Baekhyun membuka mata nya perlahan, memandang hamparan plafon putih dan menghirup aroma pinus yang sangat menyengat di hidung nya. Ingatan nya berputar ke beberapa waktu lalu sebelum ia tersadar di ruangan ini.
Langsung saja ia menegakkan badan nya dan mencabut selang infus di tangan nya, ia berlari keluar mengabaikan perawat yang beberapa kali memanggil nama nya.
Bola mata nya bergerak kesana kemari mencari keluarga nya atau bahkan orang yang ia kenal untuk menanyai di mana dan bagaimana keadaan suami nya.
Hingga mata nya mengunci satu sosok di ujung lorong sana yang sedang duduk dengan tatapan mata yang kosong.
Dengan segera ia berlari dengan sisa tenaga di tubuh nya.
"Oppa.. " panggil nya pada sosok itu.
"Baek.. Kau sudah sadar.. "
"Ya.. Dimana suami ku?? "
"Ada di dalam baek.. "
"Aku ingin melihat nya.. "
"Tidak baek.. Jangan.. Dokter sedang melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nya baek tenang lah.. " cegah sosok itu sambil memegangi lengan baekhyun karna baekhyun terus memaksa untuk masuk kedalam ruang operasi.
"Tapi oppa... Suami ku sedang membutuhkan aku sekarang... Aku tak bisa membiarkan nya sendiri.. Hiksss... Ku mohon oppa... " tangis baekhyun pecah seketika
"Tenang lah baek.. Kita percayakan pada dokter ne.. "
"Tapi oppa... Hikss... "
"Benar kata chanyeol baek... Sebaik nya kita tunggu saja di sini ne... " ujar irene menengahi.
Tubuh baekhyun akhir nya melemah, pandangan nya kembali kabur namun secepat kilat chanyeol menahan tubuh kecil itu agar tak terjatuh ke lantai, laku mendudukkan nya di kursi kosong di sebelah chanyeol.
Tak lama kemudian datangkah tiga orang lelaki berbadan tegap berjalan mendekati chanyeol dan baekhyun duduk sedang irene yang berada di tempat duduk sebrang hanya mampu memandangi kedatangan para lelaki tersebut.
"Dengan tuan park chanyeol? " tanya salah satu lelaki tersebut.
"Ne... Ada apa? " jawab chanyeol
"Silahkan ikut kami kekantor polisi ini surat perintah penangkapan anda tuan park... "
"Baik.. " chanyeol langsung berdiri dan mengikuti langkah ketiga lelaki itu, ia sadar cepat atau lambat ini akan terjadi namun sebelum ia pergi ia sempat meminta pada irene untuk menjaga rose dan juga putera nya selagi ia tak ada di samping mereka.
Sedang baekhyun hanya memandang lemas punggung tegap mantan kekasih nya itu.
Waktu terasa lambat sekali, ingin rasa nya baekhyun berlari menerobos ruangan itu dan memeluk suami yang ia cintai itu dengan erat.
Namun semua itu sangat tidak mungkin, sebab di dalam sana dokter sedang berusaha menyelamatkan suami nya yang sedang di ambang kematian akibat tembakan lisa yang pas mengenai punggung sebelah kiri sehun.
Hanya menangis yang baekhyun dapat lakukan, sesekali ia merasa pening dan mual yang amat sangat, ya perlu baekhyun akui beberapa hari belakangan ini baekhyun kerap kali merasakan nya namun selalu baekhyun abaikan karna terlalu sibuk membuat gaun untuk pernikahan sehun. Dan mungkin saat ini semua menjadi semakin parah.
"Baek.. Kau tak apa? Wajah mu semakin pucat baek...? " tanya irene khawatir lalu duduk di sebelah baekhyun meraba seluruh wajah pucat baekhyun.
Baekhyun hanya mengangguk lesu dan kembali menatap pintu ruangan di depan nya, berharap cepat terbuka.
"Eommonim.. Apakah sehun ku akan baik baik saja? Aku tak akan kehilangan dia bukan? Hiks.. Hikss.. "
"Percaya lah pada sehun nak.. Dia pasti akan baik baik saja, ia pasti akan berjuang untuk mu.. Mengerti...? "
Baekhyun mengangguk lagi..
"Jadi jangan pernah katakan itu lagi ne.. "
Lagi dan lagi baekhyun hanya bisa mengangguk lesu seakan suara nya sudah tercekat di tenggorokan nya tak mampu lagi ia keluarkan.
"Nyonya Oh baekhyun? " tanya seorang perawat tiba tiba memanggil nama baekhyun, baekhyun mendongak menatap perawat tersebut dengan wajah sembab.
"Ini hasil pemeriksaan anda, tadi saya memanggil manggil anda tapi anda terus saja berlari meninggalkan bangsal.. "
"Ah.. Mianhae... Terima kasih banyak ganhosanim.. "
"Ya sama sama nyonya.. Permisi"
"Ne"
Baekhyun pun hanya meletakan kertas pemberian perawat tadi di pangkuan nya.
