"Jadi, apa maksudmu dengan mengatakan 'Suamiku' tadi? Kamu baru saja lahir, jadi Mama tidak terlalu mengerti situasi nya."
Aku menanyakan hal itu kepada anakku yang baru saja terlahir ini.
Tubuhnya telah ku lilit menggunakan jaring laba-laba ku dan bagian kiri wajahnya pun merah, aku menamparnya sebelumnya karena... Yah, entah kenapa aku ingin menamparnya saja.
Kami sudah berpindah ke bagian dalam sarang, dan anak-anak yang lain juga mulai mengerumuni ku lagi saat aku berbicara dengan anak ini.
Lena, seperti sebelumnya, duduk di atas kepalaku.
"Heh," Anak itu mendengus, "Kalian tentu tidak akan mengerti apa yang kukatakan. Lagipula kalian hanyalah makhluk rendahan yang ada hanya untuk membuat diriku ini terlahir!" Anak itu meludah, merendahkan kami.
Sebenarnya dari manakah asal dari kepercayaan diri nya ini... aku sangat penasaran...
"Hee... Apakah begitu? Lalu? Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Aku membalas ucapannya dengan ringan, mengelus kepala anak-anak ku yang lain karena mereka sepertinya masih ingin dimanja olehku.
"Aku akan membunuh kalian dan mulai mencari suamiku!!" Teriak anak itu, senyuman ganas terpampang di wajahnya dengan sangat jelas.
"Prftt-" Aku mencoba untuk menahannya, "BwahahahahaHAHAHAHAHAHA!!!" Namun aku tidak bisa.
"A-apa yang kau tertawakan?!" Wajah anak itu memerah, mungkin merasa malu.
Sial, perutku. Kurasa ini pertama kalinya aku tertawa hingga seperti ini sejak aku terbangun di dunia ini.
Maksudku...
"JIKA INGIN MEMBUNUH KAMI, SETIDAKNYA KATAKAN LAH PADA SAAT KAU SUDAH BERHASIL MELEPASKAN DIRIMU DARI JARING MAMA MU INI, HAHAHA!!"
Sial, aku tidak bisa berhenti. Ini entah bagaimana sangat lucu bagiku.
"B-berisik! J-jaring s-sialan seperti in - e-eh?! A-apa-apaan jaring ini?!"
"Bwahahahahahaha!!!"
Tanpa sadar aku telah kembali ke wujud manusia ku, berguling-guling ke sekitar sambil memegangi perutku yang sakit karena tertawa.
Anak-anak ku yang lain... Mereka mundur, menatapku dengan tatapan bingung sementara Lena benar-benar memberiku tatapan yang aneh.
{Mama...}
Ugh, Lena mulai menatapku dengan jijik! Aku harus berhenti.
"S-sialan! A-aku... A-aku t-tidak akan memaafkan kalian untuk semua ini!"
"Pfftt-!!... BWAHAHAHAHHAHAHA!!!"
Anak itu berusaha mengatakan itu untuk mengancam kami, namun dia malah mengeluarkan suara yang terdengar seolah hampir menangis, membuat tawa ku menjadi pecah lagi.
-Beberapa menit pun berlalu.
"Ah, sial... Perutku sakit..."
Anak-anak ku kembali mengerumuni ku, sementara aku memegangi perutku, berusaha untuk menahan rasa sakit yang tersisa.
"Ya ampun," Aku mengalihkan pandanganku kembali ke anak itu, membersihkan tenggorokan ku, "... Mam - aku sekarang kira-kira sudah dapat menebak situasi mu. Namun, bisakah kamu setidaknya menjelaskannya dengan lebih merinci? Meskipun begini, aku adalah ibumu di kehidupan mu yang sekarang, bukan?"
Aku tersenyum lembut, berusaha untuk membujuknya dengan 'Mode Mama' milikku.
Bagaimana? Lihatlah senyum penuh kebaikan dan kasih sayang keibuan bak seorang dewi ini! Bukankah kau ingin bergantung kepadaku setelah melihatnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
[Remaked On Another Book]
Fantasi[Sedang diRemake. Check Bio.] Seorang pria lajang menemukan dirinya terbunuh oleh junior nya di dalam rumah nya sendiri seusai bekerja. "J-jangan salahkan aku, ya kak~? Ini semua salah kakak~ Ya~ salah kakak~!" Namun, ketika dia berpikir dia sudah...
![[Remaked On Another Book]](https://img.wattpad.com/cover/346562180-64-k45968.jpg)