[Sedang diRemake. Check Bio.]
Seorang pria lajang menemukan dirinya terbunuh oleh junior nya di dalam rumah nya sendiri seusai bekerja.
"J-jangan salahkan aku, ya kak~? Ini semua salah kakak~ Ya~ salah kakak~!"
Namun, ketika dia berpikir dia sudah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Bonus ilustrasi. -Beberapa potret Anyla sebelum menjadi Arachne. -Waktu pengerjaan: 38 menit.
"... Naga?" Menemukan nama makhluk yang terdengar asing baginya, Anyla yang saat itu berumur sekitar 10 tahun, memiringkan kepalanya dengan bingung sementara dirinya sedang duduk di tengah perpustakaan kepunyaan suatu kota dan membaca beberapa buku.
Dihadapan Anyla duduk seorang Pustakawan baik hati. Pustakawan itu tersenyum hangat sembari terus mengawasi Anyla kecil yang sedang membaca buku-buku yang sulit itu.
Menyadari kebingungan yang Anyla saat ini rasakan, Pustakawan itu mulai menjelaskan tentang naga kepada Anyla.
"Naga. Itu adalah nama dari Ras monster terkuat. Tubuh bersisik sekeras Adamantite, rahang kuat yang bahkan dapat mengunyah bahkan Mithril, sayap besar bermartabat lambang kekuatan absolut, kaki-kaki kuat dengan cakar-cakar setajam silet... Ras monster legendaris, Naga, adalah sosok yang sangat menakutkan bagi penduduk dunia ini."
Anyla memiringkan kepalanya, "Kenapa ditakuti? Apakah mereka jahat?" Sepasang mata crimson nya yang berkilau akan kilau keingintahuan mengunci tepat pada si Pustakawan.
"Hmm... Jika ditanya apakah Naga adalah makhluk yang jahat atau tidak... Secara keseluruhan, kurasa ya, Naga itu jahat," ucap Pustakawan itu.
"Sejauh sejarah umat manusia berjalan, Naga adalah salah satu penyebab utama kehancuran paling tinggi. Banyak diantara Naga-Naga yang mengamuk ini bahkan memiliki kekuatan penghancur hingga mencapai tingkat ancaman sebuah negara. Ada lebih dari seratus nama-nama negara yang hancur di tangan Naga tertulis di banyak literatur-literatur sejarah," jelas Pustakawan itu. Tersenyum lembut. Mendorong lebih banyak buku kearah Anyla.
"Karena itu, karena sepertinya Anyla berniat untuk terus berpetualang seorang diri setelah ini, jangan lupa untuk membaca semua buku-buku tentang Naga dan monster ini. Karena diluar sana nyawa sangat enteng di mata baik monster dan manusia, Anyla sadar kalau pengetahuan lah hal yang paling penting untuk menghindari situasi terburuk dari yang terburuk, bukan?"
Menerima buku-buku itu dengan senang hati, Anyla menganggukkan kepalanya dengan semangat belajar baru yang telah tumbuh di dalam dirinya.
"Baiklah! Demi bertahan hidup dan terus melihat dunia, aku harus menyumpalkan semua pengetahuan ini kedalam kepalaku agar dapat menghindari semua masalah merepotkan!"
"... Jangan lupa juga untuk meningkatkan kemampuan tempur mu juga."
"... Ahaha..."
****
Di lantai kering yang gelap gulita, hanya kobaran api merah keunguan sajalah yang berperan sebagai pencahayaan.
"GGGGGRRRRRRRRRR..."
Geraman kesal dari monster besar, Naga bersisik merah, menggema di tengah kegelapan.
Asap panas dan percikan api sesekali berhembus keluar dari mulut dan lubang hidung Naga itu.