Bagi nya keadaan sehun lebih penting dari hasil pemeriksaan nya.
Dan benar saja tak lama sejak perawat itu pergi lampu di ruangan tersebut menyala merah menandakan operasi telah usai di laksanakan.
Para dokter dan perawat keluar dari ruangan tersebut. Baekhyun dan irene langsung berdiri menghampiri segerombolan orang berseragam putih tersebut.
"Uisanim... Bagaimana keadaan suami saya..? "
"Syukurlah nyonya, tuan oh sehun berhasil melewati masa sulit nya, hanya menunggu dia sadar saja... Anda sudah bisa menjenguk nya nanti.. "
"Kamsamida uisanim.. " ucap baekhyun penuh kelegaan yang di balas senyuman oleh sang dokter.
"Kau dengar baek.. Sehun kita baik baik saja.. "
"Iya eommonim.. Aku sangat bahagia.. "
Kedua nya pun saling memeluk menyalurkan kelegaan nya atas keadaan sehun.
***
Sudah sebulan sehun di rawat di rumah sakit, dan kini saat nya di perbolehkan pulang setelah dokter memastikan keadaan nya benar benar sehat.
Setiba nya di rumah baekhyun langsung membawa sehun kekamar mereka dan membantu sehun untuk duduk di ranjang nya.
"Bee.. Kau tampak sangat pucat bee.. Sebaik nya kita panggil dokter saja ya untuk memeriksa mu.. "
"Tak usah hun-a.. Aku tak apa.. "
"Tapi bee... "
"Sudah lah... Sebaik nya kau istirahat saja ne.. Agar kau cepat membaik..aku akan membereskan barang barang kita dulu.. "
"Baiklah.. Tapi jika kau merasakan sesuatu segera beritahu aku ne.. "
"Tentu sehun ku... "
Sehun pun terkikik mendengar panggilan yang keluar dari mulut baekhyun.
Rasa nya jantung nya kembali berdebar seperti anak remaja yang baru mengenal cinta..
Sehun terus melihat baekhyun yang sibuk mengeluarkan pakaian dari dalam koper. Dan menaruh kertas kertas hasil pemeriksaan sehun dan meletakan nya di atas nakas di dekat sehun.
Lalu kembali pada setumpuk pakaian kotor di dalam keranjang.
Namun saat akan bangkit dari duduk nya kepala baekhyun merasakan kepala nya berdenyut dan pandangan nya memburam.
"Bee... Kau baik? " tanya sehun cemas melihat baekhyun yang sedikit terhuyung.
Namun baekhyun tak menjawab, dia tetap diam sambil memegangi kepala nya.
Sehun lalu beranjak mendekati nya, merengkuh tubuh baekhyun dan membawa nya keranjang untuk merebahkan nya.
"Istirahat dulu sayang.. Biar aku panggil bibi nam untuk membereskan semua nya ne.. Kau pasti masih lelah karna mengurus ku di rumah sakit... "
"Tapi hun-a.. "
"Tak ada tapi tapian.. Aku sudah baik baik saja.. "
"Baiklah.. Tapi temani aku ne.. Aku merindukan pelukan mu... "
"Baiklah, sesuai permintaan mu sayang... "
Sehun pun ikut merebahkan diri nya di samping baekhyun dan memeluk baekhyun erat menikmati setiap waktu kebersamaan nya tanpa ada gangguan atau pun masalah apapun.
***
Segini dulu aja deh... Di sini lagi musim hujan soal nya jadi kudu keluar masuk angkat pakaian..
Jadi kekurangan ide buat nulis 😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
ᑲᥱᥲᥙ𝗍ᥡ ᥕі𝖿ᥱ
Ficción Generalsіᥲ⍴ᥲ sᥲᥒgkᥲ ᥕᥲᥒі𝗍ᥲ і𝗍ᥙ ძᥲ⍴ᥲ𝗍 mᥱᥒᥙmᑲᥙһkᥲᥒ gᥱȷ᥆ᥣᥲ ᥲᥒᥱһ ძі ძᥲᥣᥲm ძіrі іᥒі - ᥆᥆һ sᥱһᥙᥒ mᥱᥒgᥲ⍴ᥲ ძᥱᥒgᥲᥒ mᥙ ᥲkᥙ mᥱrᥲsᥲkᥲᥒ һᥲᥒgᥲ𝗍..sᥱძᥲᥒg ძіᥲ..?_ᑲᥡᥙᥒ ᑲᥲᥱkһᥡᥙᥒ ᥲ⍴ᥲ ⍴ᥙᥒ ᥲkᥲᥒ kᥙ ᥣᥲkᥙkᥲᥒ ᥲgᥲr kᥲᥙ kᥱmᑲᥲᥣі ⍴ᥲძᥲ kᥙ _ ⍴ᥲrk ᥴһᥲᥒᥡᥱ᥆ᥣ
