Happy reading my love~
Revisi•°
Alister kembali ke dalam rumah dengan senyum lebar yang hampir menyentuh telinganya. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak persegi besar, terlihat begitu senang hingga hampir melompat-lompat.
Begitu tiba di ruang keluarga, ia langsung menjatuhkan dirinya di lantai, menempatkan kotak itu di hadapannya, lalu dengan cepat membuka kemasannya.
Alister tertegun sejenak melihat isinya.
"Woahhhh! Spy Drone!" serunya dengan suara penuh kekaguman.
Matanya berbinar saat mengangkat drone itu dari dalam kotaknya, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan impiannya di hari ulang tahun.
Namun, tidak lupa, di tengah rasa bahagianya, ia menyempatkan diri untuk mengejek kakaknya.
"Bahkan kakakku sendiri tidak pernah membelikanku hadiah sebagus ini!" katanya dengan nada sengaja menyinggung.
Eveline yang merasa tersindir mengerutkan kening, lalu melirik sinis ke arah Alister.
"Hei, aku bahkan membantu menyembunyikan video game-mu yang akan disita Ayah!" balas Eveline tajam, menyilangkan tangan di depan dadanya.
Ucapan itu langsung membuat senyuman Alister lenyap seketika.
Bocah itu membeku, matanya melebar terkejut penuh ketakutan, lalu perlahan menoleh ke arah ayahnya, yang kini melipat tangan di dada dengan tatapan tajam.
"Alister, malam nanti berikan pada Ayah video game itu!" perintah Damian dengan nada tegas.
"Dasar kakak penghianat"
Alister yang sadar dirinya telah tidak dapat membela diri menundukkan kepala dengan ekspresi memelas.
"Baik, Ayah..." gumamnya dengan suara kecil, seperti anak kecil yang baru saja tertangkap basah melakukan kesalahan. Hey Alister itu sudah remaja.
Namun, pikirannya langsung terhibur begitu ia menatap kembali drone yang ada di tangannya. Untung saja Lucas membawakannya hadiah mahal ini.
Jika tidak, mungkin ia akan merajuk dan memohon kepada Ayahnya sampai berlutut agar tidak dihukum.
Alister kemudian menoleh ke Eveline, menatapnya dengan sinis, lalu mencibir pelan.
Eveline yang melihat tingkah adiknya hanya mengangkat alis, lalu membalas dengan lirikan tajam.
Anna, ibu mereka, hanya menghela napas, lalu berkata, "Alister, masuklah ke kamar dan istirahatlah."
Mendengar perintah itu, Alister mengangguk cepat.
Namun sebelum pergi, ia menoleh ke arah Lucas, dan kali ini senyum lebarnya kembali muncul.
"Terima kasih, Kakak Ipar!" serunya riang, lalu berjalan menuju kamarnya dengan langkah ringan, kepala bergoyang-goyang bahagia, dan tentu saja drone barunya tidak lupa ia bawa juga.
Eveline mengerjapkan mata, terkejut mendengar panggilan itu keluar dari mulut Alister.
Kakak ipar?!
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sacred Connection [TAMAT]
Fantasy[sebagian chapter diprivat mohon follow dahulu] Eveline, seorang putri konglomerat, menjalani hidup tanpa batasan. Tidak ada tuntutan dari orang tuanya, tidak ada tekanan untuk bekerja, dan tidak ada dorongan untuk mencari pasangan. Sayangnya, kebeb...
![The Sacred Connection [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/210257834-64-k948484.jpg)