last part

9.7K 346 9
                                        

Ali pov

Rasa lelah setelah kepulangan prilly dari rumah sakit membuatku tak cukup banyak istirahat dan tidur.

Aku bagitu bahagia bisa melihat istri dan putriku tertidur sangat nyenyak. Tidurku sedikit terganggu setelah mendengar suara ketukan dari pintu kamar kami jadi ku putuskan untuk melihat siapa yg ada di balik pintu sana.

mataku membulat setelah melihat wanita membawa hadiah begitu besar dan beberapa tangkai bunga mawar putih.

Gritte?"sahutku.

Dia datang membawa banyak hadiah oh betapa terkejutnya ternyata rendy ikut dia bersembunyi di balik badan gritte yg tertutup kado itu.

Hai bro cieee jadi ayah...

Aku tersenyum sumringah rendy selalu menggodaku seperti itu.

Kapan lo nyusul bro ayo masuk.

Aku mempersilahkan mereka masuk, ku lihat prilly terbangun mungkin dia terganggu atas kebisingan kami disini.

Gritte aaaaa kangen lo gak bilang dulu sih mau kesini.

Aku melihat prilly begitu antusias melihat kedatangan gritte nampak raut bahagia yg di pancarkan mereka.

Rendy ku biarkan duduk di sofa kamar kami. kebetulan disini cukup luas, prilly dan gritte asik bermain dengan alifa yg berada di gendongan gritte.

Bro liat tuh calon lo kayanya udah pengen juga deh.

Aku bertanya pada rendy yg asik bersantai ria di sofa.

Doain bro ini juga masih ngumpulin modalnya dulu.

Ujarnya yg di barengi gelak canda olehku.

Alah bokap lo kan kaya pengusaha terkenal pinjem dulu aja modalnya kasian gritte nanti kalo udah sama orang lain tau rasa loh.

Rendy tercengang dengan omonganku dia terlihat tak terima.

Sorry bro gue bakal nikahin gritte sama hasil keringet sendiri, dan lo inget yah gritte cinta mati sama gue.

Jawabnya dengan sangat percaya diri.

Kepedean lo."sahutku dengan satu jitakan di kepalanya."

Sakit li lo mah gitu terus."dia meringis sakit sambil mengusap ngusap kepalanya.

Aku hanya menahan tawa melihat ekpresinya yg tak pernah marah beneran kalau aku membully nya.

******
Author pov

Sudah hampir dua minggu prilly dan ali menjalani rutinitasnya sebagai orang tua mereka begitu bahagia bisa menjaga dan merawat alifa sepenuh hati.

Ali terlihat memasuki kamarnya dia melihat prilly sedang memberikan asi nya pada alifa, ali segera menghampiri istri dan putri tercinta nya itu.

Udah li? Maaf yah jadi ngerepotin kamu soalnya gak ada yg anterin mereka.

Prilly berucap lirih kepada ali yg sudah duduk di tepi ranjang tempat prilly berdiam.

Gapapa sayang cuman nganterin les cio sama ciko aja ko, malahan deket masih wilayah sekolahnya mereka.

Ali menjawab sambil mengelus pipi istrinya itu.

Yaudah deh makasih yah sayang.

Prill alifa aku yg gendong yah, itu udah belum mimi nya?

Udah ko nih gendong aja."prilly menyerahkan putrinya ke pangkuan ali."

Ali mengajak putrinya bermain."hai kesayangan papih kamu cantik banget sih mamih aja kalah cantiknya sama kamu."sambil mengusap lembut pipi mungilnya."

cinta di tengah samuderaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang