[Sedang diRemake. Check Bio.]
Seorang pria lajang menemukan dirinya terbunuh oleh junior nya di dalam rumah nya sendiri seusai bekerja.
"J-jangan salahkan aku, ya kak~? Ini semua salah kakak~ Ya~ salah kakak~!"
Namun, ketika dia berpikir dia sudah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Bonus ilustrasi.
Kalian pasti sudah mengenal siapa peri kecil imut itu, bukan? Hehe...
-Waktu pengerjaan: 4 jam 21 menit.
Cukup lama. Sepertinya aku masih perlu lebih banyak latihan.
~♣️♣️♣️~
Di waktu ketika Anyla baru saja meminum air laut dengan bodohnya, kerumunan petualang memenuhi bagian lapangan latihan Serikat petualang kota Minerlott.
Ini adalah hari keberangkatan mereka yang berpartisipasi dalam ekspedisi untuk kembali menginjakkan kaki di lantai 3 yang sudah hilang dari jangkauan manusia sejak lebih dari 100 tahun yang lalu.
Hans dan Senia berdiri diantara orang-orang itu. Mereka menyatukan tangan mereka dalam kecemasan.
"... Apakah kita benar-benar harus ikut dalam ekspedisi ini?" Tanya Senia. Menggenggam erat tangan kiri Hans.
"Wakil Kepala bilang kita hanya harus mengikuti Ekspedisi pertama kali ini yang akan berfokus hanya dalam penilaian situasi lantai dan pengintaian. Setelah itu, dia bilang kita bebas untuk melakukan apapun. Baik itu untuk pensiun atau pindah ke luar Dungeon. Karena kita akan diberikan imbalan yang setimpal dari Wakil kepala atas misi ini, kita juga tidak bisa mengeluh mengingat kita memang sedang membutuhkan uang untuk berbagai hal." Jawab Hans. Menjelaskan itu kepada Senia dengan ekspresi wajah yang sangat rumit.
Menatap wajah Hans, Senia benar-benar mengerti dan setuju dengan apa yang dia katakan. Senia hanya mengangguk. Menyandarkan tubuhnya ke tubuh kekar Hans sementara tangan kiri nya menyentuh perutnya yang sudah berisi kehidupan lain.
"Ohh! Mereka akhirnya datang!" Ucap salah satu petualang. Membawa keributan diantara para petualang lain sementara mereka semua mulai bertanya-tanya seperti apa tampang dari Kepala Serikat yang tampaknya akhirnya akan menunjukkan wajahnya kepada mereka untuk pertama kalinya.
"Harap tenang!"
Bersamaan dengan terbuka nya pintu gerbang masuk lapangan latihan ini, seorang wanita berseragam resepsionis Serikat melangkah ke dalam. Membungkam semua kebisingan yang dibuat oleh para petualang dengan hanya dua kata.
"Wakil kepala Serikat petualang, Tuan Hermes, dan Kepala Serikat petualang, Tuan Abel, silahkan."
Mengangguk menatap para petualang yang sudah terdiam, wanita itu segera minggir ke sisi dan membungkuk. Mempersilahkan dua orang lain yang ada dibelakang nya untuk masuk.
Dan, kedua orang itu pun melangkahkan kakinya ke dalam lapangan latihan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.