Sekitar beberapa bulan yang lalu tepatnya di sebuah kafe, Ali melihat dua orang yang sangat ia kenal. Niat hanya sekedar makan siang bersama atasan nya Capten Jack, tapi tetap saja rasa penasaran terhadap orang itu sangat Ali ingin tahu.
Setelah urusan nya dengan Capten Jack selesai, Ali memberanikan diri menghampiri kedua orang yg duduk agak pinggir di pojok kafe.
Pertama, kedua orang itu kaget melihat kedatangan nya secara mendadak, apalagi kedua orang itu sedang berpelukan karena sang wanita terlihat menangis.
Ali kamu ko?" Wanita itu bangkit melepaskan pelukan nya, tangan nya sibuk menyeka air matanya."
Ini bukan seperti yg kamu pikirin li." Si cowok mulai merasa cemas."
Ini kalian apa-apan sih, maaf bukan gue mau ikut campur,tapi gue bener-bener gak nyangka sama lo Dika, ternyata lo picik." Tunjuk Ali dengan hati yg mulai emosi."
Ini salah paham Li." Si cewek memegang tangan Ali agar dia tak salah paham."
Lo juga Sher, belum puas lo hampir hancurin rumah tangga gue? Sekarang lo mau hancurin keluarga sahabat gue juga?
Stop Li ini salah paham, lo gak bakal ngerti." Teriak Sherin yg juga larut dalam emosinya."
Sherin bener Li, jadi gue mohon jangan nambahin masalah dulu.
Ali melemah pikiran nya agak kacau, dia akhirnya duduk dan mendengarkan semua penjelasan dari kedua orang di hadapannya ini.
----------
Prilly menangis setelah melihat video yg baru saja di kirim Joan kepadanya. Apa yg baru saja ia lakukan kemarin ternyata salah besar, rasa penyesalan sekarang seakan menghantui nya. Beban berat melayang dalam otaknya.
sialnya hari ini hujan turun cukup deras, Prilly bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap untuk menemui Joan di rumahnya.
Dengan perut yg sudah sangat membuncit Prilly menuruni tangga dengan tergesa-gesa, Ully yg sedang membaca majalah di ruang keluarga berdiri dan menghampiri anaknya itu.
Mau kemana Prill? Ini hujan sayang.
Maaf mah, Prilly ada keperluan mendesak. Titip anak-anak ya gak lama ko cuma ke rumah Joan aja. Bye.
Prilly mengecup pipi Ully kemudian berlalu menuju mobilnya.
Pake supir aja." Teriak Ully namun nihil tak digubrisnya sama sekali."
Keras kepala.
Hanya butuh waktu sekitar beberapa menit Prilly tiba di rumah Joan, disana cuma ada ibunya saja. Karena sudah tak sungkan lagi Prilly berjalan cepat ke kamar Joan, disana wanita itu sedang berbaring dengan di baluti selimut tebalnya.
Prilly mendekatkan tubuhnya ke arah Joan sambil memeluknya dari samping dengan susah payah, karena perutnya besar.
Sesal yg di rasakan Prilly sekarang,kemarin dia terlalu egois. Joan sahabatnya menangis dengan hati yg tercabik dan itu yakin perih, mungkin Prilly tak akan bisa setegar sahabatnya itu.
maafin gue Jo.
Joan masih saja bergeming.
Kalo aja gue dengerin Ali waktu itu, semua nya gak akan kaya gini.
Joan memperbaiki posisinya, Prilly juga mengikuti, mereka duduk berdua di atas tempat tidur.
Mata sembab nya membuat Prilly semakin bersalah.
Itu bukan salah lo bie, emang dari awal Dika di jodohin sama orangtua nya sama Sherin disaat gue belum juga ngasih turunan ke mereka. Lo tau kan Dika anak tunggal, ibunya dari awal kami menikah sudah maksa banget minta cucu. Tapi nyatanya tuhan belum ngasih kepercayaan itu sama gue, dan mungkin itu hanya mimpi sekarang. Gue gak ada hak lagi untuk Dika, dia punya kehidupan baru sama Sherin.
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
