Di sebuah Bar tertentu di kota Minerlott, pintu double bangunan tersebut terbuka dengan seorang gadis kecil berusia sekitar antara 11-13 tahun dari penampilan nya.
Sama sekali tak terpengaruh oleh suasana Bar yang penuh dengan pria dewasa, gadis berambut emas se bahu itu dengan santainya berjalan ke arah meja tempat Bartender tua berkumis sedang membersihkan dan mengelap gelas.
"Aku memiliki uang. Berikan barangnya kepadaku." Mengeluarkan sekantong koin, gadis itu dengan lantangnya mengatakan itu ditengah para pria yang sedang minum ataupun setengah mabuk.
Bahkan Bartender tua yang tenang itu pun kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk menanggapi tindakan gadis tersebut. Sejak awal, dia bahkan tidak mengerti apa sebenarnya 'Barang' yang dimaksud sang gadis.
"N-nona... Ini bukan tempat untuk anak kecil bermain, tahu?" Seorang pria yang terlihat baik yang duduk di dekat gadis itu, berdiri dan mengatakan itu kepada sang gadis. Berusaha untuk meraih tangan gadis itu dan menunjukkan nya kearah pintu keluar.
Namun, gadis itu menggeser tangannya tangannya agar tidak dapat di sentuh oleh pria itu. Mengabaikannya.
"Aku tahu kalian memilikinya. Aku ingin beberapa."
"Um..." Bartender tua hanya bisa tersenyum tegang, bingung. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap situasi yang sangat unik ini.
Dan kata-kata gadis itu yang selanjutnya pun membuat mereka bahkan semakin kebingungan. "Berikan aku senjata."
""...Eh?"" Secara bersamaan, semua orang yang berada di dalam Bar pada saat itu benar-benar tercengang akan kata-kata gadis itu.
Apa yang gadis ini katakan? Mereka dibuat lengah dengan kalimat yang sangat tak terbayangkan akan muncul di sebuah Bar.
Gadis itu juga tampaknya menyadari kejanggalan pada situasi tersebut setelah mengawasi reaksi orang-orang. Menoleh ke orang-orang yang menatapnya dengan bingung, gadis itu juga memiringkan kepalanya. Ini tidak seperti yang kuharapkan, pikir gadis itu.
"Pfft...! Bwahahaha...!!" Pada saat itu, entah siapa, tetapi seseorang tiba-tiba saja tertawa. Peristiwa itu menjadi pemicu, dan pada akhirnya seisi Bar tersebut pun dipenuhi oleh gelak tawa dari para Pria. Mereka memegangi perut mereka yang sakit akibat tertawa, namun masih tidak dapat menghentikan tawa mereka. Bahkan sang Bartender pun tak luput dari wabah tawa dan menutupi mulutnya dengan kain.
Setelah semua itu, bahkan gadis itu pun sadar bahwa tindakannya ini aneh. Dengan wajah merah padam, dia mengambil kembali kantung uangnya, lalu berjalan dengan langkah cepat keluar Bar.
Hanya ada satu orang di dalam Bar tersebut yang tak tertawa. Seorang pria pirang panjang berpakaian lusuh dan wajah muram, Abel. Berbeda dengan para pria lain, Abel hanya terdiam saat matanya mengikuti sosok gadis itu saat dirinya pergi keluar dari Bar. Tak lama setelah itu, Abel juga pergi keluar Bar karena penasaran akan sosok gadis itu.
Itu sudah jelas, tetapi Abel tentu tak dapat menemukan gadis itu di sana.
Tanpa tujuan yang jelas, Abel hanya berjalan ke sekitar kota dengan langkah lambat. Hanya saat dia sampai di bagian sekitar taman kota lah, Abel malah kembali bertemu dengan gadis itu lagi.
Di dalam pakaian gadis kota biasa tak berlengan dan celana pendek nya, gadis itu duduk di atas bangku taman dibawah bayang-bayang pohon. Gadis itu sedikit mengerutkan keningnya.
Mengikuti rasa penasaran nya, Abel menyapa gadis itu. Meskipun sedikit canggung, Abel akhirnya mengetahui bahwa sepertinya gadis itu benar-benar mengira bahwa dia akan dapat memperoleh senjata jika ia pergi ke Bar.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Remaked On Another Book]
Fantasy[Sedang diRemake. Check Bio.] Seorang pria lajang menemukan dirinya terbunuh oleh junior nya di dalam rumah nya sendiri seusai bekerja. "J-jangan salahkan aku, ya kak~? Ini semua salah kakak~ Ya~ salah kakak~!" Namun, ketika dia berpikir dia sudah...
![[Remaked On Another Book]](https://img.wattpad.com/cover/346562180-64-k45968.jpg)