OC | Edisi Malam

700 62 0
                                        

Tak terasa bahwa hari sudah semakin malam, pentas seni sudah terlaksanakan, sekarang tinggal acara puncaknya, yaitu menyanyi bersama dengan band kampus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak terasa bahwa hari sudah semakin malam, pentas seni sudah terlaksanakan, sekarang tinggal acara puncaknya, yaitu menyanyi bersama dengan band kampus.

Anak cewe IPS 1 nampak tidak betah disana, mereka memutuskan untuk pergi sesaat sebelum penampilan band dimulai, lebih memilih untuk pergi ke sebuah tempat makan lesehan yang bisa menampung 33 orang rusuh itu. Yang laki mah nurut aja.

Ternyata, festivalnya tak seseru yang mereka harapkan.

"Bu, saya lelenya yang mirip Yischa," teriak Hasan mengutarakan pesanannya. Seperti kata Javin, pesanan Hasan itu tidak ada yang normal.

Iya, mereka sekarang ada di warung lalapan.

Teriakan Hasan barusan mendapat lemparan tissue yang digumpal oleh Yischa, seenaknya saja dia disamakan dengan ikan lele.

"Perasaan lo daritadi pake lipstik mulu," komentar Samuel melihat kegiatan Chika yang lagi-lagi memoleskan produk bibir ke bibirnya sendiri. Ya masa ke bibir doi??

"Apasih lo? Iri ya?"

"Dih, iri? Sorry, iri ga bikin kenyang," sahut Samuel dengan mukanya yang dibikin se-cool mungkin.

"Lo suka sama Chika, ya, Sam?" tuduh Hanif sekenanya.

"Apaan, anjing? Tiba-tiba banget?"

"Lha terus kenapa berantem mulu?"

"Kalian tuh ya," celetuk Hani nimbrung, "Yoel bantuin Arin dibilang suka, Samuel sama Chika berantem mulu dibilang suka. Ga sekalian tuh Yanu sama Eric?" lanjutnya.

"Gue normal, bangsat!" ketus Eric penuh emosi.

"Gue diem doang padahal." sambung Yanu yang lagi mainan sedotan. Kalau sedotan habis, Yanu adalah pelakunya.

"Padahal yang jelas suka itu gue ke Listya," celetuk Juno sambil ngangkat-ngangkat alisnya buat menggoda sang pacar. Sedangkan Listya sengaja duduk jauhan dari Juno karena malas.

Yang lain hanya bisa berjulid sambil menahan untuk muntah di muka Juno.

"Kalian kenapa sih ga pernah ngecengin gue sama Listya? Kan gue mau salah tingkah karena dicengin," protes Juno yang ga peduli sama tatapan julid anak-anak. Udah biasa dia ditatap begitu, Juno anggap itu tatapan kasih sayang.

Tapi maaf, sayangnya Juno cuma ke Listya.

Ahiyakkk....

Iri 'kan lo pada?

Juno nih, si paling punya pacar.

"Lo mau dicengin, Jun?" tanya Eric yang dibalas anggukan oleh Juno.

"Kalo udah pacaran, ga bisa dicengin. Satu-satunya cara adalah kalian putus, baru gue cengin gamon," sambungnya santai.

"Matamu!"

Jujur, anak sekelas tuh ga pernah sekali aja ngecengin Juno sama Listya, meskipun mereka pacaran. Pertama kali masuk tuh mereka ga mungkin langsung bilang ke yang lain kalau mereka pacaran, jadi yang dilihat pertama kali adalah Juno godain Listya tapi ga dianggap sama yang cewe. Pas tahu kalau ternyata mereka udah pacaran, Eric langsung mendirikan komunitas Juno dan Listya putus.

OUR CLASSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang