itu mengikuti jejak si paru-paru, rusak dan manja.
Farid tersenyum lembut, "Jangan takut. Pemeriksaan menyeluruh tidak selalu berarti ada masalah serius sama kesehatan kamu."
"Kalau gitu, saya gak mau diperiksa menyeluruh."
"Ini gak akan lama, Radev."
"Saya punya hak sebagai pasien untuk menolak prosedur kesehatan apa yang bisa atau tidak mau saya jalani. Sebagai dokter, anda tidak punya hak lebih untuk memaksa. Benar, kan?"
Helaan napas terdengar, Farid menyandarkan punggungnya pada kepala kursi. Ruangan kerja pria itu ber-AC, bahkan temperaturnya cukup tinggi untuk membuat kulitnya menggigil jika tak memakai kaos tebal berlapis snelli. Tapi, anak laki-laki didepannya ini berhasil membuat atmosfer sekitar menjadi tegang dan panas.
Mood Radev sepertinya sedang tidak baik.
"Kalau tidak ada lagi yang ingin disampaikan, saya mau pulang, dok." Pamit Radev dengan sopan namun terkesan tak biasa bagi Farid. Seperti bukan Radev yang ia kenal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sacrifice: Askara Devan [END]
أدب الهواة[ Brothership, Sicklit, Angst ] ㅡ TERSEDIA VERSI CETAK Namanya Askara Devan, tapi akrab disapa Radev. Punya 2 kakak dan 1 adik, tapi semua orang memperlakukan dia berbeda karena katanya Radev itu istimewa. Kalau kata Sangga, Radev mirip kayak kaca...
![Sacrifice: Askara Devan [END]](https://img.wattpad.com/cover/341371971-64-k309494.jpg)