"Mama... Apa Mama yakin dengan itu? Memberikan hukuman seperti itu kepada Yumi."
Aku dan Lena saat ini sedang mencoba untuk melakukan penjelajahan ke daerah Dungeon yang belum pernah kami periksa. Dengan dinding lantai di sisi kanan kami, aku mulai berjalan kearah timur. Dan, Lena tiba-tiba menanyakan hal itu kepadaku.
Hukuman yang dimaksud oleh Lena adalah hukuman kecil yang kuberikan kepada Yumi sebelum kami pergi. Pada awalnya, aku berniat untuk sedikit memanjakan nya untuk sementara waktu dan menunda hukumannya.
Namun, Yumi malah meneriaki aku dan Lena ketika kami berniat untuk pergi. Dia bertengkar dengan Lena. Hingga sepertinya dia bahkan mulai bersiap untuk menggunakan skill racunnya itu.
Karena kurasa semuanya mulai berbahaya, aku menangkap Yumi. Menelanjanginya. Dan menggantungnya di langit-langit dalam posisi terbalik. Aku berharap dia akan menyadari kesalahannya hanya dengan itu. Karena aku sebenarnya tidak terlalu menyukai ide untuk memberikan hukuman yang lebih berat dari itu kepadanya.
"Yah, bukankah tidak apa-apa? Mama hanya ingin Yumi menyadari bahwa melukai saudara-saudari nya adalah sesuatu yang buruk dan berhenti melakukannya saja."
Hmm. Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan Lena dengan menanyakan hal itu, ya?
Tapi, Lena sepertinya memiliki maksud lain dari perkataan nya.
"Bukan," Lena menggelengkan kepalanya, "Yang aku khawatirkan adalah tentang Naira."
"... Eh?"
Naira? Memangnya apa hubungan Naira dengan hukuman kecil Yumi?
"Mungkin. Hanya dalam kata 'mungkin' saja. Tapi... Mama. Bukankah Naira akan menjahili Yumi jika dia melihat Yumi dalam keadaan seperti itu?"
Aku tanpa sadar menghentikan langkah kakiku karena mendengar perkataan Lena. Itu benar! Naira itu...
"Aku ingin kau menjadi milikku jika aku menang dan kau tidak terbunuh di pertarungan ini."
"Hah! Persetan dengan itu! Aku hanya ingin segera mencoba tubuh baruku dengan menggunakan tubuhmu yang... Yah, cantik, kurasa."
<Aze: "Chapter 19 guys...">
... Adalah anak yang bahkan mencoba untuk meletakan tangannya di atas ku, ibunya sendiri?!
-Anyla salah paham. Yang Lena maksud disini adalah Menjahili dalam bentuk lolucon. Namun yang Anyla pikirkan adalah Menjahili dalam bentuk seksual.
"Mama?"
"Lena."
"Hm?"
"Kita harus segera pulang. Sekarang juga!"
"Eh?"
Dan seperti itulah, aku berbalik. Berlari kembali ke sarang dengan kecepatan penuh. Naira, aku tidak akan membiarkan kau melakukan hal-hal mesum apapun kepada anak-anak ku!
Tak lama kemudian, aku dan Lena pun sampai di depan tangga naik menuju sarang kami. Disana, aku melihat anak-anak ku sedang berkerumun dan bermain-main di sekitar sarang.
Karena apa yang terjadi kemarin, aku memutuskan untuk membuat mereka beristirahat untuk hari ini. Jadi itu wajar bagi anak-anak untuk bermain-main. Namun... Kenapa banyak dari mereka malah mengerumuni Naira?!
Aku tidak tau bagaimana aku harus bereaksi ketika aku melihat dia duduk dengan tenangnya sambil terlihat seperti mengatakan sesuatu kepada anak-anak ku yang lain.
"Eh? Bukankah kalian terlalu cepat? Bagaimana dengan penjelajahan nya?" Naira memasang wajah 'Apa yang mereka lakukan disini? Apakah mereka membolos?' yang seolah mengatakan itu ketika melihat aku dan Lena menghampiri dirinya yang sedang bersantai di tepi tangga, dengan anak-anak yang bersamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Remaked On Another Book]
Fantasy[Sedang diRemake. Check Bio.] Seorang pria lajang menemukan dirinya terbunuh oleh junior nya di dalam rumah nya sendiri seusai bekerja. "J-jangan salahkan aku, ya kak~? Ini semua salah kakak~ Ya~ salah kakak~!" Namun, ketika dia berpikir dia sudah...
![[Remaked On Another Book]](https://img.wattpad.com/cover/346562180-64-k45968.jpg)