🌟🌟

68 2 0
                                        

Pagi itu baekhyun bangun sedikit terlambat, ia melirik ke arah sehun biasa nya terlelap namun tempat itu sudah kosong. Baekhyun memandang keluar jendela dan menghela. Mungkin ia akan keluar kamar dan sudah di pastikan akan bertemu dengan orang yang sangat tidak ingin ia temui, siapa lagi jika bukan park chanyeol. Pasal nya yang baekhyun dengar chanyeol mengambil libur tuk beberapa hari kedepan setelah makan malam yang kacau malam itu.
Bisa saja baekhyun mengabaikan nya. Tapi ia takut chanyeol akan nekat menyentuhnya seperti kejadian waktu itu. Untung saja ada sehun, kalau tidak.. Baekhyun menggeleng celengan kepala nya berusaha menghapus kejadian itu dari otak nya.
"Aigoo.. Apa yang harus aku lakukan tanpa sehun... Apa bener sehun sudah berangkat ke kantor lebih dulu? Aissshhh" baekhyun mengusak rambut nya kasar.
"Heii... Kau bisa menyakiti kepala mu jika begitu nona manis" suara itu, suara yang baekhyun harapkan masih ada di rumah ini. Tanpa pikir panjang baekhyun beranjak dari tempat tidur nya dan lansung menghambur ke pelukan si pemilik suara itu.
"Aigooo... Apa kau sudah sebegitu merindukan ku, eum?? " goda si pemilik suara. Bukan nya menjawab baekhyun malah tambah menenggelamkan kepala nya di dada bidang si pria. Menghirup aroma vanila mint yang segar. Mengapa rasa nya sangat hangat, bolehkah ia egois untuk memiliki pria ini? Bisa kah baekhyun menyingkirkan posisi luhan dihati pria ini? Dan apa perasaannya pada chanyeol sudah benar benar habis tak bersisa hingga menumbuhkan benih getaran yang baru karna pertemuan mereka yang intens..? Segala pertanyaan itu terus saja berputar di kepala baekhyun akhir akhir ini.
"Sehun-ssi... Bisakah aku menggeser posisi kekasih mu itu dari hati mu? " ujar baekhyun masih setia memeluk sehun. Sehun hanya terdiam, ia sedikit kaget dengan pertanyaan baekhyun, ini sudah berjalan 5bulan setelah pernikahan itu dan baru saat ini baekhyun berkata seperti itu. Apakah baekhyun sudah mencampakkan chanyeol dari hati nya? Apa itu tidak terlalu cepat? Atau baekhyun hanya menjadikan nya pelarian nya saja?
"Aa... Seperti nya tidak bisa ya.. Beruntung sekali luhan, memiliki kekasih yang sangat setia kepada nya.. " lanjut baekhyun lalu mencoba melepas pelukan nya dari sehun, namun dengan segera sehun menghentikan upaya baekhyun dan menarik nya kembali ke pelukan nya.
"Hmm... Bukan kah aku belum menjawab nya, Baek? " baekhyun terdiam, ia membalas pelukan itu. Menutup kedua mata nya, menikmati kehangatan di sana. Sehun tersenyum, entah kenapa ia merasa sangat bahagia saat hal sederhana yang baekhyun lakukan saat ini.
"Coba lah untuk menggesernya jika kau mampu, eum.. Tidak ada salah nya mencoba kan? Lanjut sehun lagi, baekhyun mendongakan kepala nya menatap wajah sehun mencoba mencari kepastian apa yang ia dengar salah atau tidak. Sehun menunduk mendapati wajah puppy baekhyun. Sehun tersenyum lalu mengecup singkat bibir baekhyun. Seketika mata bulan sabit itu membola.
" pleetaaakkk"
"Yak... Sakit Baek... " teriak sehun ketika jidat mulus nya di sentil oleh baekhyun.
"Itu karna kau mencium ku dengan lancang tuan oh sehun-ssi"ujar baekhyun dengan tatapan tajam
" apa kau lupa jika kau istri ku,, bahkan aku bisa melakukan hal yang lebih jika aku mau Baek.. "Balas sehun yang masig setia menggosok jidat nya yang sakit.
" yakkk.. "
"Ahh.. Wae?aku benar bukan? Lagian ini sudah 5bulan dan aku belum mendapatkan nya Baek... " sehun nampak nya sudah mulai menggoda baekhyun, ia suka melihat wajah kesal baekhyun itu lucu dan menggemaskan menurut sehun. Baekhyun mendengus dan melepaskan diri dari sehun.
"Ckk... Aku menyesal sudah mengatakan nya,sehun-ssi.. Haiisss.. Jika tau jawaban mu akan seperti itu aku tadi malas memeluk mu" ujar baekhyun lalu Memberengut kan bibir nya.
"Berhentilah bersikap menggemaskan Baek... Atau kau mau aku mencium mu lagi, eoh? "
"Yakk oh sehun.. "
"Wae? "Jawab sehun lalu tertawa. Baekhyun mencebik dan menghentak kan kaki nya. Karna sehun terus menertawakan nya, baekhyun pun melenggang pergi memasuki kamar mandi dengan perasaan sedikit kesal dan.... Bahagia mungkin...
" aigoo.. Kau menggemaskan Baek... Dan aku berharap kau bisa benar benar menggeser posisi luhan di hati ku, karna aku pun sudah lelah bertahan dengan nya, Baek... "Gumam sehun sambil melihat punggung baekhyun yang menghilang di balik kamar mandi.

**
Chanyeol membanting segala benda dari atas nakas nya, ia begitu marah dan kesal. Ia tak habis pikir dengan apa yang dilihat nya barusan, baekhyun memeluk sehun, mereka saling tersenyum dan bahkan sehun mengecup bibir baekhyun. " aarrrgghhh" erangan frustasi keluar dari mulut chanyeol. Chanyeol memijit pangkal hidung nya, ia mencoba menenangkan diri $an memikirkan cara bagaimana baekhyun bisa kembali kepelukan nya. Bagaimna baekhyun bisa kembali dekat dengan nya seperti dulu.
"Aku akan merebut mu kembali Baek... " ujar chanyeol dengan mata tertutup.

"Kriiinngggg... " suara ponsel chanyeol membuyarkan segala lamunan nya.
        "Rose calling... "
"Ya halo... " chanyeol mengangkat panggilan telepon dari rose.
"Pagi, chan... Apa kau ada waktu luang? ".jawab rose dari sebrang
" ada apa, rose? "
"Aku hanya ingin kau berkunjung ke rumah kitaa sayang.. Yuan nampak nya sudah merindukan mu.. "
"Eoh benarkah? Atau jangan jangan eomma yuan yang merindukan ku dan jugaa... "
"Aisshhh chanyeol... Ya kau benar, aku pun merindukan mu dan junior mu itu.. Puas? "
"Haha... Baiklah aku akan kesana".chanyeol pun mengakhiri panggilan itu. Bibir yang awal nya tersenyum kini kembali tertutup, menampakan wajah yang sangat menakutkan.
" baiklah.. Mungkin aku memang harus bertemu dengan mereka,aku pun sudah merindukan yuan. "Chanyeol lalu bergegas keluar dari kamar nya.
Setiba nya chanyeol di ruang tamu ia bertemu pandang dengan baekhyun, nampak nya baekhyun sedang menonton drama kesukaan nya di TV. Tidak ada sehun di sana, chanyeol pun mendekati baekhyun yang sudah nampak tertekan .
" jangan mendekat o-oppa.. " larang baelhyun, namun bukan nya berhenti chanyeol malah semakin mendekat dan meraup bibir si mungil.
"Eumm.. Op-pa le-epptt lepaskan" baekhyun terus meronta dan mendorong chanyeol agar menjauh dari nya. Tapi usaha nya sia sia, chanyeol tambah memperdalam ciuman nya pada baekhyun. Tangan kanan nya is gunakan untuk menahan pergerakan baekhyun dan yang kiri ia gunakan untuk meraih tengkuk baekhyun agar ciuman itu tak terlepas. Saat baekhyun sudah mulai melemah, tangan kanan nya ia pindahkan ke gundukan kenyal milik baekhyun. Baekhyun tak bisa berbuat banyak , ia kehabisan tenaga badan nya pun sudah terhimpit di sudut sofa. Yang ia lakukan hanya menangis dan merapalkan nama sehun. Chanyeol perlahan setiap kancing baju yang baekhyun gunakan. Karna jumlah kancing baekhyun hanya tiga di atas itu mempersulit chanyeol dalam membuka nya. Jadi tanpa pikir panjang chanyeol menarik baju baekhyun hingga tersobek dan menampakan tubuh mulus baekhyun. Chanyeol melepas ciuman nya,
"Ku mohon jangan lakukan ini pada ku oppa.. " pintar baekhyun dengan air mata yang terus mengalir.
"Maka kembalilah pada ku Baek... Atau aku akan menanamkan benih ku pada mu" ancam chanyeol
"Ku mohon oppa.. Jangan seperti ini.. Hikss... Kau lah yang membuat keadaannya seperti ini.. Hikss.. Andai kau tak bermain gila di belakang ku oppa.. Hikss.. Hingga kau membuat nya hamil oppa.. Hiks.. Hikss... "
"Hal itu bisa ku tangani nanti setelah kau kembali pada ku Baek... Jadi kembali lah pada ku eumm? "
"Ani oppa... Aku istri sehun.. Adik mu oppa.. Hiks hikss... Jadi ku mohon oppa lepaskan aku.. Hiks... Relakan lah semua nya.. "
"Plaaaaakkkkkk" chanyeol mulai emosi hingga menampar pipi putih baekhyun. "Kau ITU MILIKKU.. HANYA AKU YANG BOLEH MEMILIKI MU BYUN BAEKHYUN" bentak chanyeol membuat baekhyun sangat ketakutan, chanyeol pun kembali meraup bibir baekhyun dengan kasar, baekhyun kembali meronta, namun hasil nya sama saja.
"SRAAAAKKKK"  pakaian bawah baekhyun di robek oleh chanyeol. Hingga hanya tersisa bra dan celana dalam baekhyun sajja. Baekhyun hanya merapalkan nama sehun yang tadi pergi menjemput ibu mertua nya di airport. Berharap sehun datang menyelamatkan nya. Chanyeol menyeringai melihat keindahan tubuh baekhyun.
Putih mulus seperti porselen tak ada cacat sedikit pun.
"Kau tau baekhyun... Kau sangat indah... " decak chanyeol kagum.
"Ku mohon oppa... Hentikan kegilaan mu ini" pintar baekhyun kembali, namun bukan nya berhenti chanyeol malah membuk kaos yang ia pakai hingga terpampang lah dada atletis milik chanyeol. Chanyeol mencumbu baekhyun dengan ganas nya, ia tidak ingin melewatkan setiap inci dari tubuh baekhyun, sementara baekhyun hanya terisak pilu, apakah ini akhir dari semua nya..?
"Sehun.. Tolong aku sehun-a... Jebal .. Hiksss.. Hikss.. Jebal hun-a.. " jerit baekhyun dalam hati nya..
***

        ᑲᥱᥲᥙ𝗍ᥡ ᥕі𝖿ᥱCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang