chapter 15⚜️

9.6K 549 8
                                        

Revisi~

***

Eveline berdiri kaku, tubuhnya seakan membatu dalam ketakutan. Tangannya masih menggantung di sisi tubuhnya, tidak mampu bergerak sedikit pun. Ia ingin mundur, ingin lari sejauh mungkin dari pria yang berdiri di depannya, tetapi tubuhnya seperti tertahan oleh kekuatan tak kasat mata.

Lucas melangkah mendekat, langkahnya tenang namun membawa ancaman terselubung. Wajahnya semakin dekat dengan Eveline, hingga hanya beberapa inci memisahkan mereka. Napas hangatnya menyapu kulit Eveline, membuat bulu kuduknya berdiri.

Jantung Eveline berdegup kencang.

Tangan Lucas terangkat, jemarinya menyusuri pipi Eveline dengan lembut, membelainya seolah penuh kasih. Namun, Eveline tau, sentuhan itu bukan untuk menenangkan, melainkan untuk menegaskan kekuasaannya atas dirinya. Ada sesuatu yang begitu dingin dalam sentuhan pria itu, sesuatu yang membuat Eveline merasa seperti seekor kelinci kecil yang terjebak di hadapan seekor predator buas.

Lucas mencondongkan tubuhnya lebih dekat, bibirnya hanya beberapa inci dari telinga Eveline.

"Jika kau patuh, aku tidak akan menyakitimu, sayang," bisiknya pelan, suaranya terdengar berbahaya, seperti bisikan iblis yang menawarkan kesepakatan terlarang.

Eveline menelan ludah, matanya berkaca-kaca. Ia ingin melawan, ingin berteriak, tetapi tubuhnya tak mau bekerja sama. Ia bahkan tidak bisa memalingkan wajah dari tatapan tajam pria itu yang seolah menelanjangi seluruh ketakutannya.

Tiba-tiba, mata Lucas yang gelap itu berubah. Perlahan, warna merah menyala menggantikan hitam pekat pupilnya, seperti bara api yang membakar dalam kegelapan.

Eveline terkesiap.

Lucas mengangkat tangannya, menyibakkan rambut Eveline ke samping, memperlihatkan leher jenjangnya yang terekspos. Eveline menggigil ketakutan. Ia berusaha mundur, tetapi kakinya terasa berat, seolah tertancap ke lantai.

"Jangan… jangan lakukan ini," Eveline berbisik putus asa dengan suara bergetar.

Lucas tidak menggubrisnya. Ia menundukkan kepala, mendekatkan wajahnya ke leher Eveline.

DEG!

Tiba-tiba, rasa nyeri yang tajam menusuk kulitnya. Eveline menegang, tubuhnya melengkung saat sensasi panas menjalar cepat dari titik di mana Lucas menancapkan giginya.

"Ngh… sakit…" keluhnya lirih, air mata mengalir di sudut matanya.

Tubuhnya memberontak, mencoba menggeliat untuk melepaskan diri. Tangannya terangkat, berusaha mendorong Lucas menjauh, tetapi cengkeraman pria itu di lengannya begitu kuat.

"Hentikan… tolong…" suaranya bergetar, nyaris menjadi bisikan putus asa.

Alih-alih mereda, gigitan itu justru semakin dalam. Rasa sakit menusuk membuat Eveline mencengkeram pakaian Lucas, tidak lagi untuk melawannya, tetapi untuk menahan dirinya agar tidak jatuh.

Pandangan Eveline berkunang-kunang.

Napasnya tersengal.

Darahnya mengalir dari luka di lehernya, dan dengan setiap tetes yang hilang, tubuhnya pun melemah perlahan, kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya sendiri.

Matanya melebar dalam keterkejutan.

Lucas... Makhluk ini… dia bukan manusia.

Wajah tampan itu, sosok sempurna yang awalnya ia kira hanya pria biasa, kini tampak begitu mengerikan. Lucas bukan sekadar pria posesif yang mengurungnya di sini. Bukan pria kaya yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkan.

Dia adalah sesuatu yang lebih dari itu.

Sesuatu yang seharusnya tidak nyata.

Tangannya mulai gemetar, jari-jarinya mencengkeram pakaian Lucas lebih erat, bukan untuk melawannya lagi, melainkan karena tubuhnya mulai kehilangan tenaga.

"Aku mohon… lepaskan aku…" Eveline berbisik lemah, suaranya hampir tidak terdengar.

Lucas mengangkat kepalanya perlahan. Ada noda merah di sudut bibirnya, matanya yang menyala merah menatapnya intens, seakan tidak ingin melepaskan Eveline dari cengkeramannya.

Kemudian, sebuah senyum muncul di wajahnya, senyum yang entah kenapa lebih menakutkan dibandingkan sorot matanya.

"Kau milikku, Eveline," suaranya dalam dan mengancam, "dan aku tidak akan pernah melepaskanmu."

Lemas.

Kesadaran Eveline perlahan memudar, matanya berkunang-kunang.


***

Suara taring nancep gmn sih guys 'slahs', 'jleb' atau 'ctak'?

BERSAMBUNG...
PLEASE VOTE AND COMMENT...

The Sacred Connection [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang