chapter 24⚜️

7K 397 2
                                        

Revisi~•°•

***

Eveline terkejut mendengar ucapan Lucas. Ia langsung membelalakkan mata, nyaris tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Kau serius?!" serunya dengan penuh semangat, hampir melompat kegirangan.

Lucas tersenyum melihat reaksinya. Ia sudah menduga Eveline akan begitu antusias mendengar kabar ini.

"Tentu. Persiapkan dirimu, kita berangkat hari ini," jawabnya santai, seolah perjalanan ini hanyalah hal kecil baginya.

Tanpa menunggu lebih lama, Eveline langsung berlari ke kamarnya. Langkahnya ringan, nyaris melayang karena kegembiraan yang membuncah di dadanya.

Ya Tuhan, akhirnya!

Sudah berapa bulan ia tidak memberi kabar pada keluarganya. Tidak ada pesan, tidak ada telepon. Ia bahkan tidak tahu bagaimana reaksi mereka nanti saat melihatnya tiba-tiba muncul di depan pintu rumah.

Bagaimana kalau mereka marah?

Bagaimana kalau mereka mengira aku hilang?

Eveline menggigit bibirnya. Pikirannya mulai dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk. Tapi ia segera menggelengkan kepala untuk mengusir kekhawatiran itu.

Ah, pikirkan itu nanti! Yang penting aku bisa bertemu mereka!

Ia segera mengambil dress selutut berwarna ungu yang telah disiapkan oleh Lucas. Warna itu adalah favoritnya. Dress itu sederhana namun elegan, pas dengan bentuk tubuhnya. Ia juga menyisir rambutnya dengan rapi dan merapikan sedikit makeup di wajahnya agar tampak segar.

Saat melihat bayangannya di cermin, Eveline tersenyum puas.

Tanpa membuang waktu, ia bergegas keluar kamar dan berjalan cepat menuju ruang kerja Lucas. Setibanya di sana, matanya langsung tertuju pada sosok pria itu yang tengah berdiri dengan pakaian formalnya.

Seperti biasa, Lucas terlihat menawan dan berkarisma. Tapi Eveline tidak bisa menahan diri untuk mendengus pelan.

"Kenapa kau berpakaian seperti itu? Hanya untuk bertemu orang tuaku, kau tahu?" tanyanya, melipat tangan di dada.

Lucas meliriknya sekilas sebelum mendekat dan merangkul pinggangnya.

"Tidak mungkin aku berpakaian biasa saja saat bertemu calon mertuaku." jawabnya ringan.

Eveline hanya mendecak pelan. Ia tidak akan berdebat soal ini. Yang terpenting sekarang adalah ia akan pulang!

Mereka berjalan beriringan menuju garasi. Untuk pertama kalinya, Eveline melihat mobil di basement mansion itu. Selama ini, ia tidak pernah melihat Lucas menggunakannya kecuali saat pertama kali bertemu di gerbang. Wajar saja, Lucas lebih suka terbang daripada berkendara.

Lucas membukakan pintu untuknya, dan Eveline segera masuk dengan jantung yang berdebar-debar.

Mobil mulai melaju, meninggalkan mansion dan melintasi jalan berbatu yang dikelilingi pepohonan lebat. Eveline menoleh ke belakang, menatap rumah besar itu yang semakin menjauh.

Sungguh aneh.

Dulu, ia selalu merasa terkurung di sana. Tapi sekarang, saat meninggalkannya, ada sedikit rasa nyaman yang tertinggal.

Mobil terus melaju di jalan tanah yang tertata rapi. Meski tidak beraspal, jalannya cukup halus dan tidak menyebabkan guncangan besar.

Eveline melihat alam sekitar melalui jendela mobil.

Hutan lebat, pepohonan tinggi, udara yang masih segar. Keindahan alamnya begitu menakjubkan.

Ia benar-benar terpana.

Lucas meliriknya dan tersenyum melihat ekspresinya.

"Bersiap dengan guncangan, honey," ucapnya tiba-tiba.

Eveline menoleh dengan bingung.

Sebelum ia bisa bertanya, tiba-tiba mobil terguncang!

Eveline langsung mencengkeram sabuk pengaman dengan erat. Meski tidak terlalu keras, tetap saja ia merasa sedikit mual karena goncangan tersebut.

Lucas hanya terkekeh pelan di sampingnya.

Beberapa saat kemudian, jalanan mulai berubah.

Cahaya matahari yang tadi tersaring melalui dedaunan kini mulai bersinar lebih terang.

Eveline mengedarkan pandangannya dan menyadari bahwa jalan yang mereka lewati kini sudah beraspal.

Ia menoleh ke jendela dan langsung terperangah.

Di bawah sana, terbentang perkotaan yang luas!

Lampu-lampu, gedung-gedung tinggi, jalan raya yang ramai. Semua pemandangan yang sangat ia rindukan!

Perasaan haru tiba-tiba memenuhi dadanya.

Ia menoleh ke belakang. Hutan yang tadi mereka lalui masih tampak lebat.

Lucas, yang menyadari kebingungannya, akhirnya menjelaskan, "Itu Hutan Eldermyst. Kita barusan melewati portal yang menyambungkan duniamu dengan duniaku."

Eveline hanya bisa mengangguk pelan. Ia sudah tahu tentang portal itu dari Lucas sebelumnya, tapi tetap saja, mengalaminya langsung terasa begitu luar biasa.

Saat ia masih tenggelam dalam pikirannya, Lucas tiba-tiba menyodorkan sesuatu kepadanya.

Handphone.

Mata Eveline langsung melebar. Ia terkejut melihat ponselnya masih utuh.

"Kau menyimpannya?" tanyanya, sedikit terperangah.

Lucas hanya mengangkat bahu santai. "Aku tidak kejam sampai mengambil barang berhargamu."

Eveline menatap ponsel itu dengan ekspresi rumit. Sudah lama sekali ia tidak menggunakannya.

Dengan jari gemetar, ia menekan tombol power.

Tidak ada respons.

Eveline menghela napas panjang. Sudah jelas baterainya habis.

Ia menyandarkan kepala ke jendela mobil, menatap kota yang semakin dekat.

Tidak apa-apa. Aku bisa mengisi dayanya nanti di rumah.

Yang penting sekarang…

Aku pulang.













***
P

ublish

4 Agustus 2024
R

evisi
18 November 2025

To be continued

The Sacred Connection [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang