Chapter 5⚜️

13.8K 814 6
                                        

Revisi~

"Tidak ada yang pernah pergi begitu saja dari tempat ini," suara pria itu terdengar tegas, nyaris menghipnotis.

Eveline tidak berkedip, tubuhnya menegang. Ia tidak tahu apa yang lebih menakutkan—tatapan gelap pria itu atau makna di balik ucapannya.

Lalu, pria itu mengulurkan tangannya. Jemari panjang dan dinginnya menyentuh dagu Eveline, mengangkat wajahnya dengan lembut, tetapi memiliki kekuatan yang tak bisa ditolak.

Eveline terkesiap.

"Dan kau..." suaranya semakin rendah, hampir seperti bisikan. "Sekarang milikku."

Dunia seolah berhenti.

Jantung Eveline berdetak begitu cepat hingga ia hampir tidak bisa bernapas. Ketakutan merayapi seluruh tubuhnya, membuatnya ingin mundur, ingin melepaskan diri—tapi ia tidak bisa.

Matanya membelalak, menatap pria itu dengan keterkejutan yang tak bisa disembunyikan.

Tidak, ini tidak mungkin...

Tubuhnya mendadak terasa begitu ringan. Pandangannya mulai berputar, suara-suara di sekitarnya memudar menjadi dengungan samar. Dada Eveline naik turun dengan napas yang semakin dangkal.

Lalu—

Kegelapan menyelimutinya.

***

Kepalanya terasa berat.

Kelopak matanya bergetar sebelum akhirnya terbuka perlahan. Pandangannya masih buram, tetapi Eveline bisa merasakan tekstur lembut di bawah tubuhnya.

Di mana aku...?

Ia mengerutkan kening, mencoba mengingat apa yang terjadi. Kegelapan yang tiba-tiba, suara pria itu, sentuhannya...

Ia ingin berbicara, tetapi tenggorokannya terasa kering, seperti baru saja berjalan jauh di tengah padang pasir.

Dengan sisa tenaga, Eveline menggerakkan kepalanya, mencoba melihat sekeliling.

Langit-langit putih bersih berada di atasnya. Aroma samar kayu dan sesuatu yang maskulin memenuhi udara. Cahaya lampu redup memberi ruangan itu kesan hangat namun misterius.

Tempat ini...

Saat penglihatannya semakin jelas, Eveline menyadari bahwa ia berada di sebuah kamar yang luas dengan desain elegan. Dindingnya dihiasi aksen klasik, dan furnitur mahal memenuhi ruangan, dari lemari besar hingga kursi empuk di sudut.

Tetapi bukan itu yang membuatnya membeku.

Melainkan kehangatan di sisinya.

Perlahan, Eveline menoleh—dan jantungnya hampir berhenti berdetak.

Pria itu ada di sana.

Tidur di sampingnya.

Bukan hanya tidur, tetapi juga memeluknya erat, seolah tidak mau membiarkannya pergi.

Jantung Eveline berdentum keras.

Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi lengan pria itu seperti rantai yang menahannya. Tubuhnya yang besar mendominasi ranjang, membuat Eveline yang sudah cukup tinggi untuk ukuran wanita terasa begitu kecil di sampingnya.

Astaga.

Apa yang terjadi setelah ia pingsan?!

Ia menelan ludah, panik mulai menjalar. Dengan hati-hati, ia mengangkat tangannya dan menepuk bahu pria itu.

"Sir... tolong bangun," bisiknya. Suaranya hampir tidak keluar, tetapi tetap cukup untuk membuat pria itu bergerak sedikit.

Tidak ada reaksi.

Eveline menghembuskan napas gugup, lalu mengguncangnya pelan. "Sir, bangunlah..."

Tiba-tiba, pria itu bergerak.

"Shhh..."

Suara beratnya yang rendah membuat Eveline langsung menegang.

Lalu, sepasang mata gelap itu terbuka.

Tatapan tajam itu menusuk langsung ke dalam dirinya.

Eveline merasa tubuhnya membeku di tempat. Matanya membesar saat pria itu menatapnya tanpa berkedip, ekspresinya sulit ditebak.

Pria itu bergerak, duduk perlahan di tepi ranjang.

Tanpa sadar, Eveline ikut terduduk, tubuhnya terasa kaku. Ia baru menyadari betapa besar pria ini—ketika ia mendongak hanya untuk melihat wajahnya dengan jelas.

Dari dekat, pria ini tampak lebih menakutkan. Rahangnya yang tegas, struktur wajahnya yang sempurna, sorot matanya yang penuh misteri...

Mengerikan, namun juga... berbahaya.

Mereka saling menatap beberapa detik sebelum pria itu tiba-tiba berdiri.

"Aku harus ke kamar mandi," katanya, lalu berjalan pergi tanpa menoleh.

Eveline hanya bisa menatap punggung tegapnya yang menghilang ke balik pintu.

Ia menghembuskan napas panjang, mencoba memahami situasi ini.

Siapa pria ini sebenarnya?

Dan kenapa ia berkata seolah benar-benar... memiliki dirinya?


💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞
💞

BERSAMBUNG...
PLEASE VOTE AND COMMENT...

The Sacred Connection [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang