chapter 18⚜️

8.9K 502 8
                                        

Revisi ~

***

Eveline membuka matanya perlahan. Pandangannya buram sejenak sebelum akhirnya fokus, menatap kosong ke arah langit-langit kamar. Semua terasa begitu asing, meski ia tahu betul bahwa ini adalah kamarnya sendiri.

Keheningan menyelimuti ruangan, hanya dipecahkan oleh suara napas teratur seseorang di sampingnya.

Perlahan, ia menarik napas dalam, membiarkan udara memenuhi paru-parunya. Namun, ada sesuatu yang terasa berbeda. Tubuhnya lelah, seakan habis menempuh perjalanan panjang yang tak berujung. Tulangnya terasa berat, ototnya menegang, dan ada sensasi hangat yang tidak biasa menyelimuti kulitnya.

Sesuatu yang hangat… sesuatu yang berat…

Jantungnya berdetak lebih cepat saat ia menggerakkan matanya ke samping.

Dan di sanalah dia.

Lucas.

Pria itu tidur dengan tenang di sisinya, dadanya yang telanjang naik-turun perlahan. Lengan kekarnya melingkari tubuhnya, mengikatnya dalam kehangatan yang asing dan mengancam di saat yang bersamaan.

Eveline menahan napas.

Wajah Lucas terlihat begitu damai saat tidur, hampir seperti bocah polos yang tak tahu apa-apa. Tetapi Eveline tahu lebih baik daripada tertipu dengan tampilan luar itu. Dia bukan anak kecil yang polos. Dia adalah monster. Monster yang telah menggigitnya. Memaksanya menelan darahnya.

Eveline menghela napas panjang, menutup matanya sejenak.

Baiklah, aku menyerah...

Melawan hanya akan memperburuk keadaan.

Pertama, aku ditato tanpa persetujuan. Kedua, aku digigit seperti hewan buruan.

Jika aku masih mencoba melawan untuk ketiga kalinya, siapa yang bisa menjamin aku tidak akan dibunuh, dimutilasi, lalu dagingku disantap olehnya?

Aku merinding membayangkannya sendiri.

Deg!

Jantungku mencelos saat suara tawa kecil terdengar di sampingku.

Aku menoleh cepat, mataku membulat saat melihat Lucas, pria di sebelahku, tertawa kecil sambil mengeratkan pelukannya.

Dagu dan hidungnya menempel di bahuku, wajahnya tersembunyi di sana, tetapi bahunya bergetar menahan tawa.

Aku menegang.

Apa yang lucu?!

"Apa yang lucu?" gumamku, suaraku hampir tercekat.

Lucas mendongak, menatapku dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tatapan tajam itu kini terlihat lebih lembut, tetapi tetap menyimpan sesuatu yang misterius di baliknya.

“Tenang saja,” katanya dengan suara rendah yang terdengar begitu santai, “Aku tidak akan memakanmu, sayang.”

Mataku membesar.

Tunggu… Apa dia…

Apa dia bisa membaca pikiranku?!

Lucas menyeringai, seolah tahu apa yang sedang kupikirkan. Tatapannya penuh dengan rasa puas, seperti seseorang yang baru saja mengungkap rahasia yang disembunyikan orang lain.

Aku menelan ludah.

Aku harus pergi dari sini. Sekarang juga!

Tapi sebelum aku sempat bergerak, tiba-tiba tubuhku terhimpit. Dalam satu gerakan cepat, Lucas membalikkan tubuhnya dan menindihku, kedua tangannya menyangga tubuhnya di kedua sisi kepalaku.

Aku terkesiap.

Cepat sekali!

Aku bahkan tidak sempat melihatnya bergerak.

Lucas menatapku lekat-lekat, senyumnya sedikit mengendur, digantikan oleh ekspresi serius yang membuat bulu kudukku berdiri.

"Kita sudah bertukar darah," bisiknya, nada suaranya dalam dan menghipnotis, "Itu berarti aku bisa merasakan perasaanmu… tapi bukan berarti aku bisa membaca pikiranmu-”

Ia menyeringai lebih lebar sebelum menambahkan dengan nada yang lebih tenang, "-Dan kita sudah menikah."

Aku membeku.

Apa?!

Aku menatapnya tidak percaya, merasa seperti baru saja mendengar sesuatu yang mustahil.

Menikah? Aku dan dia? Kapan?!

Otakku berusaha mencerna kata-katanya, tetapi tidak ada satu pun yang masuk akal. Bagaimana bisa aku menikah tanpa aku sadari?

Sebelum aku bisa berkata apa-apa, Lucas tiba-tiba menunduk dan mengecup bibirku sekilas.

Cup.

Aku terdiam.

Tubuhku membeku di tempat.

Tidak…

Ini berbeda dari ciuman kemarin.

Lucas menarik diri sebelum aku bisa bereaksi. Tatapannya tetap tenang, tetapi ada kilatan kejahilan di sana, seakan dia menikmati keterkejutanku.

Aku perlahan mengangkat tanganku dan menyentuh bibirku sendiri.

Tidak mungkin…

Aku tidak salah dengar, kan?

Menikah? Aku dan dia? Kapan?!

***

Tbc~

The Sacred Connection [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang