Revisi~
"Satu hari." ucap Sean dengan nada serius.
Eveline membelalakkan mata, nyaris tidak percaya dengan batas waktu yang diberikan. Satu hari?! Bagaimana mungkin ia bisa menemukan anggrek bulan di hutan berbahaya itu dalam waktu sesingkat itu?
"Apa kalian bercanda?" tanyanya, berharap jawaban yang lebih masuk akal.
"Tidak," sahut Max sambil menyilangkan tangan di dadanya. "Besok bunga itu harus ada di hadapan kami."
Eveline menggerutu dalam hati. Jika bukan karena imbalan yang begitu besar, dia pasti sudah menolak mentah-mentah tantangan ini. Tapi satu unit apartemen dan mobil? Itu terlalu menggoda untuk dilewatkan.
Matanya melirik jam tangan. Pukul 16:15-jika ia ingin mencapai hutan Eldermyst sebelum malam tiba, ia harus segera berangkat. Hutan itu terletak sekitar dua jam perjalanan dari sini.
Tanpa banyak berpikir, Eveline berdiri dari kursinya dan berjalan cepat keluar dari kafe.
"H-Hei! Kau bahkan tidak berpamitan!" seru Sean, tapi Eveline mengabaikannya.
Max terkekeh, menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh. "Dia pasti mengira ini hanya tantangan biasa."
Sean menyeringai. "Ya, kita lihat saja nanti," katanya dengan nada penuh arti.
Tanpa menyiapkan apapun, Eveline segera memberhentikan sebuah taksi.
"Hutan Eldermyst," ucapnya kepada sopir dengan nada tegas.
***
Perjalanan terasa panjang, dan tanpa sadar, Eveline sempat tertidur di kursi belakang taksi. Ketika membuka matanya, ia mendapati langit sudah mulai berubah warna, menandakan senja hampir berakhir.
"Kita sudah sampai," kata sopir taksi sambil menoleh ke belakang, tatapannya ragu.
Eveline mengedarkan pandangan ke luar jendela. Pohon-pohon besar menjulang tinggi di hadapannya, menciptakan bayangan gelap yang menyeramkan. Udara di sekitar terasa dingin, dan suasana sunyi membuat bulu kuduknya berdiri.
"Kau yakin ingin turun di sini?" tanya sang sopir dengan nada khawatir. "Hutan ini... bukan tempat yang aman setelah gelap."
Eveline menelan ludahnya, tapi tetap mengangguk pasti. "Aku baik-baik saja," jawabnya, lalu mengeluarkan uang untuk membayar tarif perjalanan.
Sopir itu masih ragu, tapi akhirnya menerima pembayaran dan menatap Eveline sejenak sebelum menyalakan mesin dan pergi.
Kini, Eveline benar-benar sendirian.
***
Pukul 18:20.
"Hampir malam," gumamnya sambil menatap langit yang mulai dipenuhi warna jingga.
Tanpa membuang waktu, Eveline berjalan cepat memasuki hutan, napasnya sedikit memburu karena gugup. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah tantangan biasa seperti sebelumnya. Namun, semakin jauh ia melangkah, semakin besar perasaan aneh yang menggelayuti dirinya.
Semak-semak di sekitar tampak bergerak pelan karena tiupan angin. Suara burung-burung hutan terdengar sayup-sayup, menciptakan suasana yang semakin menegangkan.
"Aku benar-benar harus meminta lebih banyak uang pada mereka kalau berhasil mendapatkan bunga ini," gumamnya kesal sambil terus melangkah.
Langit mulai menggelap, dan hutan terasa semakin menyeramkan. Ranting-ranting yang berserakan di tanah terus menghalangi jalannya, membuatnya harus melangkah lebih hati-hati. Penerangan satu-satunya yang ia miliki hanyalah senter dari ponselnya.
Sial, aku bahkan lupa membawa peralatan. Tidak ada kompas, tidak ada peta, bahkan air minum pun ia tinggalkan. Benar-benar ceroboh.
Setelah sekitar 40 menit berjalan, Eveline mulai merasa lelah. Keringat membasahi pelipisnya meskipun udara di hutan terasa lebih dingin dari biasanya.
Di hadapannya, pohon-pohon raksasa tampak berdiri rapat, membentuk seperti pagar alami. Hutan ini benar-benar terasa berbeda dari yang ia bayangkan. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba mengabaikan rasa takut yang mulai muncul di benaknya.
Ketika Eveline melangkah lebih dalam, ia merasakan atmosfer yang lebih gelap dan suram. Suasana di sekitarnya terasa menekan, seolah-olah ada sesuatu yang mengawasinya dari balik pepohonan.
Tetap tenang, Eveline. Ini hanya hutan biasa. Tidak ada yang perlu ditakuti.
Tapi kata-kata itu terdengar hampa ketika ia mendengar suara semak-semak bergesekan.
Jantungnya berdetak lebih cepat. Ia menoleh ke kanan dan kiri, mencoba mencari sumber suara, tapi yang ia lihat hanya pepohonan dan bayangan gelap.
"Lihat saja, kalau aku berhasil mendapatkannya, aku akan meminta lebih banyak uang pada kalian!" gerutunya, berusaha mengalihkan rasa takut.
Tiba-tiba, sesuatu di kejauhan menarik perhatiannya.
Sebuah kilauan samar di antara pepohonan.
Eveline menyipitkan mata, mencoba memastikan apa yang ia lihat. Apakah itu...?
Namun, sebelum ia bisa bergerak lebih dekat, tiba-tiba layar ponselnya padam.
Baterai habis.
"Sial!" makinya, merasa semakin kesal. Kenapa harus mati sekarang?!
Meskipun tanpa cahaya, Eveline tetap melangkah mendekati kilauan itu. Semakin dekat, ia menyadari bahwa yang bersinar itu adalah sekelompok bunga dengan kelopak berwarna biru malam yang memancarkan cahaya lembut.
Anggrek bulan.
Tatapan Eveline berbinar. Aku menemukannya!
Tapi ada satu masalah.
Bunga itu tumbuh cukup tinggi di batang pohon besar. Tanpa berpikir panjang, Eveline mulai memanjat pohon tersebut, mencengkeram batangnya dengan hati-hati. Setelah beberapa kali usaha, ia berhasil duduk di atas salah satu cabangnya. Dengan cepat, ia meraih bunga itu dan meletakkannya di dalam tas selempangnya.
Namun, saat ia bersiap untuk turun-
Auuuwwwooohhh!
Suara lolongan serigala menggema di udara.
Eveline menegang. Matanya membelalak saat mendengar suara geraman pelan dari balik pepohonan.
Langkah kaki terdengar mendekat.
Dedaunan dan ranting patah di belakangnya, menandakan sesuatu sedang mengendap-endap ke arahnya.
Eveline meneguk ludah, perlahan memundurkan dirinya ke batang pohon besar di belakangnya. Tubuhnya mulai gemetar saat merasakan bulu kuduknya berdiri.
Dia tidak sendirian di sini.
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
BERSAMBUNG...
PLEASE VOTE AND COMMENT...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sacred Connection [TAMAT]
Fantasia[sebagian chapter diprivat mohon follow dahulu] Eveline, seorang putri konglomerat, menjalani hidup tanpa batasan. Tidak ada tuntutan dari orang tuanya, tidak ada tekanan untuk bekerja, dan tidak ada dorongan untuk mencari pasangan. Sayangnya, kebeb...
![The Sacred Connection [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/210257834-64-k948484.jpg)