extra part 1

6.5K 262 5
                                        

°••°°••°°••°


Setelah pesta pernikahan yang meriah, Lucas dan Eveline akhirnya tiba di kamar mereka di hotel tempat resepsi berlangsung. Sebuah suite mewah dengan balkon menghadap kota yang berkilauan di bawah cahaya bulan.

Eveline berdiri di depan cermin besar, menatap bayangannya. Gaun pengantinnya masih terpakai, meski sudah agak berantakan setelah seharian berdiri dan menerima tamu. Rambutnya yang tadi tertata rapi sebelumnya juga kini sedikit berantakan, tetapi tetap membuatnya terlihat anggun.

Lucas, yang sejak tadi berdiri di dekat pintu, bersandar sambil mengamati istrinya. Senyum kecil terukir di bibirnya.

"Akhirnya kita di sini," ucapnya sambil berjalan mendekat.

Eveline menelan ludah. Jantungnya berdebar lebih kencang daripada saat mengucapkan janji suci tadi siang. Ini bukan pertama kalinya mereka berduaan, tapi tetap saja... malam ini berbeda. Malam ini, mereka benar-benar suami istri.

Lucas berdiri di belakang Eveline, menatap bayangan mereka di cermin. Tangannya perlahan menyentuh bahu Eveline, lalu turun ke pinggangnya. Eveline bisa merasakan kehangatan tubuh Lucas menembus kain gaunnya.

"Kau gugup?" bisik Lucas di telinganya.

Eveline mengangguk pelan.

Lucas terkekeh. "Lucu, biasanya kau begitu percaya diri saat berdebat denganku. Tapi sekarang malah seperti gadis pemalu."

Eveline mendelik ke arahnya melalui cermin. "Berhenti menggoda, Luke."

Lucas tersenyum, kemudian berbalik ke meja kecil di samping ranjang. Ia mengambil segelas air dan menyodorkannya pada Eveline.

"Minumlah. Kau pasti lelah setelah berdiri berjam-jam."

Eveline menerima gelas itu dan meminumnya. Sedikit rasa tenang menjalar di tubuhnya.

Lucas sendiri melepas dasinya dan membuka beberapa kancing kemejanya. Ia lalu duduk di tepi ranjang, menatap istrinya yang masih berdiri ragu di depan cermin.

"Kemarilah, sayang," panggilnya lembut.

Eveline berjalan mendekat, lalu duduk di samping Lucas. Suasana menjadi hening. Hanya ada suara detak jam dan desiran angin dari luar.

Lucas mengangkat tangan dan mengusap pipi Eveline. "Aku tahu ini semua terasa cepat bagimu. Aku hanya ingin kau tahu, kita punya seumur hidup untuk terbiasa dengan satu sama lain. Tidak perlu terburu-buru."

Eveline menatap mata suaminya yang penuh ketulusan. Ia tersenyum kecil.

"Aku tahu, Luke. Aku hanya... perlu waktu untuk mencerna semuanya. Beberapa bulan lalu, aku bahkan tidak membayangkan kita akan menikah secepat ini."

Lucas mengangguk. "Jadi, apa kau menyesal?" tanyanya, meski dalam nada bercanda, ada sedikit nada serius di baliknya.

Eveline menggeleng. "Tentu saja tidak. Aku hanya belum terbiasa dengan kenyataan bahwa aku sekarang sudah menjadi istrimu."

Lucas tertawa pelan. "Kau akan segera terbiasa, percaya padaku."

Eveline ikut tertawa, tapi tawanya terhenti ketika Lucas menangkup wajahnya dan mendekatkan diri padanya. Bibir mereka bertemu dalam ciuman yang lembut, bukan dengan nafsu yang membara, tapi dengan rasa sayang yang mendalam.

Lucas mencium Eveline dengan penuh kesabaran, memberi waktu bagi Eveline untuk menyesuaikan diri. Tangannya mengelus punggungnya dengan lembut, menenangkan setiap kegugupan yang masih tersisa.

Ketika ciuman mereka berakhir, Eveline menyandarkan kepalanya di dada Lucas. Jantungnya masih berdegup cepat, tapi bukan karena gugup, melainkan karena kebahagiaan.

"Aku mencintaimu, Luke."

Lucas mengeratkan pelukannya. "Aku lebih mencintaimu, istriku."

Eveline tertawa kecil. "Kita tidak perlu berdebat soal siapa yang lebih mencintai siapa, kan?"

"Oh, tentu perlu. Karena jawabannya sudah jelas, aku."

Mereka berdua tertawa, menikmati malam pertama mereka bukan hanya sebagai sepasang kekasih, tetapi sebagai suami dan istri.

•°•°•°•°•

Keesokan paginya

Cahaya matahari pagi masuk melalui celah tirai, menerangi kamar mereka yang masih sunyi.

Lucas terbangun lebih dulu, menoleh ke samping dan menemukan Eveline masih terlelap, wajahnya damai dengan napas yang teratur. Rambutnya sedikit berantakan, tetapi itu justru membuatnya terlihat lebih menawan di mata Lucas.

Lucas tersenyum kecil. Perlahan, ia menyelipkan beberapa helai rambut Eveline ke belakang telinganya, lalu mengecup keningnya.

Eveline menggeliat pelan dan membuka matanya, menatap Lucas yang sudah bangun lebih dulu.

"Pagi, sayang." bisik Lucas.

Eveline mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum tersenyum. "Pagi juga, suamiku."

Lucas terkekeh. "Aku tidak akan pernah bosan mendengar kau memanggilku seperti itu."

Eveline tersenyum lebar dan menyandarkan kepalanya di dada Lucas. "Aku juga masih belum terbiasa, tapi... aku menyukainya."

Lucas menelusupkan tangannya ke pinggang Eveline, menariknya lebih dekat. "Kalau begitu, biasakanlah, karena aku akan selalu ada di sampingmu. Sekarang dan selamanya."

Eveline menghela napas bahagia. Hari ini adalah hari pertama dari kehidupan barunya bersama Lucas. Dan ia tidak sabar untuk menjalani hari-hari berikutnya sebagai istri pria yang dicintainya.

°•°•°•°•°•°•°

To be continued

*sering banget lupa kalo nulis pakai kata kamu atau kau

The Sacred Connection [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang