Karaㅡatau Askara kecil, begitulah nama panggilan yang tersemat padanya sejak Radev berkunjung beberapa hari yang lalu. Farid seolah mendapatkan kekuatan baru untuk tetap optimis, meyakini bahwa keajaiban itu benar adanya. Apalagi nama yang melekat dalam diri putera pertamanya itu sama dengan nama seseorang yang sangat ia kenal, seseorang yang juga begitu hebat dalam mengarungi segala kepahitan dalam hidupnya.
Namun, sebagus apapun doa dari sebuah nama, tetap tidak bisa mengubah takdir yang sudah ditetapkan sejak awal.
"Akhir-akhir ini kau senyum seperti orang aneh, Rid."
Farid menoleh, ia mendapati rekan sejawatnya sudah berdiri disampingnya. Reno, pulmonolog tersohor di Rumah Sakit ini karena 'katanya' ia memiliki wajah mirip artis luar. Ingin rasanya Farid tertawa dengan keras, apalagi saat mengetahui bahwa sikap pria itu tak sekeren penampilan atau caranya berjalan.
"Aku hanya sedang membayangkan jika puteraku sudah besar nanti, Kara pasti akan sangat tampan. Seperti Ayahnya."
Hampir saja Reno melempar stetoskop yang melingkar dilehernya jika ia tak ingat berapa harga benda itu, Farid terlihat menjengkelkan ketika sedang berada dalam tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
"Omong-omong tentang pasienmu, Askara Devan, kudengar dia masuk kesini lagi kemarin. Benar?" Tanya Reno yang dibalas anggukan singkat dari Farid.
"Anak itu.. Padahal kupikir pola hidupnya sudah sangat sehat, apalagi melihat keluarganya yang begitu protektif."
"Ini asma, Ren. Apa yang kau harapkan dari penyakit kambuhan seperti itu? Radev sudah kuliah sekarang, aktivitasnya lebih padat, wajar saja kalau tubuhnya mudah berontak," jelas Farid.
Setelah itu Reno tak lagi penasaran pada sosok yang selalu membuat Farid bersemangat menjalankan shift-nya. Padahal ia ingat jelas, saat masih koas dulu, stase ilmu penyakit dalam atau biasa disingkat IPD itu adalah tempat yang paling dihindari Farid. Katanya, ia malas berurusan dengan PPOK, infark, atau teman-temannya.
Tapi, Farid pada akhirnya memilih menjadi pulmonolog seperti Reno. Lucu memang manusia yang baru saja melepas masa lajang dari tahun lalu ini.
"Aku harus banyak berkonsultasi dengan Dokter Rudi nanti." Farid merangkul pundak Reno dengan iringan senyum yang mencurigakan, "Radev, kau yang urus dulu, ya? Hitung-hitung biar kau ada kerjaan."
"Hei! Memangnya kau pikir aku pengangguran?" Reno menepis lengan Farid, "Lagipula Radev belum mengenalku. Bagaimana jika dia hanya ingin ditangani olehmu?"
Farid tersenyum, "Maka dari itu, berkenalanlah."
Selepas mengatakan satu kalimat yang berhasil membuat Reno mendengus kecil, Farid segera beranjak dari sana. Ia tidak berbohong dengan informasi bahwa dokter senior bernama Rudi itu memang akan berkonsultasi banyak dengannya, mengingat kondisi Kara belum cukup stabil untuk membuat hatinya lebih tenang.
Tapi, ada alasan lain yang tersirat dari keputusan Farid menitipkan Radev untuk sementara waktu pada Reno. Sebagai dokter yang pernah kehilangan salah satu pasien favoritnya dulu, Reno harus secepatnya keluar dari masa kelam. Radev mungkin bisa mengobati perasaan bersalah Reno yang selama ini memenuhi rongga dadanya.
***
Reno rasanya hampir gila. Tepat setelah melakukan visit, seorang suster berlari terburu-buru menghampirinya, mengatakan bahwa ada pasien atas nama Askara Devan di IGD. Ah, padahal Reno sudah berencana untuk mengunjungi Restoran Padang setelah ini, tapi ternyata ada hal yang lebih urgensi dibanding mengisi perut.
Seingatnya Askara Devan itu punya asma, paling terbaru diagnosis masalah pada bagian kepala karena cidera. Tapi, kenapa anak yang selalu dibanggakan Farid ini datang dengan kondisi yang lebih buruk dari bayangan Reno? Luka dipunggungnya terlihat begitu mengerikan, pun memar pada bagian dada. Jelas ini bukan hal yang baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sacrifice: Askara Devan [END]
Fanfiction[ Brothership, Sicklit, Angst ] ㅡ TERSEDIA VERSI CETAK Namanya Askara Devan, tapi akrab disapa Radev. Punya 2 kakak dan 1 adik, tapi semua orang memperlakukan dia berbeda karena katanya Radev itu istimewa. Kalau kata Sangga, Radev mirip kayak kaca...
![Sacrifice: Askara Devan [END]](https://img.wattpad.com/cover/341371971-64-k309494.jpg)