chapter 29⚜️

6K 332 2
                                        

Revisi~•°

°•——•°

Lucas masih fokus pada jalanan di depannya, sementara Eveline bersandar di kursi, pikirannya masih dipenuhi dengan kejadian hari ini.

Namun, suasana tenang itu pecah ketika Lucas mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.

"Sejak kapan kau berteman dengan rubah, sayang?" tanyanya santai, seolah itu adalah pertanyaan biasa.

Eveline yang hampir terkantuk-kantuk langsung mengernyit bingung.

"Rubah?" tanyanya, mencoba memahami maksud Lucas.

"Ya, temanmu yang banyak bicara itu. Dia siluman rubah." jawab Lucas dengan nada datar, masih menatap ke depan.

"APA?!"

Mata Eveline membesar, tubuhnya langsung tegak di kursi, menatap Lucas dengan ekspresi tak percaya.

Sean? Siluman rubah?

Sejak kapan?!

Bagaimana bisa aku berteman dengannya selama ini tanpa menyadarinya?

Mereka sudah berteman sejak masa sekolah menengah, dan selama itu Sean tidak pernah menunjukkan tanda-tanda aneh.

Tidak… tunggu sebentar.

Eveline mulai mengingat sesuatu, beberapa kejadian aneh yang pernah ia abaikan dulu.

Seperti bagaimana Sean selalu tahu sesuatu lebih dulu dari orang lain, atau bagaimana indranya terasa lebih tajam dari manusia biasa.

Dan sekarang, semuanya masuk akal.

Lucas meliriknya sekilas dan tertawa pelan.

"Kenapa terkejut, sayang? Kau tidak lupa aku makhluk apa, bukan? Bahkan kau sudah bertemu dengan si bajingan elf itu."

Nada suara Lucas terdengar sedikit sinis saat menyebut ‘bajingan elf’.

Eveline menarik napas panjang.

Oh ayolah…

Apa Lucas masih marah soal Alves?

Sepertinya Lucas tidak bisa melupakan kejadian saat Alves memergoki mereka berciuman, lalu dengan sikap menyebalkannya, mengomentari hubungan mereka dengan nada meremehkan.

Eveline menghela napas dan menggeleng.

"Aku hanya terkejut karena temanku selama ini ternyata bukan manusia." katanya sambil menekan pelipisnya, mencoba mencerna informasi ini.

"Tentu saja mereka wajib menyembunyikannya, kalau tidak mereka akan dianggap gila," balas Lucas santai.

Eveline mendesis pelan, lalu mengerutkan kening.

Jika Sean bukan manusia, lalu bagaimana dengan Max?

"Apa Max juga sama seperti dirimu?" tanyanya hati-hati.

Lucas tertawa pelan, seolah pertanyaan itu cukup menarik baginya.

"Tidak, dia manusia," jawabnya.

Eveline sedikit lega mendengar itu, tapi kemudian Lucas melanjutkan.

"Hanya saja, dia cukup dominan. Sepertinya, keturunan terdahulunya berasal dari makhluk seperti aku."

Eveline membeku.

Jadi, Max punya darah keturunan immortal?

Ia benar-benar tidak menyangka akan mengetahui semua hal ini dalam satu hari.

Mulai dari Lucas yang memberi tahu status mereka kepada orang tuanya, Lucas yang ternyata adalah mitra bisnis ayahnya, Lucas yang seorang pengusaha sukses, Sean yang ternyata siluman rubah, dan sekarang… Max yang memiliki darah keturunan makhluk immortal?

Astaga…

Hari ini sungguh melelahkan.

Eveline menyandarkan kepalanya ke jendela mobil, menghembuskan napas panjang.

Lucas yang melihat itu tersenyum kecil, lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut kepala Eveline.

"Tenang saja, sayang. Kau akan terbiasa dengan semua ini." katanya dengan nada lembut.

Eveline mengangkat kepalanya sedikit, menatap Lucas dengan tatapan setengah lelah, setengah pasrah.

"Entahlah, Luke… Aku merasa seperti masuk ke dunia lain tanpa persiapan."

Lucas tertawa kecil, lalu menggenggam tangan Eveline erat.

"Tapi dunia ini jauh lebih menarik, bukan?"

Eveline mendesis pelan, tapi akhirnya tersenyum kecil.

Ya… Mungkin Lucas benar.

Meskipun semuanya terasa gila, tapi dunia yang baru saja ia ketahui ini jauh lebih menarik daripada yang ia bayangkan.

Dan mungkin…

Ia akan belajar menikmatinya.

Untuk sekarang, lebih baik ia menjalani hari-hari berikutnya dengan lebih santai.


••——••

Tbc ~

The Sacred Connection [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang