Revisi~
***
Baju Eveline sudah compang-camping, menyisakan hanya pakaian dalamnya yang hampir tak bisa lagi menutupi tubuhnya dengan layak. Air mata terus mengalir di pipinya, isakannya semakin lirih, dan tubuhnya masih terasa kaku, tidak bisa digerakkan.
Lucas menatapnya dengan penuh kepuasan, senyum tipis menghiasi wajah tampannya. Dengan santai, ia mengambil alat pembuat tato yang sudah ia siapkan. Jemarinya yang dingin menyentuh dada kiri Eveline, membuat gadis itu merinding ketakutan.
Seolah ingin menenangkannya, Lucas menunduk, mengecup lembut area di atas jantungnya, tempat yang sebentar lagi akan ia tandai dengan namanya.
“Maafkan aku, sayang... hanya sedikit sakit,” bisiknya lembut, namun tak ada rasa bersalah di dalam suaranya.
Tzzzzttt!
"Akkhhh!" Eveline menjerit saat jarum-jarum tajam mulai menusuk kulitnya. Rasa sakit itu begitu menyiksa, lebih perih dari apa pun yang pernah ia rasakan.
Tangannya ingin meronta, ingin menepis Lucas, ingin melawan. Tapi tubuhnya tetap kaku, seolah dikendalikan oleh sesuatu yang tak terlihat.
Lucas tetap tenang, senyumnya tak pudar sedikit pun saat ia dengan teliti menorehkan tinta ke kulit putih gadis itu. Jemarinya yang dingin sesekali menyapu air mata Eveline, tetapi ia tidak berhenti.
“Hiks... hiks...” Eveline terus menangis, dadanya terasa sesak.
Kepalanya mulai terasa berat. Pandangannya memburam, semakin lama semakin gelap. Isakannya melemah, tubuhnya mulai kehilangan tenaga.
Lucas tetap bekerja dengan teliti, memastikan tulisannya sempurna. Baru setelah beberapa menit, ia mengangkat alat itu, meniup area yang baru saja ia tandai.
Eveline sudah pingsan.
Lucas menatapnya dalam diam. Tangannya perlahan menyapu rambut gadis itu, lalu kembali menunduk, mengecup dada kirinya dengan penuh kelembutan.
Di sana, tepat di atas jantungnya, nama itu kini terukir dengan tinta permanen.
Lucas’s.
Sebuah tanda kepemilikan.
***
Lucas meninggalkan kamar Eveline dengan langkah berat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan sesuatu yang aneh di dadanya, sesuatu yang menyesakkan, sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Tanpa sadar, ia melangkah menuju kamarnya sendiri, tempat yang selama ini hampir tak pernah ia datangi.
Kamar itu gelap, dindingnya mendominasi warna hitam, dengan barang-barang yang berserakan di mana-mana. Tidak ada satu pun pelayan yang berani masuk untuk membersihkan.
Lucas berdiri di tengah ruangan, matanya menatap kosong ke cermin besar di hadapannya. Dengan kasar, ia melepas kemejanya, melemparnya ke lantai.
Dada bidangnya terekspos, memperlihatkan sesuatu yang selama ini ia sembunyikan.
Di sisi kiri dadanya, tepat di atas jantungnya, ada tato yang serupa dengan milik Eveline.
Namun bukan namanya sendiri yang tertulis di sana.
Eveline’s.
Lucas tersenyum tipis, tetapi senyum itu hanya bertahan sesaat. Perlahan, ekspresinya berubah muram.
Punggungnya tiba-tiba berdenyut, kulitnya mencuat seolah ada sesuatu yang ingin keluar. Dalam hitungan detik, sepasang sayap kelelawar besar mencuat dari punggungnya.
Ia membuka mulut, merasakan sesuatu yang familiar, taring-taring panjang yang muncul, menggores ujung bibirnya.
Dua tanduk melengkung perlahan tumbuh di kepalanya, sementara matanya yang gelap berubah merah menyala, seperti api neraka.
Pantulan di cermin itu menunjukkan kebenaran yang selama ini ia tutupi.
Lucas bukan manusia.
Ia adalah monster.
Dan sekarang, satu-satunya hal yang ia takutkan bukanlah dirinya sendiri.
Bukan pula musuh-musuhnya.
Lucas takut pada sesuatu yang jauh lebih buruk.
Takut Eveline akan membencinya.
Takut Eveline akan ketakutan padanya.
Takut Eveline akan pergi meninggalkannya.
Ia menatap cermin, melihat sosoknya sendiri dengan tatapan kosong.
Jika gadis itu mengetahui kebenaran ini...
Apakah ia masih akan bertahan di sisinya?
Atau akan lari sejauh mungkin, berusaha kabur dari monster yang mengaku sebagai pemiliknya?
Lucas mengepalkan tangan, napasnya berat.
Tidak.
Eveline tidak akan pergi ke mana pun.
Karena dia miliknya.
Dan miliknya tidak akan pernah bisa lari darinya.
***
BERSAMBUNG...
PLEASE VOTE AND COMMENT...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sacred Connection [TAMAT]
Fantasy[sebagian chapter diprivat mohon follow dahulu] Eveline, seorang putri konglomerat, menjalani hidup tanpa batasan. Tidak ada tuntutan dari orang tuanya, tidak ada tekanan untuk bekerja, dan tidak ada dorongan untuk mencari pasangan. Sayangnya, kebeb...
![The Sacred Connection [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/210257834-64-k948484.jpg)