Braaakkkkkk!!
Chanyeol membuka pintu apartemen rose dengan keras hingga mengejutkan tuan dan rose yang sedang bersantai di dalam nya.
"Astaga... Ada apa chan? " tanya rose dengan wajah terkejutnya. Chanyeol tidak menjawab pertanyaan rose, chanyeol berjalan lalu mendudukkan diri di sofa dekat rose dan tuan berada. Rose perlahan mendekati chanyeol yang sedang sibuk memijat pelipis nya.
"Chan?? Ada apa dengan wajah mu? " tanya rose lagi.
"Aku tak apa! " jawab chanyeol singkat.
"Aigooo... Tak apa bagaimana, bibir mu berdarah chan.. Sebentar aku ambil p3k dulu.. " rose pun melenggang meninggalkan chanyeol sebentar. Setelah mendapat apa yang rose cari, rose pun menghampiri chanyeol dan mengobati luka chanyeol.
"Chan... Ceritakan pada ku ada apa eum? " tanya rose sekali lagi.
"Ssshhhh... Pelan pelan rose" ringis chanyeol saat rose memberikan salep di sudut bibir nya, mendengar ringisan chanyeol rose pun mendekat kan bibir nya dan meniup niup ujung bibir chanyeol berharap rasa perih itu hilang. Chanyeol memperhatikan perlakuan rose pada nya.
"Jangan menatap ku seperti itu, boy.. " rose menyadari jika chanyeol memperhatikan apa yang sedang ia lakukan.
"Rose... Aku menyesal melakukan ini pada nya... Aku menginginkan dia kembali pada ku.. " chanyeol nampak tertunduk saat mengatakannya.
"Yah... Mau bagaimana lagi Chan... Ini adalah konsekuensi yang harus kau tanggung atas perbuatan mu.. "Chanyeol mengangguk setuju dengan perkataan rose.
" da-ddy.. "Sapa yuan pada chanyeol. Chanyeol pun menegakkan kepala nya dan tersenyum melihat anak nya berjalan menuju arah nya.
" huuufffttt yah setidak nya aku memiliki nya sebagai penyemangat ku, rose... "Ujar chanyeol memeluk yuan yang sudah sampai di hadapannya. Rose hanya tersenyum menanggapi. Sejujur nya ada rasa sakit tersendiri saat chanyeol bercerita berapa chanyeol menyesal tlah menyakiti baekhyun, namun rose tak mau mendebatkan nya karna ia takut chanyeol tak mau lagi bertemu dengan yuan.bagaimana pun rose harus tetap bertahan demi anak tercinta nya.
****
Sehun membuka mata nya setelah senja sudah bergulir. Ia menatap wajah lelah baekhyun, mengingat seberapa panas kegiatan mereka sepanjang siang ini. Sehun masih sangat sulit mempercayai apa yang telah ia lakukan dengan isteri cantik nya ini. Bagi nya ini sangat menyenangkan hingga membuat suatu getaran aneh yang tak pernah ia rasa bersama luhan, meski luhan juga pernah mendesah di bawah nya.Tapi bersama baekhyun itu berbeda. Sehun menyingkirkan beberapa anak rambut baekhyun, mengecup kening baekhyun dengan sayang. Ia cukup bangga karna menjadi orang pertama yang mendapatkan kenikmatan dari baekhyun. Sehun tanpa sadar tersenyum di sela kecupan nya. Karan merasa terganggu oleh kegiatan sehun, baekhyun pun menggeliat dan semakin mengusak di dada telanjang sehun, semakin mempererat pelukan nya pada sehun. Dan tak lama mata sipit bulan sabit itu pun terbuka dan pemandangan indah pertama nya adalah dada berotot sehun. Pipi nya pun memerah melihat itu,
"Sudah bangun, eum..? " suara sehun tiba tiba menyapa gendang telinga baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk malu.
"Aigooo.. Apa gadis agresif ini sudah berubah menjadi gadis pemalu sekarang...? Padahal tadi selalu meminta faster ahhh sehun -na.. Ahhh fasterrrr... " goda sehun yang membuat baekhyun semakin bertambah malu. Baekhyun pun langsung memukuk dada sehun pelan.
"Jangan menggoda ku seperti itu sehun-ssi... " jawab baekhyun sambil mengerucutkan bibir tipis nya yang sedikit bengkak karna terlalu lama di lumat oleh sehun. Sehun tertawa melihat tingkah malu baekhyun.
"Aigoo.. Baek... Jangan panggil aku seperti itu.. Aku bahkan sudah membobol milik mu sayang.. "
"Lalu aku harus memanggil mu apa? "
"Apapun... Oppa.. Chagiya.. Yeobo.. Atau apalah... "
"Emmm... Sehun saja bagaimana"
"Terserah kau byunbee.. Yang penting jangan terlalu formal seperti itu, seolah aku ini atasan mu saja... "
"Byu-byunbee? "
"Eoh... Wae? Kau tak suka? "
"Ani... Nan joahe.. " baekhyun tersenyum lebar memErkan sederet gigi putih nya.sehun yang gemas pun akhir nya memanggut bibir itu kembali. Baekhyun mendorong dada sehun karna pasokan udaranya sudah menipis. Dengan terpaksa sehun melepas panggutan nya. Nafas mereka kembali terengah.
"Bee... Seperti nya junior ku sudah merindukan rumah nya lagi bee... " baekhyun memandang sehun kaget. Sebelum menuai protes dan penolakan dari baekhyun, sehun kembali meraup bibir bAekhyun dan membelai tubuh baekhyun dengan sentuhan sensual. Kegiatan panas mereka pun berlanjut lagi hingga tanpa batas waktu yang entah sampai kapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ᑲᥱᥲᥙ𝗍ᥡ ᥕі𝖿ᥱ
Ficção Geralsіᥲ⍴ᥲ sᥲᥒgkᥲ ᥕᥲᥒі𝗍ᥲ і𝗍ᥙ ძᥲ⍴ᥲ𝗍 mᥱᥒᥙmᑲᥙһkᥲᥒ gᥱȷ᥆ᥣᥲ ᥲᥒᥱһ ძі ძᥲᥣᥲm ძіrі іᥒі - ᥆᥆һ sᥱһᥙᥒ mᥱᥒgᥲ⍴ᥲ ძᥱᥒgᥲᥒ mᥙ ᥲkᥙ mᥱrᥲsᥲkᥲᥒ һᥲᥒgᥲ𝗍..sᥱძᥲᥒg ძіᥲ..?_ᑲᥡᥙᥒ ᑲᥲᥱkһᥡᥙᥒ ᥲ⍴ᥲ ⍴ᥙᥒ ᥲkᥲᥒ kᥙ ᥣᥲkᥙkᥲᥒ ᥲgᥲr kᥲᥙ kᥱmᑲᥲᥣі ⍴ᥲძᥲ kᥙ _ ⍴ᥲrk ᥴһᥲᥒᥡᥱ᥆ᥣ
