Liburan akhir semester di Korea telah tiba.
Shin Jae Ah, atau lebih disapa dengan sebutan Jae Ah, kini tengah bersiap-siap untuk datang mengunjungi kedua orang tuanya di Indonesia.
Dia lahir, dan tinggal di kota Seoul (Korea Selatan), dia memiliki nama nasional/nama luar Korea yakni Elicia Shin.
Ayahnya berasal dari kota Busan, Korea, sedangkan ibunya dari Jakarta, Indonesia.
Ketika di pesawat, dia tanpa sengaja terduduk bersebelahan dengan laki-laki tampan, yang juga kebetulan tujuannya Korea-Indonesia.
Elice memandangi lelaki di sebelahnya dengan penuh kagum. Pasalnya, orang yang ada di sampingnya itu sangat tampan.
Lihatlah wajah tegas, hidung mancung dan tatapan tajam itu. Ah, seperti tokoh fiksi di novel-novel yang dia baca.
' Astaga laki-laki ini sangat tampan...' puji Elice dalam hati.
'Tapi tunggu dulu, dia sepertinya bukan orang Korea... Apakah dia orang Indonesia juga? Dari tampanhnya, Dia terlihat mirip orang Indonesia...' ujar Elice dalam hatinya.
Haaacccuuuuuu....!
Tidak tau kenapa, tiba-tiba Elice bersin di dalam pesawat. Laki-laki yang berada di sebelah Elice yang tadinya diam tanpa gerakan lebih, kini berbalik melemparkan tatapan tajamnya kepada Elice.
"Hei! Jika kau sedang flu, lebih baik kau menggunakan masker. Jangan menyebarkan virus pada orang lain!" cibir Pria tampan itu, namun dengan nada sinis dan tatapan dingin.
laki-laki itu, bernama Victory. Nama lengkapnya adalah Victory Valenzuela. Dia berasal dari Filipina, namun bekerja di Korea Selatan, tanah kelahiran ibunya
"A-Aku... Aku tidak sedang flu. Hanya kebetulan saja, mungkin saja hidungku kemasukan debu," balas Elice dengan sedikit tergagap.
Aura pria di sampingnya ini dominan sekali.
"Jangan mencoba membuat alasan. Dasar jorok!" Ujar Victory, sambil mendelik ke arah Elice.
Dan hal itu sontak saja membuat Elice membelalakkan matanya, dia tidak menyangka bahwa lelaki setampan ini ternyata menyebalkan juga.
"Jorok?! Katamu aku jorok!?" Kesal Elice sambil mencoba menahan amarahnya.
"Iya kau jorok...!" Balas pria itu dengan ekspresi yang menyebalkan di mata Elice.
‘Pria sialan!’ kesal Elice dalam hatinya.
Akhirnya pertemuan pertama kedua orang itu, diawali dengan pertengkaran, yang berakhir dalam waktu yang lama.
***
"Mom... Aku sangat merindukanmu!!" Rengek Elice, sambil berlari memeluk ibunya yang sudah menunggunya di bandara sedari tadi.
Lalu, Rani—ibunya Elice, membalas ucapan putrinya dengan beberapa pertanyaan.
"Apakah kabarmu baik, nak? Kau tidak apa-apa, kan? Di mana Nam-Joon kakakmu?"
Lalu Elice, menjawab pertanyaan ibunya dengan seutas senyuman, "Mom, Banyak sekali pertanyaanmu. Aku baik-baik saja Mom, dan kakak Nam-Joon tidak bisa datang karena dia sedang sibuk dengan pekerjaannya".
Shin Nam-Joon, kakak laki-laki Elice, kini sedang berada di negara mereka. Pemuda itu berstatus sebagai detektif di Korea Selatan.
"Dan... Di mana Daddy? Apakah dia tidak ikut?" Tanya Elice pada ibunya, sambil melirik kesana-kemari, mencari keberadaan ayahnya.
"Daddymu sangat ingin datang menjemput mu nak, tapi dia tidak bisa karena dia juga sedang menunggu seseorang," jawab Rani pada putrinya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
There Are Two Loves (End)
RomantikPindahan dari aplikasi Fizzo. Elicia dan Vicktory, sudah saling bermusuhan sejak pertama kali mereka bertemu. Namun siapa sangka, ternyata mereka akhirnya bisa saling jatuh cinta satu sama lain. Setelah menjalani hubungan selama beberapa tahun, mere...
