chapter 1⚜️

16.9K 879 8
                                        


Revisi~

•°•°•°•°•°•

Langkah Eveline terdengar ringan saat memasuki sebuah kafe yang cukup ramai di sore hari itu. Gadis bersurai pirang dengan manik mata hijau zamrud itu melangkah penuh percaya diri, matanya menyapu seluruh ruangan hingga akhirnya menemukan sosok yang dikenalnya.

"Eveline!" panggil seorang pria dari sudut ruangan.

Ia menoleh ke arah suara itu dan mendapati dua teman lelakinya tengah melambaikan tangan. Sean, dengan senyum percaya dirinya, serta Max, yang tampak santai sambil menyesap minumannya.

Eveline melangkah mendekati mereka, lalu tanpa ragu duduk di antara kedua pria itu. Seulas senyum terulas di bibirnya.

"Apa yang kalian inginkan kali ini?" tanyanya dengan nada datar, meskipun rasa penasaran sudah mulai muncul di benaknya.

Sean menatapnya dengan mata berbinar, seolah menyiapkan sesuatu yang besar. "Anggrek bulan dari hutan Eldermyst," katanya santai, seakan itu bukan tantangan yang mustahil.

Eveline menaikkan sebelah alisnya. "Dan berapa yang akan kudapat?" tanyanya, tahu betul bahwa setiap tantangan dari mereka selalu datang dengan imbalan yang menggiurkan.

Max menaruh cangkirnya di meja dan menatap Eveline dengan tatapan penuh arti. "Satu unit apartemen," ucapnya singkat.

Eveline hampir tertawa mendengarnya, tetapi sebelum ia bisa bereaksi, Sean menambahkan, "Dan satu unit mobil."

Gadis itu membulatkan matanya. Satu unit apartemen dan mobil? Bahkan untuk ukuran mereka, yang berasal dari keluarga kaya, ini terdengar berlebihan.

Sejujurnya, Eveline sudah terbiasa menerima tantangan gila dari kedua temannya, tetapi kali ini imbalannya jauh lebih besar dari biasanya. Ini bukan sekadar uang tunai atau barang-barang kecil yang bisa diabaikan-ini adalah dua aset mahal yang bernilai tinggi.

Mereka benar-benar tidak sayang pada uang, huh? pikirnya sambil menahan tawa.

Eveline menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap dua temannya dengan mata menyelidik. "Apa kalian yakin?" tanyanya dengan nada meragukan.

Max dan Sean mengangguk serempak tanpa ragu sedikit pun.

"Tapi kau tahu, hutan Eldermyst bukan tempat biasa," celetuk Max, kini nada suaranya lebih serius. "Tempat itu terkenal dengan hewan buasnya. Tidak ada yang pernah masuk terlalu jauh dan kembali dengan selamat."

Eveline tidak segera menjawab. Ia mengetuk-ketukkan jarinya di meja, mempertimbangkan risikonya. Namun, di balik semua bahaya yang disebutkan, ia merasakan adrenalin mulai mengalir di tubuhnya.

Apakah ini terlalu berbahaya? Ya. Tapi apakah ini sepadan? Jelas.

"Berapa waktu yang kubutuhkan?" tanyanya akhirnya, nadanya penuh ketertarikan.

Sean menyunggingkan senyum. "Satu hari."

Satu hari. Itu berarti ia harus masuk ke dalam hutan, menemukan anggrek bulan itu, dan keluar sebelum hari berganti. Tantangan yang sulit, tetapi tidak mustahil.

Eveline menyeringai. "Baiklah, aku terima."

Tanpa mereka sadari, keputusan sederhana itu akan mengubah hidup Eveline selamanya.

•°•°•°•°•°•

🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾
🐾

BERSAMBUNG...
PLEASE VOTE AND COMMENT...

The Sacred Connection [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang