Revisi
***
Eveline menatap Lucas lama, pikirannya masih berputar dengan begitu banyak hal yang baru saja ia ketahui.
Hahhh…
Jadi ini kenyataan yang harus ia hadapi sekarang?
Bukan lagi dunia yang dipenuhi manusia biasa seperti sebelumnya. Ia berada di dunia yang jauh berbeda, dunia yang dihuni oleh makhluk-makhluk seperti pria di depannya. Dan pria itu, Lucas adalah pasangannya. Atau seperti yang dikatakannya… suaminya.
Eveline menghela napas panjang.
Dia bukan gadis yang asing dengan cerita-cerita fantasi. Saat masih di sekolah menengah, novel tentang manusia serigala dan vampir sempat menjadi tren. Dalam cerita-cerita itu, selalu ada istilah 'mate' pasangan jiwa yang sudah ditakdirkan untuk bersama.
Dan pria ini…
Hahhh~ dia ingat, sejak pertama kali mereka bertemu di depan pagar, dia sudah menyebut Eveline sebagai matenya.
Sehidup semati.
Sebuah kata yang dulu hanya ia baca di novel kini menjadi kenyataan dalam hidupnya sendiri.
Dan lebih dari itu, darah mereka telah menyatu.
Tidak ada jalan kembali.
Tidak ada pilihan lain selain menerima kenyataan ini.
Walaupun semua ini terasa tidak masuk akal, ia akan menerimanya.
Perlahan, Eveline mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Lucas. Jemarinya menyusuri kulit hangat pria itu, gerakannya lembut, seakan sedang memastikan sesuatu.
Lucas tersentak. Mata tajamnya menatap Eveline dengan penuh keterkejutan.
"Jadi…" Eveline berbicara pelan, suaranya sedikit gemetar, "Makhluk apa kau sebenarnya?"
Lucas menatap manik Eveline sejenak, tidak menjawab.
Lalu, tanpa peringatan, ia langsung menarik Eveline ke dalam pelukannya, memeluknya erat seakan takut kehilangan. Wajahnya terkubur di dada Eveline, dan ia menggeleng pelan.
Eveline bisa merasakan tubuh di depannya sedikit bergetar.
Apa dia… takut?
"Jangan takut padaku…" suara Lucas terdengar berat, hampir seperti bisikan.
"Maafkan aku…"
"Jangan pergi dariku…"
Eveline membeku.
Perasaan asing tiba-tiba memenuhi dirinya. Sebuah perasaan yang bukan berasal dari hatinya sendiri.
Rasa takut. Kecemasan. Kesedihan.
Lucas… apakah ini yang dia rasakan sekarang?
Eveline mulai memahami sesuatu.
Mungkin karena darah mereka sudah bercampur, ia bisa merasakan emosi Lucas. Bukan sekadar menebaknya, tetapi benar-benar merasakannya.
Lucas… takut ditinggalkan.
Hati Eveline sedikit mencelos.
Perlahan, ia mengangkat tangannya, mengusap rambut pria itu dengan gerakan lembut. Jari-jarinya menyisir helai demi helai rambut gelap Lucas, mencoba menenangkan.
Lalu, Eveline menarik napas dalam sebelum akhirnya berkata,
"Oke… Aku akan menerimamu. Tapi dengan satu syarat."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sacred Connection [TAMAT]
Fantasy[sebagian chapter diprivat mohon follow dahulu] Eveline, seorang putri konglomerat, menjalani hidup tanpa batasan. Tidak ada tuntutan dari orang tuanya, tidak ada tekanan untuk bekerja, dan tidak ada dorongan untuk mencari pasangan. Sayangnya, kebeb...
![The Sacred Connection [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/210257834-64-k948484.jpg)