Chapter 23. Mereka(2)

276 37 1
                                        

"... Eh? Anak itu, dia bertingkah sedikit aneh...?"

Ketika aku sedang melindungi dan membantu anak-anak ku yang terlihat kesulitan melawan para Werewolf yang mereka lawan, aku melihat salah satu anak ku yang bertarung dengan cara cukup aneh, berbeda dengan anak-anak ku yang lain.

Dia tidak mencoba untuk membunuh para Werewolf dan hanya memberikan luka goresan kepada kaki setiap Werewolf sambil terus menghindari dari terinjak kaki-kaki besar mereka.

Namun, meski begitu, anehnya setiap Werewolf yang telah dia lukai akan menjadi lebih lambat dan terlihat kesakitan.

Awalnya aku berpikir bahwa itu adalah efek dari Skill unik yang seperti yang dimiliki oleh Lena dan semua anak-anak ku, tapi aku merasa ada sesuatu yang berbeda dan lebih kuat dari serangan anak itu.

Selain itu...

[Anda mendapatkan 13 EXP.]

... Semua Werewolf yang telah di lukai sekali oleh anak itu juga menghasilkan lebih sedikit EXP dari yang seharusnya.

Meskipun tidak seekstrim Lena dan Naira, aku merasakan suatu perbedaan juga dari anak ini.

"Tidak mungkin. Apakah mungkin anak itu juga adalah seorang Reinkarnator?"

Karena telah terbiasa dengan Lena dan Naira, aku mau tidak mau berakhir pada kesimpulan itu.

Meskipun, yah, aku tidak bisa terlalu yakin tentang hal itu karena satu-satunya anakku yang memiliki Title Reinkarnator/Reincarnated one hanyalah Lena dan Naira.

Ini memang membingungkan, tapi aku tau aku tidak akan menemukan alasannya tanpa menanyakan langsung tentang hal ini kepada anak itu.

Sejauh yang kulihat, kurasa kelompok Werewolf ini hanya secara spontan menemukan jaring laba-laba ku dan tertarik ke daerah ini ketika mereka sedang mencari kemana menghilangnya pemimpin mereka.

Yang artinya, selama kami menghabisi semua Werewolf ini tanpa membiarkan satupun dari mereka kabur, maka seharusnya kita akan memiliki lebih banyak waktu luang sebelum mereka menyerang kami secara habis-habisan.

Karena itulah aku mengirim Naira untuk menjaga di bagian belakang para Werewolf.

"Ahahaha!! Dibandingkan Kak Lena dan monster itu, kalian bukanlah apa-apa, dasar Serigala besar!!"

Anak itu... Dia tertawa sambil melemparkan jaring dan sihir kesana kemari, menusuk jantung dari para Werewolf satu demi satu dengan cakarnya yang tajam.

[Anda mendapatkan 14 EXP]

"Mama!"

Salah satu dari anakku yang ku selamatkan memandang ku dengan matanya yang berbinar ketika aku membuat puluhan lubang pada tubuh Werewolf yang berniat untuk membunuh nya dengan menggunakan tombak.

Itu benar, aku menggunakan wujud manusia ku. Itu karena aku berniat untuk lebih mengasah kemampuan bertombakku dalam pertempuran langsung.

Yah, meskipun sepertinya para Werewolf ini terlalu lemah untuk latihanku, sih. Haha.

"Kalian bertarung lah tanpa perlu mengkhawatirkan apapun! Mama akan melindungi kalian!"

""MAMA!!""

Sejujurnya, ini menyakitkan untuk ku melihat anak-anak ku mempertaruhkan nyawa mereka. Perasaan untuk melemparkan sihir dan memusnahkan semua dari mereka selalu memenuhi hatiku ketika aku melihat goresan dan luka muncul di kulit mulus anak-anak ku yang manis.

Namun, aku tau ini adalah pilihan yang terbaik.

Mungkin tidak sekarang, tapi aku tau mungkin suatu hari nanti hari dimana aku tidak bisa berada disisi mereka untuk waktu yang lama akan tiba. Dan jika pada itu mereka masihlah seperti mereka saat ini... Memikirkan itu saja telah membuatku takut.

[Remaked On Another Book]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang