OC | Pak Damar Bangga

590 52 0
                                        

Upacara telah dilaksanakan, sekalian pembagian piala bagi para pemenang lomba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Upacara telah dilaksanakan, sekalian pembagian piala bagi para pemenang lomba. Sejujurnya, IPS 1 ga pernah berekspetasi akan mendapat piala sebanyak ini.

Untuk lomba basket dan lomba tarik tambang telah diketahui pemenangnya. Sedangkan untuk lomba akademik dan lari estafet, mereka hanya mengira-ngira.

Juara dua lomba pidato, juara pertama lomba cerdas cermat, juara tiga lomba tartil Qur'an, juara pertama lomba debat Inggris, juara pertama lomba basket, dan juara kedua lomba tarik tambang.

Awalnya mereka pikir hanya akan menyimpan dua piala saja.

Selain panen penggemar, mereka juga panen piala.

"Bapak bangga sama kalian," ucap pak Damar yang berdiri di depan kelas. Wajahnya seolah dibuat melas, terharu dengan pencapaian anak didiknya.

Beliau adalah wali kelas IPS 1, guru paling sabar yang merelakan dirinya dibully oleh murid-muridnya yang gilanya melebihi batas kemampuan orang gila

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beliau adalah wali kelas IPS 1, guru paling sabar yang merelakan dirinya dibully oleh murid-muridnya yang gilanya melebihi batas kemampuan orang gila.

Beliau ini kocak juga sebenarnya, salah satu dari jajaran guru terfavorit di sekolah, kalau ngelawak garingnya kerasa sampai dalam. Konon katanya beliau sahabatan sama pak Jamal. Bedanya, beliau ini udah nikah, punya anak satu. Pas pertama masuk sekolah, beliau bilang anaknya mirip Raffi.

Curiga kalau anaknya pak Damar itu beneran Raffi. Soalnya gitu-gitu pak Damar juga lumayan hobi ngegas.

"Ditraktir apa nih, pak?" tanya Hasan gatau diri. Bukannya mendengar pidato pak Damar, malah minta traktiran. Padahal kemarin sudah ditraktir sama Yanu, ternyata masih kurang.

"Karena kalian membuat bapak bangga, maka saya akan mentraktir kalian sesuatu yang akan membuat kalian sangat senang," ucap pak Damar yang membuat seisi kelas langsung heboh, meski sedikit ada perasaan tidak enak.

"Apa itu, pak?" tanya Giselle penuh semangat. Berharap pak Damar akan mentraktir makanan super enak yang tak pernah ia makan sebelumnya.

Tapi makanan apa yang belum pernah ia makan, ya? Makanan India yang diobok-obok pun pernah dia coba.

"Jam pelajaran tambahan."

Hening, hanya suara gagak yang mendadak lewat depan kelas serta suara detikan jam yang terdengar.

OUR CLASSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang