Tanpa terasa waktu begitu cepat bergulir. Kini adalah hari penting antara sehun dan baekhyun, yah begitu lah anggapan kedua orang tua pasangan ini. Namun tidak dengan baekhyun dan sehun apalagi chanyeol. Nampak nya chanyeol semakin membenci sehun atas semua yang terjadi pada hidup nya selama ini, setelah ibu sehun merebut posisi ibu nya lalu ayah nya meninggalkan nya untuk selamanya, dan perusahaan nya di ambil alih oleh ibu sehun padahal ibu sehun sudah memiliki OSH group. Dan sekarang, kekasih mungil nya harus jatuh ke tangan sehun. Benar benar circle hidup yang begitu menyedihkan bagi chanyeol.
*** Janji suci pernikahan pun telah diikrarkan di depan pendeta. Kini baekhyun mau pun sehun sudah sah menjadi suami istri di depan hukum dan agama. Sorak bahagia pun berkumandang dari para tamu undangan. "Selamat ne baek... Eomma mendoakan mu agar selalu bahagia.. Berbakti lah pada suami mu... " ujar ibu baekhyun "Ne eomma.. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk sehun, eomma.. " jawab baekhyun dengan penuh senyuman. "Selamat ne baek" "Kamsamida eomonim.. " lagi baekhyun kembali tersenyum manis menanggapi berbagai ucapan selamat dari ibu dan mertua nya serta para tamu undangan yang hadir. *** Segala rangkaian acara resepsi pernikahan pun telah usai di gelar, kini saat nya baekhyun maupun sehun kembali kekamar nya. Suasana canggung mulai menyapa dia insan itu. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut masing masing, hingga akhir nya baekhyun memberanikan diri membuka mulut nya untuk memutuskan dia akan tidur dimana. "Eummm... Sehun-ssi..? "Kata baekhyun lembut seketika mengalihkan pandangan sehun dari benda persegi nya itu. " ada apa baek?kau butuh sesuatu? " "Ani.. Eum... " baekhyun kembali bingung harus memulai nya dari mana. Sehun pun akhir nya mengerti kemana arah pembicaraan ini. "Hehe.. Baiklah baek.. Kau bisa tidur di ranjang.. Aku akan tidur di sofa.. Kemari lah... Aku tau kau lelah.. " ujar sehun dengan penuh senyuman. "Aku tidak akan meminta nya malam ini baek.. Tenang saja" tambah nya lagi. "Eo.. Eoh... Tidak sehun-ssi biarkan aku saja yang tidur di sofa.. Badan ku kecil pasti muat bila aku tidur di sofa tidak seperti mu.. " sahut baekhyun "Wah... Jadi maksud mu badan ku besar begitu? " "Ah.. Ani.. Bukan itu maksud ku sehun-ssi... " "Hahah... Baiklah baiklah... Aku hanya bercanda.. Haha... Tidur lah di ranjang atau aku akan menerkam mu saat ini".blusssss pipi baekhyun memerah mendengar ucapan terakhir yang sehun ucapkan. Entah lah setiap perkataan sehun akhir akhir ini sering membuat baekhyun merona. Padahal ia sadar betul bahwa luka yang di torehkan oleh chanyeol belum bisa baekhyun tutupi walau segala cara ia lakukan. " ehm.. Sehun-ssi aku akan mengisi gelas ini di bawah.. Apa ada yang ingin ku ambilkan untuk mu? "Ujar baekhyun sambil berdiri membawa sebuah gelas kosong. " eummm... Bisa kah kau buatkan aku kopi..? Jangan terlalu manis.. Dan jangan terlalu pahit jika itu tidak merepotkan mu.. " "Baiklah sebentar ne? ".. Baekhyun pun berlalu pergi dari hadapan sehun. Sehun menghela nafas kasar, haruskah ia terus membohongi baekhyun dengan terus berkata lembut sementara keadaan nya membuat nya sangat frustasi. Di tambah lagi kekasih china nya akan kembali ke Korea.. " huuufffttt... Mengapa ini sungguh membingungkan. Aku tak mungkin menyakiti baekhyun.. Haiiisshhh.. Molla"sehun mengusak rambut nya dengan kasar lalu kembali menatap benda persegi itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Kamar sehun dan baekhyun)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Sofa yang akan di jadikan tempat tidur sehun)
** Baekhyun menuruni anak tangga dengan perlahan, ia takut membangunkan raksasa besar yang juga tinggal di rumah itu. Dia hanya tak ingin membuat masalah, ia malas membahas hal hal yang membuat malam nya hancur karna setiap kata yang raksasa itu ucapkan. "Apa kau seorang pencuri, byun? " suara baritone itu berhasil menghancurkan lamunan baekhyun. Sekarang dia harus benar benar berhadapan dengan masalah besar yang memang ia hindari bebarapa waktu belakangan ini. "Kenapa kau diam, eum? " ujar nya seraya berjalan mendekati tubuh kaki baekhyun. "Apa menjadi istri tuan muda oh sehun membuat mu menjadi bisa, eum" ia pun merengkuh pinggang baekhyun dengan posesif.
"Lepaskan oppa... Jangan seperti ini" . Dengan segera baekhyun menyingkirkan tangan chanyeol dari pinggang nya. Namun bukan nya melepaskan tangan nya chanyeol malah semakin mengapit tubuh baekhyun hingga deru nafas baekhyun bisa chanyeol rasa kan menerpa wajah tampan nya. "Oppa... Jebal oppa.. Lepaskan aku.. Jangan seperti ini.. Jebal oppa" baekhyun terus meronta namun chanyeol tetap tak bergeming "Hmmmppttt.. Emmm... " suara baekhyun tertahan oleh bibir tebal si raksasa. Baekhyun terus menerus meronta berharap chanyeol tak mau melepaskan ciuman menuntut itu. Semakin baekhyun melawan semakin chanyeol memperdalam ciuman nya mengabsen seluruh isi mulut baekhyun. Akhir nya baekhyun hanya bisa menangis, tenaga nya tak sesuai dengan tenaga si raksasa. "Kenapa kau menerima perjodohan itu eum? " ujar chanyeol disela ciuman itu, namun belum sempat baekhyun menjawab chanyeol sudah membungkam bibir baekhyun kembali. Lelehan demi lelehan air mata jatuh membasahi pipi baekhyun. Sementara chanyeol mulai merambat turun ke leher jenjang baekhyun dan membuka kancing piyama baju baekhyun dengan satu tangan nya karna tangan yang satu lagi ia pakai untuk menahan kedua tangan baekhyun,hingga terpampang lah bahu mulus putih susu milik baekhyun. "Sehun-ssi tolong aku.. Ku mohon sehun-sii.. Aku takut.. "Ujar baekhyun dalam hati. Entahlah pikiran nya saat ini hanya tertuju pada sehun. Chanyeol pun semakin gencar menciumi bahu mulus baekhyun dan meninggalkan beberapa bekas kemerahan di sana. Namun belum sempat bibir chanyeol menyentuh payudara baekhyun, tubuh chanyeol sudah lebih dulu membentur lantai keras nan dingin. " buggghhh... " "APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRI KU PARK!!! " tiba tiba saja sehun datang dan langsung menghadiahi chanyeol dengan sebuah bogem mentah yang mengakibatkan tubuh chanyeol tersungkur dan melepas kan baekhyun yang sudah berantakan dengan isak tangis yang menyesakan. "CIHHHH.. ISTRI MU... ? " jawab chanyeol sambil tersenyum sinis dan mengelap darah di ujung bibir nya. "KAU MEREBUTNYA DARI KU , OH!!! KAU MENGHANCURKAN SEMUA IMPIAN KU BERSANDING DENGAN NYA ASAL KAU TAU!!! " lanjut chanyeol tak kalah emosi. "TAPI DIA SEKARANG ISTRI KU.. DAN DIA SENDIRI YANG TELAH MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK HIDUP DENGAN MU.. HARUS NYA KAU BERKACA DIRI, PARK... KENAPA WANITA YANG KAU CINTAI INI BISA LEBIH MEMILIHKU DARI PADA KAU YANG NOTABENE NYA ADALAH KEKASIH NYA! " jelas sehun mulai tak bisa lagi mengontrol kemarahan nya. "Ayo baek.. Tinggalkan dia.. " ajak sehun lalu merangkul tubuh bergetar baekhyun. Meninggalkan chanyeol dengan segala kekesalan nya.