OC | Masih Pagi Udah Ribut

2.3K 102 0
                                        

Dorrr

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dorrr.....

Kaget ga? Engga ya?

Juno ga peduli, yang penting Hanif yang lagi nangkring di dekat pintu kaget.

"Jancok, gue lagi push rank," Hanif mencak-mencak. Juno sebagai pelaku kejahilan cekikikan sambil berjalan ke bangkunya, sedangkan Listya hanya geleng-geleng kepala lihat tingkah kekasihnya.

Kalau tanya gimana Juno sama Listya ini bisa jadian, sini biar gue jawab.

Juno sama Listya itu satu komplek, selama sekolah pasti selalu satu kelas sampai sekarang pun. Mereka pun akhirnya akrab dan jadi sahabat. Hal itu bikin Juno mikir kalau mungkin Listya memang jodohnya, soalnya selalu dipertemukan sama dia apapun keadaannya.

Jadilah, Juno nembak Listya di dekat gudang sekolah di hari terakhir mereka ujian. Sengaja pas ujian udah selesai, biar ga ada alasan, "kita putus ya, aku mau fokus ujian" tapi syukurnya, Listya mau-mau aja.

Kalau kalian pikir sikap Juno ke Listya jadi berubah, ya ada berubahnya, ada engga nya. Juno emang bucin, tapi ga pernah dikentarain. Tapi seringnya jahil ala-ala orang lagi PDKT.

"Iseng banget lo, Jun," kata Haris begitu Juno duduk diseberang bangkunya.

"Abisnya, dia ngapain nangkring didepan? Kalau mau push rank 'kan bisa dimari, kaga perlu nangkring di depan," jawab Juno seadanya, habis itu melirik Listya yang udah mulai gibah sama Chika. Padahal dia mau godain pacarnya, eh ternyata gibah adalah prioritas.

Beralih ke Juno, sekarang ada Yanu yang lagi adu bacot sama Eric. Mereka mau ngontrak Ismail buat ngajarin tugas yang bakal dikumpulin besok. Harus minta diajarin sekarang biar ga kelabakan. Tenang aja, Ismail yang ini ga bakal ngomong due seringgit.

Masalahnya, mereka tuh ga bisa belajar bareng. Apalagi modelan Yanu sama Eric, bisa-bisa kepala Ismail pecah. Sedangkan Bagas belum datang, kayaknya melipir dulu ke ruang guru buat bahas olimpiade.

Sebenarnya udah ada Arin sama Clara, tapi mereka ga enak kalau minta diajarin dan cuma berdua aja. Takutnya malah kena fitnah. Eric sih suka kalau dirumorin sama Arin, tapi dia takut dipelototin para pengabdi Arin kalau sampai ketahuan.

"Gue datang duluan, Nu, harusnya lo sabar!" kata Eric sambil narik Ismail buat ikut dia.

"Apaan? Gue udah ngechat Ismail dari semalam," Yanu tak terima, balik menarik tangan Ismail yang satunya.

Jadilah karena keduanya tak mau mengalah, Ismail ditarik kesana-kemari kayak boneka.

Ismail bukan boneka boneka boneka

"Woyy, kasihan Ismail!" bentak Asa yang membuat Yanu dan Eric berhenti memperebutkan Ismail, yang diperebutkan nampak kliyengan.

Asa sebel, bacotan Eric sama Yanu mengganggu aktifitas gibahnya karena mereka bertengkar pas disebelahnya. Kasihan juga lihat Ismail yang cuma pasrah, padahal 'kan dia bisa teriak biar Eric sama Yanu berhenti.

OUR CLASSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang