Prilly pun segera menuju dapur, dia kaget ternyata cowok menyebalkan itu adalah pejabat di kapal ini, dia baru ingat omongan Ite waktu itu kalo kamar miliknya berhadapan dengan kamar para pelaut. Pantas saja.
Itu tadi cowok yg kemarin malem kan. ternyata dia petinggi kapal disini, gila ko gak sesuai banget dengan sifatnya sih."batin prilly heran."
Prilly pun segera menyelesaikan pekerjaan nya dan menghampiri Ite yg masih terlihat sibuk dengan pekerjaan nya.
---
Aduh Ite akhirnya bisa istirahat juga yah." Ujar Prilly sambil duduk di ruang khusus istirahat para koki dan chef."
Iya nih Prill sama gue juga kewalahan banget tadi ngurusin ini itu." jawab Ite sambil menyenderkan kepalanya pada pundak Prilly."
Jalan-jalan keluar sebentar yuk te? Mumpung nyantai nih." Ajak Prilly menarik tangan ite."
Ite mangut-mangut lalu berdiri mengikuti sahabatnya itu.
Mereka berdua pun melepas seragam kerjanya dan langsung menuju atas kapal untuk sekedar mencari udara segar, setelah penat karena harus bekerja seharian.
Wah indah banget nih kita ternyata ada di tengah lautan te." Ucap Prilly takjub sambil menarik Ite ke ujung kapal."
Yaiya lah prill masa iya di tengah gurun pasir." Jawab Ite menggelengkan kepala nya."
Ih lo mah gitu banget sih." Ucap prilly mengerucutkan bibirnya.
Ite cengengesan melihat tingkah Prilly yang menurutnya sangatlah polos. Dia heran meskipun sahabatnya itu terbilang cewek manja tapi dia berani bekerja disini dan merelakan jauh dari orangtua nya.
Oh iya te lo udah lama kerja disini?" Tanya Prilly penasaran."
Lumayan lah aku udah hampir mau setahun Prill." Jawab Ite tersenyum."
Saat itu seorang lelaki bertubuh gagah memakai seragam serba putih menghampiri Prilly dan Ite yang asik mengobrol di ujung kapal.
Hey kalian yg disana jangan terlalu pinggir nanti kalian jatuh." Teriak lelaki tersebut."
Mereka yang kaget mendengar peringatan itu langsung menghampiri lelaki yang sepertinya petinggi kapal disini.
Iyah om Capten maaf, kami disini cuma main-main aja ko." Ucap Prilly menunduk."
Ko panggil om sih emang aku keliatan tua yah?." Jawab lelaki bertubuh tinggi Itu."
Terus panggil apa? yaudah bapak Capten aja." Timpal Ite ngasal."
Emang saya bapak-bapak apa?" Omelnya kesal."
Prilly dan Ite saling berpandangan dan sambil mengulum senyumnya menahan tawa.
Kenalin saya Mayor Rendy panggil aja Rendy. umur kita kaya nya gak beda jauh deh." Ucap nya sambil menyodorkan tangan."
Aku prilly, aku Gritte." balas prilly dan Ite membalas jabatan tangan Rendy."
Kamu cewek pelayan tadi kan?" Ucap Rendy pada Prilly."
Iyah om eh maksudnya Mayor Rendy." Ucap Prilly nyengir."
Udah rendy aja gak usah nyebutin embel-embel saya." Jawab Rendy lembut."
Ini baru namanya Mayor angkatan laut yang baik dan bijaksana. Gak kaya si jutek tuh masa ada Mayor sikapnya aneh kaya dia." Prilly membatin."
Happy reading!!
Jangan lupa vote and commentnya guys :)
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
