Part 6

462 53 2
                                        

*** 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*** 

Sebuah Pajero Sport Putih tampak memasuki pelataran rumah mewah milik Presiden RI, Jeremy Airlangga. Setelah mobil benar-benar berhenti, dari pintu depan keluar dua orang pemuda. Sesaat setelahnya, satu pemuda lagi menyembul dari pintu belakang.

"Tuh anak pasti molor. Yuk masuk!" Pemuda tampan bernama Rasya itu mengajak kedua temannya untuk segera masuk kedalam rumah mewah tersebut. Maxime dan Digo mengangguk, lalu mengikuti langkah Rasya dari belakang.

......

"Selamat sore, Tante." Maxime tersenyum lebar saat Ibu Maia menyambut kedatangan mereka di depan pintu utama. Kemudian ia setengah membungkuk mencium tangan Ibu Maia. Hal tersebut juga dilakukan oleh Rasya dan Digo.

"Sini masuk." Ajak Ibu Maia, lalu membawa ketiga pemuda tampan itu masuk kedalam rumah.

"Al, ada kan Tante?" Gumam Digo bertanya. Ibu Maia tersenyum, lalu mengangguk.

"Ada sayang. Tuh lagi dikamar."

Sore itu, ketiga pemuda tampan itu memutuskan untuk berkumpul-kumpul di kediaman Al. Atau, lebih tepatnya di kamar Al. Di samping untuk sekedar ngumpul ala anak-anak muda, kamar Al yang cukup besar dengan fasilitas lengkap membuat teman-temannya betah berada disana. Sebenernya Verrel juga berniat pergi ke rumah Al bersama teman-temannya, tetapi baru saja ia akan pergi, sekretarisnya dari kantor menelfon memberitahukan bahwa cliennya dari Jerman sudah tiba di indonesia dan ingin langsung bertemu dengannya. Membuat Verrel mau tak mau harus membatalkan janjinya pada teman-temannya.

Rasya mengamati wajah malaikat Al yang tengah tertidur pulas dengan memeluk guling. Wajahnya tampak damai, tenang dalam tidurnya. Di akui Rasya, sahabatnya yang satu ini memang sangat tampan. Melebihi ketampanannya. Tak heran jika selama ini banyak kaum hawa yang memuja-muja Al.

"Jadi nggak tega gue ngebangunin nih anak. Pules banget tidurnya." Kata Rasya, masih terus mengamati Al yang tengah terlelap.

"Gue jadi ikutan ngantuk liat Al molor. Bobok juga ah." Ucap Digo seraya membaringkan tubuhnya di samping Al yang masih terlelap. Rasya dan Maxime sama-sama menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu yang memang memiliki hobby tidur.

Rasya memutuskan untuk bermain PlayStation bersama Maxime sambil menunggu dua orang itu bangun dari tidurnya.

......

Al terbangun dari tidurnya. Suara tawa dari Rasya dan Maxime telah mengusik tidurnya. Ia menggeliatkan badannya. Matanya tampak mengerjap beberapa kali sebelum kemudian terbuka lebar. Al menoleh ke samping kirinya, tampak Digo masih terlelap. Ia tak tahu sahabatnya itu sudah seberapa lama tidur bersamanya. Kemudian, Al duduk di tepi ranjang menatap kedua sahabatnya yang tengah bermain PlayStation. Dengan jahilnya, Al melemparkan satu bantal ke arah dua orang sahabatnya yang sudah mengusik tidurnya.

"Aduh!" Maxime mengaduh kesakitan. Mengusap-usap kepalanya saat bantal Al mendarat sempurna di kepalanya. Ia menoleh, dan mendapati Al tengah duduk di tepi ranjang dan menatapnya datar.

"Ck! Al, sakit nih."

Protesan Maxime tidak diperdulikan Al. Ia malah meraih ponselnya untuk menghubungi sang kekasih. Entah kenapa ia terus memikirkan wanita itu. Al khawatir setelah melihat Yuki menangis di mobilnya siang tadi. Dan ke khawatiran Al semakin bertambah saat mendapati semua nomor Yuki dalam keadaan tidak aktif. Ia pun memutuskan keluar kamar untuk menemui Mamanya.

Al berjalan menuruni anak tangga. Tangan kirinya tersimpan dalam saku celana pendeknya, sementara di tangan kanannya masih memegang ponsel. Ia masih terus mencoba menghubungi kekasihnya, namun lagi-lagi suara operator itu memberitahukan bahwa nomor sedang tidak aktif.

"Mama.." Al menghampiri Mama Maia yang pada saat itu tengah menonton televisi di ruang tengah.

Mama Maia menoleh. "Ya sayang.."

"Mama sibuk?"

......

Al tengah berada di ruang keluarga bersama Maxime, Rasya, dan juga Digo. Ia masih menatap layar ponselnya, menunggu sang Mama memberi kabar. Beberapa saat yang lalu ia menyuruh Mama Maia untuk memastikan keadaan Yuki. Al takut terjadi apa-apa dengan kekasihnya yang sejak tadi menon-aktifkan ponselnya. Mama Maia yang kebetulan sedang tidak ada kesibukan, menuruti perintah putranya.

Al tersentak ketika tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan. 'Mama' tertera di layar ponsel. Al langsung menempelkan benda pipih itu ke telinganya setelah sebelumnya menekan tombol jawab. Suara Mama Maia langsung terdengar.

"Sayang, Yuki sakit. Ini Mama lagi di Rumah Sakit sama Tante Natasha." 

*** 

2023-

story, alkivers mom's  

Inilah AkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang