Liya menyiapkan makanan untuk makan malam nanti bersama sang suami. Ia suka melayani suaminya hingga membuat suaminya bahagia. Masakannya selesai disajikan di meja makan bersamaan dengan suara deru mobil yang ia kenali sebagai suara mobil suaminya.
Ia pun melepaskan celemek dan berlari menyambut suaminya. Keduanya berpelukan dan Edelson mencium keningnya seperti biasa.
"Kau pasti lelah kan? Aku sudah memasak banyak makanan untukmu," ucap Liya sambil membawakan tas kerja suaminya dan membantu melepaskan jas beserta dasi suaminya. Keduanya berjalan masuk ke kamar sambil berpelukan mesra.
"Ya, aku sangat lelah. Aku tak sabar mencicipi masakan istriku yang lezat," jawab Edelson setengah berbohong. Ia tak lelah karena seharian ada di apartemen bersama Alma, tapi ia jujur saat mengatakan masakan Liya memang lezat.
"Kau mau makan atau mandi dulu?"
"Mandi."
"Oke, aku siapkan air hangatnya dulu," ucap Liya bergegas masuk ke kamar mandi. Edelson hanya bisa diam dengan tatapan bersalah menatap istrinya yang begitu telaten mengurusnya. Andai ia bisa merasakan gejolak gairah yang sama dengan Liya seperti saat ia bersama Alma. Maka, ia tak akan menduakan wanita sebaik dan setulus Liya.
[][][][][][][][][][][]
Suara dering ponsel membuat Liya menoleh ke arah ponsel suaminya, ia yang sedang memilih pakaian ganti suaminya langsung menaruh pakaian itu ke kasur. Ia pun mengambil ponsel suaminya dan melihat pesan masuk dari Kemal, asisten suaminya.
Tanpa ragu Liya membuka isi pesan tersebut, dari awal pernikahan Edelson tak pernah membuat batasan privasi sehingga Liya tak perlu izin membuka ponsel suaminya. Hal itu juga yang membuat Liya begitu percaya pada suaminya.
Saya sudah menghubungi desainernya dan sudah membayar untuk pembuatan kalung berlian liontin angsa, Pak.
Liya melihat gambar desain kalung yang dibicarakan asisten suaminya dan langsung jatuh hati pada gambar tersebut, pasti kalung aslinya sangat indah. Ia langsung menduga bahwa kalung ini untuknya karena Edelson tak memiliki anggota keluarga wanita selain dirinya dan untuk sebuah hadiah rekan kerja maka kalung ini sangat mahal.
Ia pun baru ingat jika besok adalah hari ulang tahun pernikahannya dengan Edelson yang kelima tahun. Bagaimana bisa melupakan hal ini padahal Edelson sudah mempersiapkan kejutan untuknya? Ia juga akan membuat kejutan untuk suaminya dan menjadikan besok adalah hari paling bahagia untuk mereka berdua.
[][][][][][][][][][]
Liya mengetahui bahwa suaminya tak suka keramaian sehingga mereka tak pernah merayakan hari ulang tahun pernikahan dengan mewah. Ia pun merencanakan makan malam berdua di kapal pesiar untuk nanti malam. Ia sudah menghubungi Ankara untuk persiapan kapal dan sudah memerintahkan beberapa bawahannya untuk mendekorasi kapal seindah mungkin. Perihal makanan, ia sudah memesan koki terbaik di kota ini untuk membuat menu makan malam nanti. Hari ini ia sibuk berbelanja pakaian, sepatu, tas, dan aksesoris untuk dirinya agar tampil cantik di hadapan suaminya.
Walaupun terik matahari membuatnya berkeringat, ia tetap semangat mendatangi kantor suaminya untuk membicarakan acara makan malam nanti. Ia mengerti jika suaminya adalah orang sibuk sehingga ia tidak bisa langsung mengajaknya pergi. Ia harus menentukan jam yang sesuai dengan jam kerja suaminya.
"Kemal, Bapak ada di dalam?" tanya Liya pada asisten sekaligus sekretaris suaminya. Melihat Kemal membuat Liya teringat akan kalung berlian berliontin angsa yang akan Edelson berikan padanya. Ia jadi tak sabar, namun ia harus menahan diri untuk tidak bertanya pada Kemal perihal kalung itu.
"Bapak lagi meeting, Bu. Lima menit lagi selesai."
"Oke, saya tunggu di dalam ya."
Kemal mengangguk dan Liya pun masuk ke ruang kerja suaminya. Ia melihat sebuah kotak perhiasaan berwarna merah ada di meja kerja suaminya. Saat ia buka, ternyata isinya adalah kalung berlian berliontin dua angsa. Ia menatap kagum pada kalung berlian tersebut dan mencoba memakainya.
Edelson pun datang dan terkejut saat melihat istrinya sudah memakai kalung untuk Alma. Ia lupa menyimpan kotak kalung itu setelah Kemal memberikannya. Ia mencoba tetap tenang dan mendekati istrinya.
"Liya," panggil Edelson dan membuat Liya menoleh ke arahnya dengan tatapan kaget.
"Astaga, Edelson. Maaf, aku membuat kejutanmu berantakan. Aku sudah berusaha menahan diri untuk tidak membahas kalung pemberianmu ini, tapi aku tak bisa menahan lagi untuk mencobanya. Kalung ini sangat indah dan aku sangat suka. Selamat ulang tahun pernikahan, Sayang," ucap Liya dengan senyum lebar lalu memeluk Edelson yang diam mematung.
Edelson tak menyangka jika Liya akan berpikiran kalung itu untuknya. Ia bahkan tak ingat hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka. Awalnya ia sempat bingung mau berbohong apa soal kalung tersebut namun ia tak perlu berbohong karena Liya tak mempertanyakan mengenai kalung itu. Ia pun berakting seakan ia kesal dengan istrinya.
"Harusnya kau menahan diri, Sayang. Aku ingin membuat hari ulang tahun pernikahan kita menjadi hari penuh kejutan untukmu."
"Tak perlu kejutan karena aku sudah menyukai hadiahmu. Aku juga berencana membuat kejutan untukmu dengan makan malam berdua. Kamu bisa kan?"
Edelson langsung mengangguk setuju. Liya pun pamit pulang karena harus menyiapkan makan malam mereka dan membawa kalung tersebut beserta kotaknya. Sekarang, Edelson harus memikirkan kebohongan apa yang ia berikan pada Alma yang sudah menunggu hadiah darinya berupa kalung berlian berliontin dua angsa.
[][][][][][][][][][][]
Tangerang, 15 Mei 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Mutiara Hitam
RomanceAlmaretha atau Alma, gadis yatim piatu yang hidup sebatang kara setelah keluarga mendiang ibunya membuang ia ke panti asuhan. Di dunia ini, tak ada yang ingin menjadi pemeran jahat, namun Alma terpaksa melakukannya. Ia terpaksa menjalin kasih denga...
