Pagi pun telah tiba, cuaca di luar sedang hujan. Rani sedang sibuk memasak sarapan di dapur, dan dibantu oleh bibi Ira, pembantunya.
"Good morning, mom!" Nam Joon menyapa, sambil memeluk tubuh mommynya dari belakang.
"Selamat pagi putra ku, pagi ini, apa yang ingin kau makan? Beritahu mommy, biar mommy akan buatkan untukmu." Tanya Rani pada Nam Joon.
Nam Joon pun tersenyum manja pada ibunya "apapun yang mommy masak, aku akan memakannya!" balasnya pada Rani.
"Baiklah! Ayo duduk di sana, sebentar lagi sarapannya akan siap!" Ujar Rani.
Sekali lagi, Nam Joon tersenyum manja memeluk tubuh ramping ibunya.
"Tidak.! Aku akan menemanimu di sini saja, Mom!"
Bi' Ira yang juga ada di situ, tersenyum dan berkata
"wah... Tuan muda sudah dewasa tapi masih saja manja dengan nyonya!" Ujar bibi Ira.
"Jangan heran bi, dia adalah anak kesayanganku," ujar Rani.
***
Sementara itu, Vicktory pun sudah siap dengan segala hal yang dia perlukan untuk misinya, yang harus dia selesaikan secepatnya.
Vicktory turun dari tangga terburu-buru dan hampir saja menyenggol sebuah Gucci di rumah.
Masih beruntung, Gucci nya tidak jatuh dan pecah.
Rani yang melihat Vicktory, langsung memanggilnya untuk sarapan. Tapi Vicktory hanya meminum segelas susu, yang memang sudah disiapkan untuknya di atas meja.
"Nak! Kenapa kau begitu buru-buru meminum susunya? Ayo duduk dan makan lah terlebih dahulu!" seru Rani.
"Tidak Mom! Aku sarapan di luar saja!" Vicktory membalas.
"Tapi kan nak—"
Ucapan Bu Rani terhenti melihat Vicktory sudah berlari ke luar rumah.
Saat hendak masuk ke dalam mobil hitamnya, tiba-tiba Vicktory menerima telepon dari nomor yang tak dikenal.
"Hallo! Siapa ini?" sapa Vicktory Dengan heran. Tapi anehnya, tak ada suara yang membalas.
"Hallo..!!! Siapa ini?!" Tanya Vicktory sekali lagi, kali ini nada suaranya lebih tinggi.
Tiba-tiba, suara serak seorang laki-laki terdengar di seberang telepon
( "Mundur lah... Jika kau tidak mau mati.")
Ucap orang itu. Vicktory tercengang mendengar perkataannya nya.
"Hallo! Hallo! Siapa kau?! Hallo!"
-tut...tut...tut...
Panggilannya sengaja terputus.
Kemudian Vicktory masuk ke dalam mobilnya dengan wajah kusut.
"Siapa dia? Apa yang dia inginkan?!!" Ucap Vicktory dalam hati, sambil mengerutkan keningnya.
***
Sementara itu, di dalam cafe mewah yang diiringi music yang merdu, seorang pria misterius duduk di meja nomor 13.
Pria itu tidak Memesan makanan ataupun minuman.
Dia hanya duduk memandangi setiap orang yang masuk cafe itu. Dia sepertinya sedang menunggu kedatangan seseorang.
Tak lama kemudian, matanya terpaku pada sosok pria muda yang ada di depan pintu cafe itu, pria muda itu tidak lain adalah Vicktory Valenzuela.
Vicktory juga melihat pria itu, tapi dia berpura-pura tidak memperhatikan, meskipun pria yang terlihat misterius itu menggunakan setelan baju berwarna hitam, dilengkapi dengan masker penutup wajah, kaca mata, dan topi hitam nya, tapi Vicktory masih mengenali orang itu, dan tau siapa dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
There Are Two Loves (End)
RomancePindahan dari aplikasi Fizzo. Elicia dan Vicktory, sudah saling bermusuhan sejak pertama kali mereka bertemu. Namun siapa sangka, ternyata mereka akhirnya bisa saling jatuh cinta satu sama lain. Setelah menjalani hubungan selama beberapa tahun, mere...
