Chapter.11 Sudut Pandang Diantara Manusia(1)

422 48 1
                                        

Suara langkah kaki bergema di antara suara hembusan angin yang bersiul memberi sentuhan lembut pada dedaunan.

Hans memimpin kami di depan.

"Aku tidak tau pastinya, lantai 1 Dungeon ini dikatakan sebagai sesuatu sangat jarang di dunia ini.

"Jarang?"

"Benar, lantai 1 Dungeon ini tampaknya di susun dengan tak terhitung pulau-pulau terapung yang tersebar di sepanjang cakrawala. Dan kita saat ini berada di pulau terapung utama dari lantai ini, kami menamai nya, THE FIRST STAND!"

Aku tidak percaya bahwa itu mungkin. Jika apa yang Hans katakan itu benar, maka lantai ini bahkan lebih aneh daripada lantai-lantai yang lain.

Melihat sekitar, aku hanya dapat menyimpulkan bahwa ini adalah permukaan. Tempat ini terlalu jauh dari kata 'Dungeon' yang kukenal.

Dari yang kulihat, sesuatu yang seharusnya adalah sebuah pulau terapung ini akan setidaknya memiliki ukuran lebih dari ribuan Hektar.

Dan dia berkata bahwa pulau-pulau semacam ini masih tersebar di lantai ini secara liar? Apakah ini sebuah tempat penangkaran pulau-pulau liar atau semacamnya?

"Dungeon..."

Sekarang aku merasa seolah aku bahkan tidak tau lagi apa itu Dungeon setelah mendengar semua ini.

Melirik No.1 yang ada di tanganku, dia entah kenapa mulai membuat ekspresi wajah penuh rasa bangga.

Haa~ dunia ini terlalu misterius. Bahkan anakku sendiri pun penuh akan misteri.

Selagi aku memikirkan itu semua, kami akhirnya sampai di hadapan pintu masuk kota.

"Kami pulang." Hans mengangkat tangan nya, menyapa dua orang pria tua yang tampaknya bertugas berjaga.

"Oh, Hans! Senia! Kalian akhirnya pulang, ya!" Salah satu dari pria penjaga itu menyapa balik Hans dan Senia, terlihat senang melihat mereka.

Namun dia segera mengubah ekspresi wajah nya tak lama kemudian, "Hannah... Begitu ya." Pria tua itu menutup wajah nya dengan tangan nya, bersedih.

Hans dan Senia juga mengerutkan kening mereka, menunduk penuh rasa penyesalan.

"Minotaur tiba-tiba saja muncul di tempat yang tidak terprediksi oleh kami... Hannah lah yang terkena serangan pertama monster itu."

"I-ini salah ku... Karena aku... H-hannah hanya berniat untuk melindungi ku. D-dalam sekejap, dia terbunuh...!"

"Tidak, kita harus bersyukur bahwa setidaknya kalian berdua selamat. Kematian Hannah tidaklah sia-sia...!" Pria tua itu memeluk keduanya.

Mereka semua menangis bersama.

Bahkan pria penjaga yang hanya mengawasi di kejauhan pun ikut menangis, dia menutup mata nya, berusaha untuk menyembunyikan kenyataan bahwa dia menangis dari yang lain.

Tunggu...! Bahkan No.1 juga mulai berkaca-kaca!

Eh... Apa ini? Tiba-tiba saja suasana nya menjadi sangat berat. Sial, apakah hanya aku saja disini yang tidak merasakan apa-apa? Jangan buat aku merasa seolah aku adalah seorang pembunuh berantai tanpa hati, dong!

Melihat situasi nya, sepertinya Hannah yang mereka maksud disini adalah mayat wanita yang baru saja aku curi baik barang-barang nya dan sepatu bot nya sebelum aku menguburnya sebelumnya, bukan?

Haruskah aku memberi mereka tas milik wanita Hannah ini kepada mereka beserta apapun yang mungkin isinya?

Baiklah, sudah kuputuskan! Aku akan memberikan tas ini kepada mereka di waktu yang lebih tepat!

[Remaked On Another Book]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang